Pemkot Makassar Gelar Pasar Murah Setiap Hari di 9 Kelurahan

Makassar,DNID.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Makassar menggelar gerakan pasar murah di berbagai kelurahan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meninjau pelaksanaan pasar murah di dua lokasi pertama, yakni Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea dan Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso, Rabu, (11/03/2026).

Munafri mengatakan pasar murah ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan hingga Lebaran.

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan pasar murah, Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Perum Bulog dan Perumda Pasar Makassar Raya untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap terjaga.

“Pemerintah Kota bekerja sama dengan Bulog dan PD Pasar memaksimalkan pembukaan pangan murah untuk masyarakat. Ini untuk memastikan pasokan tidak dimainkan oleh pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Munafri.

Untuk memastikan pasar murah menjangkau seluruh masyarakat di seluruh wilayah, Munafri menjelaskan pasar murah tersebut digelar setiap hari di sembilan titik kelurahan di Kota Makassar hingga H-1 Idulfitri.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga eceran yang lebih terjangkau serta mencegah adanya spekulasi harga di pasaran.

“Kita membuka setiap hari di sembilan titik di Kota Makassar agar masyarakat bisa membeli dengan harga eceran yang sudah ditetapkan. Penjualannya juga dibatasi supaya tidak ada oknum yang memanfaatkan harga murah ini untuk dijual kembali,” jelasnya.

Pembatasan tersebut, lanjut Munafri, untuk mengatasi lonjakan harga pangan yang biasanya dipicu oleh kelangkaan barang akibat penimbunan atau distribusi yang tidak lancar.

Munafri menambahkan, pasar murah juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau barang langka karena ada yang menyimpan atau menimbun, harga pasti naik dan kasihan masyarakat karena daya beli mereka tidak kuat. Ini yang bisa memicu inflasi. Pasar murah ini dilakukan sampai H-1 sebelum Lebaran,” jelasnya.

Lebih jauh, Munafri juga memastikan ketersediaan stok bahan pangan dalam program tersebut tetap aman karena seluruh pasokan dikoordinasikan langsung dengan Bulog.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar, seperti beras 5 kilogram seharga Rp57.000, telur per rak Rp56.000, gula 1 kilogram Rp17.500, serta minyak goreng 1 liter Rp15.000.

Di Kelurahan Kapasa, pasar murah juga menyediakan komoditas lain seperti bawang, sayuran, hingga ayam beku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

Munafri berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di Kota Makassar selama Ramadan hingga Lebaran.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 11 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pemkot Makassar

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Berita Terbaru