Deri Ardiansyah Dorong Kemandirian Pupuk untuk Ketahanan Pertanian Lampung

Oplus_131072

Oplus_131072

Tanggamus, DNID MEDIA LAMPUNG– Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan produksi pertanian di Provinsi Lampung, muncul wacana strategis untuk mendirikan pabrik pupuk yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Gagasan ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan pupuk dari pemerintah pusat serta mengantisipasi potensi kelangkaan yang sering terjadi di musim tanam.

 

Tokoh masyarakat Kabupaten Tanggamus, Deri Ardiansyah, menekankan bahwa kemandirian dalam penyediaan pupuk merupakan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, pemerintah daerah, khususnya Gubernur Lampung Kyai Mirza, perlu mempertimbangkan langkah nyata untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan berdaya saing.

 

“Dengan adanya kemandirian pupuk, diharapkan Provinsi Lampung bisa menjadi daerah swasembada pangan sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar dapat meningkat,” ujar Deri Ardiansyah.

 

Deri menegaskan bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran bukanlah satu-satunya solusi. Menurutnya, memaksimalkan potensi lahan pertanian dengan pengelolaan yang baik dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan kemakmuran. Indonesia dianugerahi tanah yang subur, yang jika dimanfaatkan secara optimal, akan memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan nasional.

 

Ia juga menyoroti sejarah panjang pemanfaatan lahan pertanian di Indonesia yang telah terbukti mampu menopang ekonomi. Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah bagaimana Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) selama 350 tahun berhasil mengelola hasil bumi Indonesia dan menjadi salah satu pemasok utama dunia tanpa harus mengeksploitasi tambang secara besar-besaran.

 

“Sistem manajemen supply and demand yang diterapkan saat itu terbukti menghasilkan keuntungan besar. Ini menunjukkan bahwa pertanian yang dikelola dengan baik memiliki potensi luar biasa dalam menopang ekonomi,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Deri Ardiansyah menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia bangkit dan mengambil alih kendali penuh atas kekayaan alamnya sendiri. Ia menilai bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian nasional jika dikelola dengan strategi yang tepat.

 

“Indonesia memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi negara agraris yang maju. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola dan mendukung petani agar lebih produktif, termasuk dengan menyediakan pupuk secara mandiri di daerah,” tandasnya.

 

Menurutnya, langkah nyata seperti pendirian pabrik pupuk oleh BUMD akan membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi perekonomian daerah. Dengan kemandirian dalam penyediaan pupuk, biaya produksi pertanian dapat ditekan, ketersediaan pupuk lebih terjamin, dan hasil panen pun meningkat.

 

Deri pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong kebangkitan pertanian nasional demi kesejahteraan rakyat.

 

“Ayo bangkit bersama! Saatnya kita mandiri dan menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama ekonomi bangsa.

Menyala Pak Presiden Indonesia….!!!!

Menyala Pak Gubernur Lampung ” serunya. (Rachman _Amir)

 

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 7 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Rachman Amir

Editor: A Rachman

Sumber Berita: Deri Ardiansyah ( Tokoh Masyarakat Kabupaten Tanggamus)

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dinas TPH Gowa Didorong Gagas Program yang Berdampak Bagi Kesejahteraan Petani
Perkuat Sektor Pertanian, Bupati Bantaeng Resmikan Vertical Dryer Jagung Berkapasitas 10 Ton
Dua Tahun Prabowo–Gibran: Mengapresiasi Capaian, Menguatkan Koreksi untuk Pembangunan yang Berkeadilan
Dilema Penegakan Hukum : Antara Disiplin Edukatif, Hak Imunitas Guru dan Perlindungan Anak
Kurikulum Bahasa Indonesia di Era Digital: Mampukah Literasi Media Membentengi Siswa dari Disinformasi?
Gudang Liau AKM Akui Terima 2,5 Ton Lada Diduga Curian, Polisi Amankan Delapan Orang
Puluhan Tahun Terbengkalai, 420 Hektare Sawah Pergam Kini Dibuka Kembali
Optimisme Akademisi: Negara Jaga Kecerdasan Anak Bangsa Melalui Makan Bergizi
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:29 WITA

Dinas TPH Gowa Didorong Gagas Program yang Berdampak Bagi Kesejahteraan Petani

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Perkuat Sektor Pertanian, Bupati Bantaeng Resmikan Vertical Dryer Jagung Berkapasitas 10 Ton

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Mengapresiasi Capaian, Menguatkan Koreksi untuk Pembangunan yang Berkeadilan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:51 WITA

Dilema Penegakan Hukum : Antara Disiplin Edukatif, Hak Imunitas Guru dan Perlindungan Anak

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:36 WITA

Kurikulum Bahasa Indonesia di Era Digital: Mampukah Literasi Media Membentengi Siswa dari Disinformasi?

Jumat, 25 September 2026 - 21:09 WITA

Gudang Liau AKM Akui Terima 2,5 Ton Lada Diduga Curian, Polisi Amankan Delapan Orang

Selasa, 22 September 2026 - 20:37 WITA

Puluhan Tahun Terbengkalai, 420 Hektare Sawah Pergam Kini Dibuka Kembali

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WITA

Optimisme Akademisi: Negara Jaga Kecerdasan Anak Bangsa Melalui Makan Bergizi

Berita Terbaru