Breaking News

Radio Player

Loading...

Deri Ardiansyah Dorong Kemandirian Pupuk untuk Ketahanan Pertanian Lampung

Jumat, 7 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Tanggamus, DNID MEDIA LAMPUNG– Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan produksi pertanian di Provinsi Lampung, muncul wacana strategis untuk mendirikan pabrik pupuk yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Gagasan ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan pupuk dari pemerintah pusat serta mengantisipasi potensi kelangkaan yang sering terjadi di musim tanam.

 

Tokoh masyarakat Kabupaten Tanggamus, Deri Ardiansyah, menekankan bahwa kemandirian dalam penyediaan pupuk merupakan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, pemerintah daerah, khususnya Gubernur Lampung Kyai Mirza, perlu mempertimbangkan langkah nyata untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan berdaya saing.

ads

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya kemandirian pupuk, diharapkan Provinsi Lampung bisa menjadi daerah swasembada pangan sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar dapat meningkat,” ujar Deri Ardiansyah.

 

Deri menegaskan bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran bukanlah satu-satunya solusi. Menurutnya, memaksimalkan potensi lahan pertanian dengan pengelolaan yang baik dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan kemakmuran. Indonesia dianugerahi tanah yang subur, yang jika dimanfaatkan secara optimal, akan memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan nasional.

 

Ia juga menyoroti sejarah panjang pemanfaatan lahan pertanian di Indonesia yang telah terbukti mampu menopang ekonomi. Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah bagaimana Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) selama 350 tahun berhasil mengelola hasil bumi Indonesia dan menjadi salah satu pemasok utama dunia tanpa harus mengeksploitasi tambang secara besar-besaran.

 

Sistem manajemen supply and demand yang diterapkan saat itu terbukti menghasilkan keuntungan besar. Ini menunjukkan bahwa pertanian yang dikelola dengan baik memiliki potensi luar biasa dalam menopang ekonomi,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Deri Ardiansyah menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia bangkit dan mengambil alih kendali penuh atas kekayaan alamnya sendiri. Ia menilai bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian nasional jika dikelola dengan strategi yang tepat.

 

Indonesia memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi negara agraris yang maju. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola dan mendukung petani agar lebih produktif, termasuk dengan menyediakan pupuk secara mandiri di daerah,” tandasnya.

 

Menurutnya, langkah nyata seperti pendirian pabrik pupuk oleh BUMD akan membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi perekonomian daerah. Dengan kemandirian dalam penyediaan pupuk, biaya produksi pertanian dapat ditekan, ketersediaan pupuk lebih terjamin, dan hasil panen pun meningkat.

 

Deri pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong kebangkitan pertanian nasional demi kesejahteraan rakyat.

 

Ayo bangkit bersama! Saatnya kita mandiri dan menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama ekonomi bangsa.

Menyala Pak Presiden Indonesia….!!!!

Menyala Pak Gubernur Lampung ” serunya. (Rachman _Amir)

 

Simpan Gambar:

Penulis : Rachman Amir

Editor : A Rachman

Sumber Berita : Deri Ardiansyah ( Tokoh Masyarakat Kabupaten Tanggamus)

Berita Terkait

Kebutuhan Listrik Industri Data Center Terus Melonjak, Energi Nuklir Mulai Dilirik
JALAN PINTAS DEMOKRASI: OLIGARKI DIANGKAT, DEMOKRASI HILANG DAULAT
Mengapa Dunia Kembali Memilih Nuklir?
Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Jeneponto Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Secara Virtual
Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan
PLTN Pertama Indonesia: Antara Bangka, Kalbar, dan Jalan Menuju Listrik Murah Nasional
Tebang dan Bakar Puluhan Pohon di Hutan Lindung, Petani Bantaeng Diburu Polisi
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:27 WITA

Kebutuhan Listrik Industri Data Center Terus Melonjak, Energi Nuklir Mulai Dilirik

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:53 WITA

JALAN PINTAS DEMOKRASI: OLIGARKI DIANGKAT, DEMOKRASI HILANG DAULAT

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:20 WITA

Mengapa Dunia Kembali Memilih Nuklir?

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:08 WITA

Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:44 WITA

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Jeneponto Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Secara Virtual

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:42 WITA

Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:43 WITA

PLTN Pertama Indonesia: Antara Bangka, Kalbar, dan Jalan Menuju Listrik Murah Nasional

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:58 WITA

Tebang dan Bakar Puluhan Pohon di Hutan Lindung, Petani Bantaeng Diburu Polisi

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:05 WITA