Viral Dugaan Pungli Komunitas Travel, Kasat Lantas Polres Gowa Angkat Bicara

DNID.CO.ID–GOWA– Dugaan praktik setoran dan pembekingan terhadap komunitas mobil Travel yang menyeret nama oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres gowa menjadi sorotan publik. Isu tersebut viral setelah pengakuan salah satu anggota komunitas travel yang menyebut adanya iuran bulanan demi “perlindungan” di jalan raya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Gowa, AKP Muhammad Muaz, secara tegas membantah adanya anggota Sat Lantas Polres Gowa yang disebut menerima setoran jutaan rupiah dari sopir travel.

“Setahu saya, saya sudah lima bulan di sini, tidak ada travel yang kami perlakukan secara khusus. Kenal saya juga tidak ada. Mungkin ada sopir travel yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan anggota Polantas kami, Pak SFR. Tapi kalau terkait perlakuan khusus apalagi sampai menerima setoran, saya pastikan itu tidak ada,” ujar AKP Muhammad Muaz.

Ia menegaskan, seluruh pengendara, termasuk mobil travel, diperlakukan sama di wilayah hukum Polres Gowa. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang membahayakan keselamatan berlalu lintas.

“Setiap pelanggaran, apalagi sampai membahayakan dalam berlalu lintas, pasti akan kami tindaki. Jadi tidak ada perlakuan khusus terhadap travel apa pun,” tegasnya.

Sebelumnya, dugaan praktik setoran mencuat setelah pengakuan AN (28), anggota komunitas mobil travel bernama G 36. Ia menyebut adanya iuran wajib sebesar Rp50 ribu per bulan yang harus dibayarkan oleh seluruh anggota, terlepas dari ada atau tidaknya penumpang.

“Dapat atau tidak penumpang, wajib bayar iuran anggota sebesar Rp50 ribu per bulan. Ketua G 36 itu Daeng RK asal Jeneponto. Total anggota 60 lebih, tandanya ada stiker G 36 di depan atau belakang mobil,” ungkap AN, Senin (15/12/2025).

AN juga menyebut nama seorang oknum Polantas berinisial SFR yang diduga menjadi penghubung komunitas tersebut dengan aparat di lapangan.

“Polantas namanya SFR tugas di Gowa menerima setoran. Kalau sebagai anggota komunitas tidak ditilang. Kalau ada yang ditilang, sisa telpon pak Ketua, lalu Ketua telpon Pak SFR agar diurus,” tambahnya.

Bahkan, AN mengklaim adanya pembiaran terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih.

“Kalau bayar iuran, biar buka bagasi dan ada lagi muatan di atasnya mobil, amanmi itu pak. Biar full muatan karena ada pak SFR,” terangnya.

Ia juga menyebut sanksi internal bagi anggota yang tidak membayar iuran.

“Tutup buku tiap tanggal 18. Kalau tidak mau bayar iuran, cabut stiker G 36,” katanya.

Tak hanya itu, AN mengungkap dugaan intimidasi terhadap travel yang tidak tergabung dalam komunitas tersebut.

“Kalau tidak ikut komunitas pak SFR, pasti pak SFR yang ambil (tilang),” tutupnya.

Menanggapi tudingan tersebut, SFR membantah keras seluruh pengakuan AN. Ia menegaskan tidak pernah menerima setoran maupun membekingi komunitas travel mana pun.

“Tidak ada Pak, tidak benar kalau saya terima setoran Pak. Banyak memang komunitas mobil, termasuk dengan tulisan stiker G 36 yang pernah saya lihat di jalanan Pak,” ujar SFR, Selasa (16/12/2025).

SFR juga mengaku tidak mengenal sosok Daeng RK yang disebut sebagai ketua komunitas G 36.

“Saya tidak kenal Pak, tidak ada saya beking komunitas,” tegasnya.

Hingga kini, isu dugaan setoran tersebut masih menjadi perhatian publik. Sat Lantas Polres Gowa memastikan tetap terbuka terhadap klarifikasi dan berkomitmen menegakkan aturan lalu lintas secara profesional dan transparan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 17 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhee

Sumber Berita: Wawancara Narasumber dan Siaran Pers

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027
Gudang Puskesmas Ballaparang Terbakar, Polsek Rappocini Amankan Lokasi Kejadian
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 12:52 WITA

Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027

Rabu, 4 November 2026 - 09:12 WITA

Gudang Puskesmas Ballaparang Terbakar, Polsek Rappocini Amankan Lokasi Kejadian

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Berita Terbaru