Aktivis GEMA ERUT Kecewa Dengan Bupati Enrekang Tidak Menemuai Massa Aksi Untuk Berdialog Terkait 100 Hari Kerja

Enrekang, DNID.co.id– Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Enrekang Utara (GEMA ERUT) menggelar aksi unjuk rasa terkait 100 hari kerja Bupati Enrekang yang dinilai lamban serta kebijakan yang belum jelas sesuai visi misi sejauh ini di depan kantor Bupati Enrekang , Sulawesi Selatan, Kamis (26/06/2025)

Puluhan massa Aksi GEMA ERUT sempat melakukan blokade jalan dan pembakaran Ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati Enrekang dan Wakil Bupati Enrekang tidak berada di kantor bupati dengan alasan keduanya kunjungan keluar daerah.

Indra Wijaya selaku jendral lapangan dalam orasinya menyampaikan bahwa, aksi ini merupakan respons atas lambannya kinerja pemerintah daerah dalam menjawab persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di wilayah Enrekang Utara.

Dalam aksi tersebut, GEMA ERUT membawa dua tuntutan utama yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan diantanranya mendesak perbaikan infrastruktur ruas jalan Malauwwe – Tallu Bamba yang kondisinya sudah lama rusak parah namun belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan juga menuntut transparansi mekanisme jaminan gagal panen yang seharusnya menjadi pelindung bagi petani justru dinilai tidak jelas implementasinya.

“ kami sangat berharap Program gagal panen bisa di realisasikan nantinya oleh bupati enrekang dan bukan hanya janji populis saja saat momen kampanye . Apalagi masyarakat enrekang mayoritas petani dan program ini sangat efektif jika dijalankan di kabupaten enrekang dengan kondisi cuaca ekstrem dan serangan hama yang kerap terjadi membuat petani mengalami kerugian besar tanpa jaminan” ucapnya

Ironisnya lagi, sikap Bupati Enrekang dan wakil bupati enrekang sangat disayangkan yang tidak bersedia menemui massa aksi untuk berdialog langsung dengan alasan keduanya secara bersamaan keluar kota dan keluar daerah .

“Kami datang dengan itikad baik untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Namun sangat disayangkan, Bupati dan wakil bupati Kabupaten Enrekang justru memilih untuk menghindar dan tidak berani berdiskusi, terutama terkait isu gagal panen yang sangat krusial bagi petani,”* tegas Indra Wijaya.

Tak cuma itu, GEMA ERUT menilai bahwa 100 hari pertama pemerintahan ini belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan masalah-masalah mendasar yang menyangkut kesejahteraan masyarakat yang tidak sejalan dengan tagline enrekang Sejahtra.

Aksi ini menjadi bentuk peringatan bahwa masyarakat tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan dan kelambanan kinerja birokrasi.

“Kami juga menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak perwakilan kantor Bupati dan meminta agar pemerintah segera membuka ruang dialog terbuka dan menindaklanjuti dua poin tuntutan tersebut secara serius dan juga dengan tegas bahwa aksi ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengawalan lebih luas terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah daerah ke depan”tutur indra nama sapaanya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 26 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Admin

Sumber Berita: GEMA ERUT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Berita Terbaru