Dua Sopir Ditangkap, 24 Ton Pupuk Bersubsidi Gagal Masuk Pasar Gelap

Bangka Belitung ,Dnid.co.id – Dua truk besar meluncur di bawah terik matahari Bangka Tengah, Rabu (20/8/2025) pagi. Asap knalpotnya pekat, muatannya rapi terbungkus karung. Namun, di balik setiap karung pupuk bersubsidi itu tersimpan niat culas: mempermainkan harga, menekan petani, dan meraup untung dari keringat rakyat kecil.

Patroli rutin Sat PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung berubah jadi drama pengungkapan. “Dua truk berisi pupuk subsidi pemerintah ini diamankan di simpang empat Hotel Soll Marina Jalan Koba Bangka Tengah,” ujar Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, Selasa (26/8/2025).

24 Ton Terselamatkan

Dari balik bak truk, polisi menemukan 480 karung pupuk, total 24 ton. Seluruhnya berasal dari Lampung, siap dilempar ke Bangka Belitung dengan selisih harga mencolok. Sopir truk, Ro (33) dan Bu (36), tak berkutik. Kini keduanya sudah ditetapkan tersangka.

“Modusnya mencari untung. Mereka membeli Rp180 ribu per karung, lalu dijual lagi Rp200 ribu di Babel,” jelas Fauzan.

Ancaman Bagi Petani

Bagi petani kecil, selisih harga itu ibarat jerat. Pupuk subsidi adalah urat nadi produksi pangan. Setiap karung yang dialihkan secara ilegal mengancam kelangkaan dan membuat harga melambung.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Babel pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga perwakilan PT Pupuk Indonesia. Semua dilibatkan untuk memastikan kasus ini ditindak tuntas.

Hukum Tanpa Ampun

Para tersangka dijerat pasal berlapis, mulai dari UU Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi hingga aturan tata kelola pupuk bersubsidi terbaru. Ancaman hukumannya bisa menembus enam tahun penjara.

“Ini komitmen Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo: tidak ada ruang bagi mafia pupuk. Semua akan ditindak tegas,” tegas Fauzan.

Di simpang jalan itu, 24 ton pupuk berhasil diselamatkan. Namun pesan moralnya jauh lebih berat: permainan di balik pupuk subsidi bukan sekadar kejahatan ekonomi, melainkan pengkhianatan terhadap petani yang memberi makan negeri.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 26 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID CO.ID BABEL

Sumber Berita: Humas Polda Babel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kabut Asap Menyelimuti Padang Pariaman, Pemkab Bagikan Lebih dari 50 Ribu Masker dan Tiadakan Car Free Day
Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Didorong Menembus Pasar Nasional hingga Internasional
Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:13 WITA

Kabut Asap Menyelimuti Padang Pariaman, Pemkab Bagikan Lebih dari 50 Ribu Masker dan Tiadakan Car Free Day

Selasa, 22 September 2026 - 01:08 WITA

Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Didorong Menembus Pasar Nasional hingga Internasional

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:24 WITA

Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA