PLTN ThorCon Masih Wacana, Warga Perlang Minta Opini Publik Tak Digiring

Lubuk Besar, DNID.co.id — Riuh polemik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh ThorCon Power Indonesia di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, kembali memanas. Namun di balik perdebatan publik yang kian mengeras, warga justru mempertanyakan satu hal mendasar: sejak kapan mendengarkan sosialisasi dianggap sebagai bentuk keberpihakan? Jumat (10/1/2026).

Sejumlah warga Desa Perlang menilai narasi yang berkembang telah bergeser, dari diskusi energi menjadi penghakiman sosial. Kehadiran masyarakat dalam forum sosialisasi kerap dicap sebagai dukungan terhadap PLTN, padahal proyek tersebut masih sebatas wacana panjang yang belum menyentuh ranah perizinan strategis.

Salah seorang warga Perlang, Kimsiar, secara terbuka mengkritik sikap sinis sebagian pihak yang dinilainya menggiring opini publik secara prematur.

“Coba jawab, salahnya apa kita dengar sosialisasi PLTN ThorCon? Efek baik, buruk, dan manfaatnya itu apa, ya harus mendengarkan sendiri,” ujar Kimsiar kepada DNID.co.id.

Menurut Kimsiar, kehadiran warga murni untuk memperoleh informasi langsung dari pemrakarsa, bukan bentuk persetujuan, apalagi komitmen dukungan terhadap pembangunan PLTN.

Ia menegaskan, dalam kegiatan sosialisasi yang digelar, tidak pernah ada agenda pengambilan sikap, penandatanganan persetujuan, ataupun penggalangan dukungan warga.

“Tidak ada bahas setuju atau tidak. Kita hanya mendengarkan sosialisasi, itu saja. Terus salahnya apa?” katanya dengan nada heran.

Dalam perspektif Kimsiar, sosialisasi merupakan tahapan awal yang lazim dalam setiap rencana pembangunan berskala besar, terlebih proyek berisiko tinggi seperti PLTN. Ia menilai, menutup ruang dengar justru berpotensi melahirkan disinformasi dan konflik horizontal.

Fakta di lapangan menunjukkan, sosialisasi PLTN ThorCon tidak hanya berlangsung di Desa Perlang. Kegiatan serupa telah digelar di sejumlah desa, kantor kecamatan, hingga forum resmi seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Bangka Tengah. Namun, sorotan publik justru mengerucut ke Perlang, seolah desa ini menjadi episentrum konflik energi nasional.

Kimsiar juga membantah keras isu yang menyebutkan bahwa rencana PLTN telah memecah belah masyarakat Desa Perlang. Menurutnya, kehadiran warga bersifat sukarela dan justru membuka ruang dialog tentang masa depan energi Bangka Belitung.

“Kami atas nama masyarakat puas mendengarkannya. Di sanalah kita tukar pendapat, berdiskusi tentang sumber energi ini,” ujarnya.

Realisasi Masih Jauh, Bergantung Keputusan Pusat

Di balik riuh perdebatan, Kimsiar mengingatkan publik untuk bersikap realistis. Wacana PLTN di Bangka Belitung, katanya, bukan barang baru. Isu tersebut telah muncul sejak 2011, namun hingga kini tak satu pun batu pertama diletakkan.

“Dulu investor China katanya target selesai 2018. Sekarang ThorCon dari Amerika sudah sosialisasi dari tahun 2020-an. Sudah lima tahun masih sosialisasi. Apakah pasti jalan ini barang? Sementara izin-izin belum ada,” ungkapnya.

Ia menekankan, masa depan proyek PLTN sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Pusat, terutama terkait penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Tanpa payung kebijakan pusat, Kimsiar menilai proyek tersebut akan sulit bergerak, meski mendapat dukungan di tingkat daerah.

Menutup pernyataannya, Kimsiar meminta semua pihak—baik aktivis, elite politik, maupun media—untuk tidak menggiring opini seolah-olah warga Perlang telah terbelah secara ekstrem antara pendukung dan penolak PLTN.

“Jangan giring opini seolah-olah warga Perlang sudah terbelah. Di mana pun pasti ada yang setuju dan ada yang tidak. Tapi sekali lagi, mendengarkan sosialisasi, salahnya di mana?” pungkasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 9 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: DNID BABEL

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan
MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan
Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan
Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman
Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena
Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:32 WITA

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sabtu, 7 November 2026 - 13:45 WITA

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:13 WITA

Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan

Sabtu, 7 November 2026 - 01:43 WITA

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WITA

Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena

Jumat, 6 November 2026 - 22:02 WITA

Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Berita Terbaru