Pegawai RS Swasta Lulus PPPK 2025, Inspektorat Menemukan Data Honorer Tidak Pernah Aktif

Toraja Raya, DNID.co.id- Muncul dugaan tidak sedikit honorer bodong atau honorer siluman lulus seleksi PPPK 2025.

Yang termasuk honorer siluman atau honorer fiktif, antara lain masa kerja kurang dari 2 tahun, tetapi bisa masuk kategori R2 (honorer K2) atau R3 (honorer database)

Satu temuan yang mencolok yakni, lolosnya seorang petugas dari Rumah Sakit (RS) Swasta sebagai PPPK. Hal itu terungkap dalam percakapan para honorer di sebuah WA grup peserta seleksi PPPK 2025.

Nama tersebut tercatat tak pernah mengabdi di instansi pemerintah, namun berhasil memperoleh Surat Keterangan (Suket), ungkap para mantan peserta yang merasa dipermainkan oleh proses seleksi, Minggu (20/7/2025).

Menyikapi hal-hal berkaitan dengan honorer bodong alias honorer siluman yang diperiksa awal Inspektorat dari 40 orang yang diselidiki, ada 35 diantaranya disinyalir tak pernah aktif sebagai honorer.

Informasi dihimpun media ini bahwa, ada beberapa nama yang lolos PPPK diduga merupakan titipan dari pejabat di lingkungan OPD. Kecurigaan ini diperkuat dengan pola keterlibatan sejumlah kepala dinas dan pejabat struktural dalam proses tanpa transparansi.

Nah, fenomena siluman dalam seleksi masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan tergolong sistematis. Tindakan ini suatu penzaliman terhadap mereka yang sudah mengabdi belasan tahun sebagai honorer.

“Kita berharap ke Bupati Toraja Utara, jika ada peserta seleksi PPPK terbukti menggunakan data palsu, supaya dibatalkan. Jika perlu proses secara hukum,” sebut mereka di groub Whatsapp (WA), bongkar honorer siluman PPPK Toraja Utara.

 

*** Megasari/Yustus

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 21 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Megasari/Yustus

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya
Gubernur Andi Sudirman Dampingi Menko Zulhas, 22,5 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Makassar
Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap
Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Berita ini 294 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WITA

Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:09 WITA

Gubernur Andi Sudirman Dampingi Menko Zulhas, 22,5 Ton Beras Disalurkan untuk Warga Makassar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Berita Terbaru

Sosial Politik

Resmi Dilantik, Chaidir Syam Menjadi Sekretaris DPW PAN Sulsel

Kamis, 8 Okt 2026 - 05:48 WITA