Survei Indikator Sebut Dua Menteri asal Sulsel Berkinerja Terbaik, Andi Amran Sulaiman Banyak Dipuji

Makassar. DNID.co.id- Survei yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia pada 16-21 Januari 2024 mencatat tujuh menteri yang kinerjanya dianggap paling baik. Dua diantaranya merupakan putra daerah asal Sulsel.

Keduanya yaitu Menteri Agama Nasaruddin Umar (Menteri Agama) yang berada di urutan kelima dengan hasil survei mencapai 3,1 persen dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di urutan keenam dengan hasil survei 2,7 persen.

“Ada 11,4 persen masyarakat yang menyebut Sri Mulyani sebagai menteri dengan kinerja paling baik,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, Senin (27/1/2025).

“Kedua Erick Thohir, ketiga AHY, keempat Teddy Indra Wijaya, kelima Nasaruddin Umar, keenam Andi Amran Sulaiman, ketujuh Yusril Ihza Mahendra,” ujar Burhanuddin melanjutkan.

Burhanuddin mengatakan, tujuh menteri itu muncul ketika pihaknya tidak memberi daftar nama kepada responden atau top of mind.

Namun, ketika mereka mencoba memberi daftar nama menteri pun, tujuh nama yang muncul teratas tetap sama.

Burhanuddin menyebut mereka sengaja menampilkan tujuh nama menteri saja, karena kepuasan mereka berada di atas 1 persen, sementara sisanya di bawah.

Menurut dia, hal itu menandakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap menteri hanya tergantung kepada nama-nama menteri yang ada di kepala mereka saja.

“Artinya penilaian kinerja paling banyak itu sangat dipengaruhi oleh awareness responden terhadap nama-nama menteri yang ada di kepala mereka. Sehingga ketika kita kasih daftar nama sekalipun, tidak berkurang signifikan terhadap nama-nama yang dipersepsi positif ini,” ujar Burhanuddin.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri masuk daftar tujuh besar menteri dengan kinerja terbaik versi survei Indikator Politik Indonesia, karena mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam sektor pertanian.

Selama masa kepemimpinannya, produksi pangan nasional mengalami peningkatan, didukung oleh program modernisasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta pemberdayaan petani melalui berbagai inisiatif strategis.

Selain itu, kebijakan diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan juga menjadi prioritas utama, membantu mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan berbagai upaya ini, Andi Amran Sulaiman berhasil memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan ekonomi nasional.

Berikut daftar menteri yang dianggap publik berkinerja baik versi survei Indikator:
1. Sri Mulyani (Menteri Keuangan): 11,4 persen
2. Erick Thohir (Menteri BUMN): 11,2 persen
3. Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan): 4,8 persen
4. Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet): 4,0 persen
5. Nasaruddin Umar (Menteri Agama): 3,1 persen
6. Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian): 2,7 persen
7. Yusril Ihza Mahendra (Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan): 1,6 persen.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.220 orang responden pada 16-21 Januari 2025.

Menanggapi survei tersebut, Ketua Bidang Sumber Daya Alumni dan Inovasi IKA Universitas Hasanuddin, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, ini adalah berita gembira untuk kita di Sulawesi Selatan.

“Kita sebagai orang Sulsel tentu bangga karena Pak Andi Amran Sulaiman bisa membuktikan amanah yang diberikan oleh bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).

Ramli berharap masyarakat Indonesia terkhusus Sulsel terus memberikan dukungan kepada putra putri terbaik untuk memajukan Indonesia.

“Tentu ke depan masih banyak tantangan. Kami yakin Pak Amran bisa lebih baik lagi,” ujarnya.(MT)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 29 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim Tahir

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Mengapresiasi Capaian, Menguatkan Koreksi untuk Pembangunan yang Berkeadilan
Dilema Penegakan Hukum : Antara Disiplin Edukatif, Hak Imunitas Guru dan Perlindungan Anak
Kurikulum Bahasa Indonesia di Era Digital: Mampukah Literasi Media Membentengi Siswa dari Disinformasi?
Optimisme Akademisi: Negara Jaga Kecerdasan Anak Bangsa Melalui Makan Bergizi
Menambang Emas Mendulang Bencana: SOS Sungai Suso Luwu
Puluhan Anggota DPRD Jeneponto Diduga Menginap Fiktif, Lebih Bayar Perjalanan Dinas Rp221 Juta
RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya
Tin Slag Akan “Kabur” Saat 17 Agustus? Semoga Bukan Sekadar Ngerameng
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Mengapresiasi Capaian, Menguatkan Koreksi untuk Pembangunan yang Berkeadilan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:51 WITA

Dilema Penegakan Hukum : Antara Disiplin Edukatif, Hak Imunitas Guru dan Perlindungan Anak

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:36 WITA

Kurikulum Bahasa Indonesia di Era Digital: Mampukah Literasi Media Membentengi Siswa dari Disinformasi?

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WITA

Optimisme Akademisi: Negara Jaga Kecerdasan Anak Bangsa Melalui Makan Bergizi

Sabtu, 19 September 2026 - 05:26 WITA

Menambang Emas Mendulang Bencana: SOS Sungai Suso Luwu

Minggu, 13 September 2026 - 10:46 WITA

Puluhan Anggota DPRD Jeneponto Diduga Menginap Fiktif, Lebih Bayar Perjalanan Dinas Rp221 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WITA

RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:10 WITA

Tin Slag Akan “Kabur” Saat 17 Agustus? Semoga Bukan Sekadar Ngerameng

Berita Terbaru