Agus Puji Nilai Pertumbuhan Ekonomi Butuh Energi Nuklir

Jakarta,DNID.Co.Id – Rencana pemerintah untuk segera mengeksekusi pembangunan PLTN di Indonesia menuai beragam pendapat dari pakar energi. Anggota Dewan Energi Nasional 2021-2025, Agus Puji Prasetyono menilai rencana ini merupakan langkah penting dalam mencapai transisi energi di tanah air. Jum’at (27/2/2026)

“Konsumsi energi per kapita kita rendah. Ini menandakan sektor industri belum tumbuh optimal, dan elektrifikasi belum sepenuhnya merata,” kata Agus dalam paparannya pada agenda Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana Pembangunan PLTN di Pangkalpinang (7/2/2026).

Caption : Dr Ir Agus Puji Prasetyono anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Periode 2021-2025 saat menjadi narasumber diskusi publik, Aston Emidary Bangka Hotel Conference Center Pangkalpinang, Sabtu 7 Febuari 2026.

Ia menegaskan bahwa persoalan energi nasional tidak semata berkaitan dengan kapasitas produksi, tetapi juga menyangkut ketimpangan akses. Hingga kini, masih terdapat wilayah terpencil dan kepulauan yang belum menikmati pasokan listrik secara memadai akibat keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas energi. Kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah jika tidak segera diatasi melalui kebijakan yang lebih progresif.

Masalah energi nasional kian kompleks ketika melihat laju pertumbuhan pembangkit listrik yang dinilai stagnan. Agus menyebut, Indonesia saat ini hanya mampu menambah kapasitas pembangkit sekitar 3–3,5 gigawatt (GW) per tahun. Angka tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, serta lonjakan kebutuhan energi di masa depan.

“Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan, pertumbuhan pembangkit harus melonjak tiga sampai empat kali lipat, minimal 6–7 GW per tahun,” tegasnya.

Namun, menurut Agus, persoalan energi nasional tidak berhenti pada sisi pembangkitan. Ia juga mengkritisi kondisi sistem transmisi dan distribusi listrik yang belum memadai. Ketimpangan jaringan membuat pasokan listrik tidak merata, efisiensi sistem rendah, dan memperbesar jurang pembangunan antarwilayah. Tanpa penguatan jaringan, peningkatan kapasitas pembangkit dinilai tidak akan memberikan manfaat optimal.

Di sisi lain, Indonesia tengah didorong oleh target global untuk menurunkan emisi karbon. Transisi menuju energi bersih menjadi agenda yang tidak terelakkan. Namun Agus menilai, transisi energi masih menghadapi hambatan struktural. Energi baru dan terbarukan belum cukup stabil untuk menopang beban dasar (base load) sistem kelistrikan nasional, sementara ketergantungan pada energi fosil semakin berisiko dalam jangka panjang.

Agus mengingatkan bahwa arah kebijakan pemerintah telah mengalami perubahan signifikan. Jika dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) nuklir masih ditempatkan sebagai opsi terakhir, maka dalam PP Nomor 40 Tahun 2025 posisinya bergeser menjadi instrumen penting dalam menyeimbangkan sistem energi dan mencapai target dekarbonisasi.

“Ini perubahan paradigma. Nuklir bukan lagi pilihan darurat, tapi bagian dari solusi jangka panjang,” ujarnya.

Meski demikian, Agus menekankan bahwa pembangunan PLTN tidak dapat dipandang semata sebagai proyek fisik. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan atau kegagalan program nuklir nasional. Tanpa SDM yang kompeten, aman, dan tersertifikasi, teknologi secanggih apa pun menyimpan risiko tinggi dalam implementasinya.

“Ini bukan hanya soal energi, tapi juga pembangunan manusia. Tapi semua itu harus disiapkan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, dan regulasi yang konsisten,” tegas Agus. (*)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 27 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: DNID BABEL

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rapimnas FSP PP SPSI Dukung Jumhur Hidayat Jadi Ketum KSPSI 2027-2032
Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Dikira Mau Ditilang, Pengendara di Bone Ini Malah Dikasih Hadiah Oleh Kapolres
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers
Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Hitungan Jam Pembukaan Porprov Sulsel XVIII, KONI Bone Pastikan Empat Venue Bermasalah Siap Digunakan
Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 01:54 WITA

Rapimnas FSP PP SPSI Dukung Jumhur Hidayat Jadi Ketum KSPSI 2027-2032

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 21:51 WITA

Dikira Mau Ditilang, Pengendara di Bone Ini Malah Dikasih Hadiah Oleh Kapolres

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WITA

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WITA

Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial

Kamis, 5 November 2026 - 18:13 WITA

Hitungan Jam Pembukaan Porprov Sulsel XVIII, KONI Bone Pastikan Empat Venue Bermasalah Siap Digunakan

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WITA

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WITA

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran

Berita Terbaru