Tenaga Ahli Bupati Bantaeng Disoal, Praktisi Hukum Sebut ‘Jabatan Hutang Politik’

Praktisi Hukum Bantaeng, Yudha Jaya. (Foto:Yudha)

Praktisi Hukum Bantaeng, Yudha Jaya. (Foto:Yudha)

BANTAENG, DNID.co.id – Keberadaan tenaga ahli di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan berbagai kalangan.

Selain biayanya yang dikeluarkan untuk tenaga ahli sangat fantastik, juga menjadi pertanyaan, apakah pekerjaan tenaga ahli itu melaksanakan pekerjaan rutin yang bisa dilakukan oleh para aparatur sipil negara (ASN).

Terkait itu, praktis hukum asal Bantaeng, Yudha Jaya, menganggap keberadaan tenaga ahli di lingkungan Pemerintah Kabupaten berpotensi memicu terjadinya pemborosan anggaran.

Pasalnya, sebut Yudha, dari segi anggaran paradoks. Satu sisi saat ini sedang dilakukan efisiensi anggaran. Sementara disisi lain biaya tenaga ahli tersebut cukup besar.

“SK yang ditanda tangani oleh Muhammad Fathul Fauzy Nurdin selaku Bupati Bantaeng pada tanggal 14 April 2025 tersebut terkesan tidak sesuai dengan efesiensi anggaran yang digaungkan oleh pemerintah pusat yang jika di jumlah total mencapai setengah miliar rupiah sampai akhir tahun 2025,” ungkap Yudha Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima DNID.co.id, Selasa (10/2/2026).

Yudha melanjutkan, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Bantaeng nomor 100.3.3.2/3/UMUM/IV/2025
tentang penunjukan tenaga ahli bupati Bantaeng tahun anggaran 2025, mencapai delapan orang.

Ironisnya lagi, delapan orang tenaga ahli non ASN tersebut diduga tidak memiliki standar kualifikasi keahlian di bidangnya masing-masing.

“Dan tidak jelas laporan pertanggung jawabannya ke publik itu terkesan jabatan ‘utang politik’ dan sarat nepotisme (kekeluargaan, red),” tegasnya.

Menurut dia, kedelapan tenaga ahli tersebut digaji sebesar Rp 5 juta rupiah setiap bulan yang bersumber dari APBD Bantaeng.

“Alokasi anggarannya di titip di bagian umum sekretariat Pemda Bantaeng tahun 2025,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia pun berharap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Selatan agar segera melakukan audit terhadap kedelapan orang tersebut.

“Jangan sampai ada celah hukum yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah perihal sorotan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 10 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh Akbar Razak

Editor: Daeng Sunu

Sumber Berita: Siaran Pers Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Berita ini 265 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Berita Terbaru