Bupati Toraja Utara Komitmen Usut Dugaan Honorer Siluman Yang Lolos Seleksi P3K  

Toraja Raya, DNID.co.id- Bupati Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) Frederick Viktor Palimbong, menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan keberadaan “honorer siluman” yang diduga lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang belum lama ini diumumkan hasilnya.

Langkah ini diambil untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses seleksi P3K di lingkungan Pemerintah Kabupaten yang berjuluk Bumi Pong Tiku.

“Karena kita diburu waktu, kita akan mengirimkan surat kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk meminta waktu tambahan guna melakukan verifikasi ulang terhadap P3K yang baru saja dinyatakan lulus,” sebut Frederick pada media ini via whatsapp, Jumat 4 Juli 2025.

Frederick menjelaskan bahwa, pihaknya tetap menghargai dan menghormati seluruh proses seleksi yang telah ditetapkan oleh Panselnas. Namun, demi menjamin keabsahan hasil seleksi dan menghindari adanya peserta yang tidak sah, ia menegaskan perlunya peninjauan ulang terhadap seluruh berkas peserta, khususnya mereka yang dicurigai sebagai honorer siluman.

“Kami tetap menghormati proses yang sudah dijalankan oleh Panselnas. Namun, kami akan meninjau ulang berkas peserta P3K, khususnya mereka yang terindikasi sebagai honorer siluman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Toraja Utara meminta kepada para tenaga honorer yang merasa dirugikan akibat praktik tersebut untuk melapor langsung kepadanya. Ia menilai bahwa, sesama honorer umumnya mengetahui satu sama lain, sehingga keberadaan peserta yang lolos tanpa memenuhi persyaratan seharusnya bisa segera diidentifikasi.

“Tentu mereka sesama tenaga honorer saling mengetahui rekan kerja. Jika ada nama yang lolos, sementara persyaratannya tidak sepenuhnya terpenuhi maka akan kita pertimbangkan untuk membatalkan kelulusannya,” tegas Frederick.

Untuk mendalami dugaan ini, Bupati Torut menginstruksikan Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Toraja Utara untuk melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap seluruh data peserta P3K.

Selain itu, penelusuran juga akan akan dilakukan di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk instansi pendidikan seperti sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.

Namun demikian, Frederick memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada dua instansi tersebut untuk menuntaskan investigasi ini.

“Kita beri waktu dua minggu untuk fokus menuntaskan permasalahan honorer siluman ini. Kita ketahui beban gaji pegawai sudah sangat memberatkan APBD. Jadi sangat disayangkan apabila pegawainya masuk melalui cara ilegal. Kasihan juga bagi mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun,” pungkasnya.

 

*** Yustus

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 4 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Yustus

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Berita Terbaru