Pemerhati Sosial Desak Pemda Luwu Utara Tertibkan Ritel Melanggar Perbup

Berita Harian Luwu Utara, DNID.co.id – Pemerhati Sosial di Luwu Utara Bunga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menjalankan regulasi dengan menutup ritel yang tak berizin.

Ritel melanggar izin maupun jarak yang saling berdekatan, baik sesama ritel maupun dengan pasar rakyat harus ditertibkan dan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) perpasaran untuk disahkan menjadi aturan.

“Poin penting dari aturan itu adalah jarak antara  ritel modern dengan pasar rakyat (tradisonal) dan antar toko swalayan sejenis dan mengacu pada ketentuan RT/RW, RDTR, dan peraturan zonasi yang berlaku. Jaraknya, harus 1000 meter,” sebutnya pada media ini, Minggu 19 Januari 2025.

Menurutnya, dari temuan inspeksi tersebut sangat mengejutkan karena ada beberapa ritel modern yang berdiri dan sudah beroperasi sebelum ada Perbup Lutra Nomor 60 Tahun 2021. Implikasinya mematikan pedagang kecil tradisonal dan warung-warung di kampung.

Karena itu, Pemda harus tegas, jika dalam hal ini kalau memang melanggar harus ditutup. ’’Ini harus tegas. Aturan sudah ada, Siapa itu yang berikan izin,’’ tegasnya lagi.

Bunga menyatakan bahwa, dalam minggu depan Plt Kadis P2KUKM akan Zmengundang stake holder, mahasiswa, wartawan dan pihak terkait untuk duduk bersama membicarakan hal ini, atsu siapapun oknum pegawai negeri sipil (PNS) atai siapa yang membekingi retail tersebut. Sebab, telah menghilangkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sumber tersebut.

’’Pemerhati Sosial minta tindak tegas ritel tak berizin dan melanggat Perbup Lutra. Ke depannya jangan terulang lagi’,” pesannya.

** Benny

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 19 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Yustus/Benny

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri
Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar
Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran
Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WITA

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Selasa, 3 November 2026 - 13:46 WITA

Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WITA

Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:44 WITA

Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming

Berita Terbaru