Bone Ukir Prestasi di Tingkat Nasional, Program Beramal Antar ke 10 Besar Pengelolaan Sampah
Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah), berfoto bersama Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (kanan), dan Kepala DLH Bone, Dray Vibrianto, usai penyerahan penghargaan kinerja pengelolaan sampah nasional di Jakarta.
JAKARTA, DANID.co.id – Kabupaten Bone menembus peringkat 10 besar nasional dalam kinerja pengelolaan sampah kategori bupati dan wali kota se-Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).
Penghargaan diterima langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan kebersihan dan penataan lingkungan.
Selain trofi, Kabupaten Bone juga memperoleh bantuan tiga unit motor sampah untuk mendukung operasional di lapangan.
“Alhamdulillah, Bone berhasil meraih peringkat 10 bupati dan wali kota se-Indonesia. Selain trofi penghargaan, kami juga menerima bantuan tiga unit motor sampah,” ujar Andi Asman di sela kegiatan.
Rakor nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang pemberian apresiasi, tetapi juga membahas implementasi program kebersihan dan penataan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tertanggal 18 Februari 2026.
Gerakan Indonesia ASRI dirancang sebagai langkah nasional untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, aman, tertib, dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Dalam forum itu, pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Capaian Bone di tingkat nasional disebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah bersama masyarakat.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin, menggulirkan program Beramal (Bersama Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin) yang menitikberatkan pada penanganan sampah dan penataan lingkungan di berbagai wilayah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Bone yang bersih, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam agenda pengelolaan lingkungan hidup di tingkat nasional.
Sejumlah warga Kabupaten Bone menyambut positif capaian peringkat 10 nasional dalam pengelolaan sampah yang diraih pemerintah daerah.
Rahmawati, warga Kecamatan Tanete Riattang, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya penanganan sampah mulai menunjukkan hasil yang terlihat di lapangan.
“Sekarang sudah lebih sering lihat motor sampah keliling. Lingkungan juga terasa lebih bersih dibanding sebelumnya. Penghargaan ini memang pantas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ardi, pelaku usaha kecil di pusat kota Bone. Ia mengaku program kebersihan yang digalakkan pemerintah berdampak langsung pada kenyamanan pelanggan.
“Kalau lingkungan bersih, pembeli juga lebih nyaman datang. Kami sebagai pelaku usaha tentu mendukung penuh gerakan kebersihan ini,” katanya.
Sementara itu, Nurhayati, warga pesisir, berharap capaian tersebut tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi terus ditingkatkan melalui edukasi dan penyediaan sarana pendukung.
“Semoga bukan cuma seremonial. Yang penting keberlanjutannya, termasuk sosialisasi ke masyarakat agar lebih sadar memilah dan membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.
Masyarakat berharap, dengan raihan peringkat 10 nasional ini, komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan semakin konsisten serta melibatkan partisipasi aktif warga di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bone Ukir Prestasi di Tingkat Nasional, Program Beramal Antar ke 10 Besar Pengelolaan Sampah
RABU, 25 FEBRUARI 2026
JAKARTA, DANID.co.id – Kabupaten Bone menembus peringkat 10 besar nasional dalam kinerja pengelolaan sampah kategori bupati dan wali kota se-Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).
Penghargaan diterima langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan kebersihan dan penataan lingkungan.
Selain trofi, Kabupaten Bone juga memperoleh bantuan tiga unit motor sampah untuk mendukung operasional di lapangan.
“Alhamdulillah, Bone berhasil meraih peringkat 10 bupati dan wali kota se-Indonesia. Selain trofi penghargaan, kami juga menerima bantuan tiga unit motor sampah,” ujar Andi Asman di sela kegiatan.
Rakor nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang pemberian apresiasi, tetapi juga membahas implementasi program kebersihan dan penataan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tertanggal 18 Februari 2026.
Gerakan Indonesia ASRI dirancang sebagai langkah nasional untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, aman, tertib, dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Dalam forum itu, pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Capaian Bone di tingkat nasional disebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah bersama masyarakat.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin, menggulirkan program Beramal (Bersama Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin) yang menitikberatkan pada penanganan sampah dan penataan lingkungan di berbagai wilayah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Bone yang bersih, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam agenda pengelolaan lingkungan hidup di tingkat nasional.
Sejumlah warga Kabupaten Bone menyambut positif capaian peringkat 10 nasional dalam pengelolaan sampah yang diraih pemerintah daerah.
Rahmawati, warga Kecamatan Tanete Riattang, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya penanganan sampah mulai menunjukkan hasil yang terlihat di lapangan.
“Sekarang sudah lebih sering lihat motor sampah keliling. Lingkungan juga terasa lebih bersih dibanding sebelumnya. Penghargaan ini memang pantas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ardi, pelaku usaha kecil di pusat kota Bone. Ia mengaku program kebersihan yang digalakkan pemerintah berdampak langsung pada kenyamanan pelanggan.
“Kalau lingkungan bersih, pembeli juga lebih nyaman datang. Kami sebagai pelaku usaha tentu mendukung penuh gerakan kebersihan ini,” katanya.
Sementara itu, Nurhayati, warga pesisir, berharap capaian tersebut tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi terus ditingkatkan melalui edukasi dan penyediaan sarana pendukung.
“Semoga bukan cuma seremonial. Yang penting keberlanjutannya, termasuk sosialisasi ke masyarakat agar lebih sadar memilah dan membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.
Masyarakat berharap, dengan raihan peringkat 10 nasional ini, komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan semakin konsisten serta melibatkan partisipasi aktif warga di seluruh wilayah Kabupaten Bone.