Polisi Pemerkosa Di Sulsel Kembali Dinas, Jhon Sitorus Beri Kritis Pedas
Berita Harian, DNID.co.id – Anggota polisi di Sulawesi Selatan, Bripda FA, sebelumnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena diduga telah memperkosa seorang wanita berusia 23 Makassar.
Kini, Bripda FA, kembali aktif sebagai anggota polisi setelah mengajukan banding.
Diterimanya banding seorang polisi yang telah melakukan tindakan asusila ini menuai banyak komentar miring berbagai pihak di media sosial. Salah satunya dari seorang pegiat sosial media, Jhon Sitorus.
Jhon Sitorus dalam tweet nya di sosial media X, memberikan kritik tajam kepada institusi kepolisian. Ia menganggap bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kebodohan
“Sebuah ketololan lagi. Udah dipecat karena pemerkosaan, gara-gara banding bisa dinas lagi, ” ujarnya di X @JhonSitorus_18, Senin (13/1/2025).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus menilai bahwa keputusan tersebut kian mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Untuk diketahui, banding Bripda FA diterima karena sepakat menikahi perempuan yang telah diperkosa. Meski PTDH dicabut, Bripda FA diberi sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat selama 15 tahun dan mutasi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polisi Pemerkosa Di Sulsel Kembali Dinas, Jhon Sitorus Beri Kritis Pedas
SENIN, 13 JANUARI 2025
Berita Harian, DNID.co.id - Anggota polisi di Sulawesi Selatan, Bripda FA, sebelumnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena diduga telah memperkosa seorang wanita berusia 23 Makassar.
Kini, Bripda FA, kembali aktif sebagai anggota polisi setelah mengajukan banding.
Diterimanya banding seorang polisi yang telah melakukan tindakan asusila ini menuai banyak komentar miring berbagai pihak di media sosial. Salah satunya dari seorang pegiat sosial media, Jhon Sitorus.
Jhon Sitorus dalam tweet nya di sosial media X, memberikan kritik tajam kepada institusi kepolisian. Ia menganggap bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kebodohan
"Sebuah ketololan lagi. Udah dipecat karena pemerkosaan, gara-gara banding bisa dinas lagi, " ujarnya di X @JhonSitorus_18, Senin (13/1/2025).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus menilai bahwa keputusan tersebut kian mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Kurang lucu apa negara ini ya ampun," tutupnya.
Untuk diketahui, banding Bripda FA diterima karena sepakat menikahi perempuan yang telah diperkosa. Meski PTDH dicabut, Bripda FA diberi sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat selama 15 tahun dan mutasi.