Makassar, DNID.co.id–Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia ( MKTI) Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Penanaman Pohon, yang dilaksanakan di desa Pucak kecamatan Tompobulu kabupaten Maros, Minggu ( 7/12/2025).
Penananam pohon ini merupakan rangkaian dari hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang dilaksanakan setiap tanggal 28 Oktober
Sekertaris MKTI Sulawesi Selatan yang juga ketua Panitia Dr.Hasanuddin Molo dalam laporannya mengatakan bahwa bahwa tujuan dari kegiatan penanaman pohon ini adalah pertama, dalam Rangka meningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim,

Kedua, mengimplementasikan program penghijauan dan reboisasi di daerah aliran sungai (DAS) termasuk menghijaukan wilayah Desa Pucak, sebagai Desa Konservasi dan Pro Iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga, Meningkatkan dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Serta menjadikan Desa Pucak sebagai Desa Penghasil Aneka Buah Produktif.
“Dengan demikian, kegiatan menanam pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat Desa Pucak Kecamatan Tompobulu” ungkap Dr. Hasanuddin Molo yang sehari harinya adalah dosen fakultas kehutanan Unismuh Makassar.
Selanjutnya Hasan mengatakan bahwa Kegiatan ini berlangsung atas Kerjasama yang baik antara Balai BPDAS Jeneberang Saddang dengan MKTI, dan Pemerintah Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kepala Desa Pucak kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Abdul Rasak menyambut baik kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di wilayahnya.
“Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada MKTI Sulsel yang membawa program dan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di desa kami” ungkap Abdul Rasak.
“Secara khusus saya juga menyampaikan ucapan terimakasi kepada Bapak Professor Yusran yang membawa program ini ke desa kami,”ujarnya
Sementara itu, ketua Masyarakat Konservasi Tanah dan Air (MKTI) Sulawesi Selatan, Prof.Dr.Ir. Yusran Yusuf. MS.i.IPU., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini sangat relevan karena saat ini kita semua melihat di media bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara, yang salah satu penyebabnya adalah kerusakan lingkungan. Oleh karena itu kita terus mendorong dan terus bersama dalam gerakan menanam pohon.
“Untuk desa Pucak , kami fokus untuk menanam pohon serba guna atau yang biasa disebut MPTS ( Multy Purpose Trees)” ujarnya.
“Pohon serbaguna adalah pohon seperti pohon biasa tapi menghasilkan buah, jadi yang diambil adalah buahnya bukan kayunya,” ujar Yusran
Selanjutnya Ia berharap desa Pucak kedepannya dapat menjadi kampung buah yang dapat menghasilkan buah buah produktif.
Dibagian akhir sambutannya, Yusran Yusuf menyebut bahwa kita harus bersikap ‘ Thinking globally, action locally’ yang artinya bahwa kita bisa saja berpikir global tapi aksi kita tetap mengutamakan tempat kita berada.
Penanaman pohon di desa pucak turut dihadiri Kepala DLH Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin,S.STP.MH.,
Perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS Jeneberang Saddang), Kepala Desa Pucak, KPHÂ Bulusaraung.
Para Anggota Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) diantaranya;
Sekertaris MKTI Sulsel, Dr. Hasanuddin Lowo, Dr. Ir. Andi Tenriola Rivai, M.Si, Andi Dipa Rahayu, 3. Marhumah, S.Km. M.Ling.,Ir. M. Daud, M.Si, IPM. C,EIA.
Serta 300 perwakilan Mahasiswa kehutanan dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Makassar, penyuluh serta warga desa Pucak
Adapun Jumlah Bibit pohon MPTS yang ditanam dan distribusikan sebanyak 325 batang terdiri atas:
1.Bibit Pohon Rambutan sebanyak; 200 batang
2. Bibit Pohon Mangga Produktif 25 batang
3. Bibit Pohon Pala 100 batang
Sementara lokasi penanaman adalah di
– Kantor Desa & Sekitarnya,
– P4S Balla Ratea, Pucak.
– Pekarangan Masing-Masing Masyarakat (MT)
Penulis : MT
Editor : Mursalim Thahir




























