Tragis, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Sedalam 10 Meter di Jeneponto
Ilustrasi bocah 10 tahun tenggelam di embung Jeneponto. (Dok.IST)
DNID.CO.ID–JENEPONTO– Musibah tragis menimpa seorang bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Seorang anak bernama Gani dilaporkan tenggelam di sebuah embung yang berada di Dusun Bonto Te’ne, Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, pada Minggu (8/2/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WITA dan sontak menggegerkan warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tenggelam saat berenang bersama tiga orang rekannya di embung yang berada tepat di belakang rumahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Andi Patoppoi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menduga korban awalnya bermain di sekitar area berair sebelum akhirnya tenggelam.
“Iya betul, belum terevakuasi yang pastinya anak berumur 10 tahun. Yang saya takutkan dia bermain di pinggir selokan atau dimanakah dan mungkin kakinya tergelincir,” ujar Andi Pattopoi saat dikonfirmasi DNID.co.id, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Gani bersama tiga rekannya, Fahri, Paris, dan Nuska, pergi ke sebuah embung dengan kedalaman sekitar 10 meter. Mereka sempat berenang menggunakan jeriken sebagai alat bantu pelampung.
Namun nahas, saat berada di tengah embung, korban diketahui melepaskan jeriken yang digunakannya. Karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam ke dasar embung.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban panik dan segera berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Upaya pencarian dilakukan oleh warga setempat bersama tim BPBD Jeneponto. Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih tiga jam
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
BPBD Jeneponto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak saat berada di luar rumah.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berpotensi membahayakan seperti embung atau genangan air yang dalam,” ucap Andi Patoppoi yang juga Ketua RAPI Wilayah 12 Jeneponto.
Selain itu, BPBD Jeneponto turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Segenap tim BPBD Kabupaten Jeneponto turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda Gani. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tragis, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Sedalam 10 Meter di Jeneponto
SENIN, 9 FEBRUARI 2026
DNID.CO.ID–JENEPONTO– Musibah tragis menimpa seorang bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Seorang anak bernama Gani dilaporkan tenggelam di sebuah embung yang berada di Dusun Bonto Te’ne, Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, pada Minggu (8/2/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WITA dan sontak menggegerkan warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tenggelam saat berenang bersama tiga orang rekannya di embung yang berada tepat di belakang rumahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Andi Patoppoi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menduga korban awalnya bermain di sekitar area berair sebelum akhirnya tenggelam.
"Iya betul, belum terevakuasi yang pastinya anak berumur 10 tahun. Yang saya takutkan dia bermain di pinggir selokan atau dimanakah dan mungkin kakinya tergelincir," ujar Andi Pattopoi saat dikonfirmasi DNID.co.id, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Gani bersama tiga rekannya, Fahri, Paris, dan Nuska, pergi ke sebuah embung dengan kedalaman sekitar 10 meter. Mereka sempat berenang menggunakan jeriken sebagai alat bantu pelampung.
Namun nahas, saat berada di tengah embung, korban diketahui melepaskan jeriken yang digunakannya. Karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam ke dasar embung.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban panik dan segera berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Upaya pencarian dilakukan oleh warga setempat bersama tim BPBD Jeneponto. Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih tiga jam
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
BPBD Jeneponto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak saat berada di luar rumah.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berpotensi membahayakan seperti embung atau genangan air yang dalam," ucap Andi Patoppoi yang juga Ketua RAPI Wilayah 12 Jeneponto.
Selain itu, BPBD Jeneponto turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
"Segenap tim BPBD Kabupaten Jeneponto turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda Gani. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutupnya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.