Dikunjungi Prof Fadjry Djufry, Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bulukumba Targetkan Remaja untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Bulukumba, DNID.co.id – Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen menyukseskan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bulukumba, PKG menyasar remaja untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular. Kegiatan ini dipantau langsung Penjabat Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muhammad Ishaq Iskandar, serta Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Senin, 3 Februari 2025.

Selain itu, dilaksanakan pula donor darah, dan pemeriksaan kesehatan lainnya seperti pemeriksaan untuk ibu hamil, serta kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, terdapat juga pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Faisal menjelaskan, pemeriksaan ini ditujukan untuk anak-anak sekolah tingkat SMA yang berusia 15 tahun ke atas.

“Salah satu manfaat dari screening adalah untuk mengetahui secara dini faktor risiko penyakit-penyakit tidak menular,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan awal untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti hipertensi dan diabetes melitus. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin oleh puskesmas di setiap sekolah sebagai upaya preventif untuk menghindari risiko kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari.

Salah seorang pelajar, Shasa menyatakan pendapatnya mengenai kegiatan ini. “Sangat bermanfaat karena bisa mengetahui kondisi dari awal apakah ada potensi penyakit,” ujarnya antusias.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja serta upaya proaktif dalam mencegah penyakit tidak menular melalui deteksi dini.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 4 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

DAS Kampak Diawasi, Polres Bangka Barat Larang Tambang Ilegal
12 Paket Sabu Disembunyikan dalam Kotak Lampu, Zu Ditangkap Tim Hantu
Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya
Gubernur Andi Sudirman Dampingi Menko Zulhas, 22,5 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Makassar
Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap
Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka
Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WITA

DAS Kampak Diawasi, Polres Bangka Barat Larang Tambang Ilegal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:48 WITA

12 Paket Sabu Disembunyikan dalam Kotak Lampu, Zu Ditangkap Tim Hantu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WITA

Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:09 WITA

Gubernur Andi Sudirman Dampingi Menko Zulhas, 22,5 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Makassar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

DAS Kampak Diawasi, Polres Bangka Barat Larang Tambang Ilegal

Kamis, 8 Okt 2026 - 17:07 WITA

Kriminal Hukum

12 Paket Sabu Disembunyikan dalam Kotak Lampu, Zu Ditangkap Tim Hantu

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:48 WITA

Kriminal Hukum

Keluarga Minta Autopsi Jenazah R, Oknum Polisi Sebut Wajib Bayar 80 Juta

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:36 WITA