Warga Teriak, Jalan Matuju Hancur 10 Tahun Tak Diperbaiki

BONE, DNID.co.id – Kerusakan jalan poros Desa Matuju, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, kian parah dan memicu keluhan luas dari warga.

Jalan penghubung ke Desa Mattoanging, Kecamatan Tellu Siattinge, tampak mengenaskan: aspal terkelupas, lubang menganga, dan genangan air menjadi pemandangan sehari-hari.

Warga menduga, biang keladi kerusakan tersebut adalah lalu lintas truk bermuatan berat yang saban hari melintas tanpa kontrol. Truk-truk tambang yang disebut-sebut berasal dari aktivitas ilegal menjadi sorotan utama.

“Setiap hari truk tambang lewat, muatannya berat-berat. Jalannya jadi cepat hancur,” ungkap Anca, salah satu pengguna jalan, Sabtu (29/6/2025).

Tidak hanya itu, truk pengangkut dari sebuah pabrik beras yang beroperasi di sekitar lokasi juga dinilai turut memperparah kondisi jalan. Kendaraan tersebut diduga membawa muatan melebihi kapasitas yang ditetapkan untuk jalan kelas kabupaten.

“Bukan cuma tambang, truk pabrik juga bikin jalan makin parah,” lanjut Anca.

Warga menuding pihak berwenang lalai. Berkali-kali keluhan dilontarkan, namun hingga kini tak satu pun mendapat respons konkret.

Mereka mendesak adanya tindakan tegas berupa penertiban kendaraan bertonase besar dan segera dilakukan perbaikan infrastruktur.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas kendaraan melebihi tonase dan kerusakan yang ditimbulkan.

Ironisnya, jalan yang rusak ini merupakan jalur vital yang menghubungkan tiga kecamatan Tellu Siattinge, Awangpone, dan Cenrana. Sudah lebih dari sepuluh tahun, jalan ini tak tersentuh perbaikan, padahal fungsinya krusial bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 30 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Berita Terbaru