Polisi Telusuri Dugaan Mafia Solar di SPBU Tarowang Jeneponto
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jeneponto Ipda Abdul Rachman (kiri) dan terduga oknum mafia solar subsidi berinisial BSN (kanan).
Jeneponto, DNID.co.id – Kepolisian mulai merespons kabar viral terkait dugaan praktik mafia BBM jenis solar yang disebut bebas melakukan pengisian jerigen di SPBU Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jeneponto, Ipda Abdul Rachman, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi yang beredar tersebut.
“Kami akan telusuri siapa yang dimaksud dalam berita itu,” ujar Abdul Rachman saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/3/2026).
Ia menyebutkan, pihak kepolisian akan mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan praktik pengisian BBM menggunakan jerigen oleh oknum yang disebut sebagai mafia solar.
Penelusuran ini dilakukan menyusul beredarnya foto yang memperlihatkan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen oleh oknum diduga mafia solar viral di media sosial, WhatsApp.
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Tarowang berkode 74.923.07, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/3/2025).
Dalam foto tersebut, terlihat seorang pria mengenakan topi hitam, sweater berwarna gelap dan celana pendek hitam sedang mengisi jerigen di salah satu nosel.
Sementara seorang operator perempuan tampak berdiri tanpa melakukan tindakan.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut jika pria tersebut berinisial BSN yang diduga mafia solar di wilayah Tarowang.
“Khusus nosel 4 (SPBU Tarowang) dikuasai BSN seorang mafia solar, tidak ada yang campuri,” ujarnya kepada DNID.co.id via telepon, Selasa (10/3/2026).
Ia juga mengklaim jika praktik itu diduga atas perintah manager SPBU Tarowang bernama Wahab. Bahkan menurutnya, Wahab juga diduga terlibat sebagai pengepul.
“Dia (BSN) sudah lama jadi mafia, Wahab baru sekitar satu tahunan,” ucapnya.
Ia menyampaikan, BSN bahkan mendapatkan jatah BBM dalam jumlah besar setiap hari.
“150 jerigen per hari, berarti sekitar 5 ton, sisanya sekitar 3 ton,” ungkapnya.
Sementara itu, Wahab saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membantah adanya perlakuan khusus terhadap BSN di SPBU yang dikelolanya.
“Tidak ada khusus di sini bosku, yang diisi (oleh BSN dalam foto yang beredar) itu milik jerigen nelayan,” jelas Wahab.
Terkait operator SPBU yang terlihat tidak menegur saat pengisian jerigen berlangsung, Wahab mengaku telah mengambil tindakan tegas.
“Sudah saya lakukan pemecatan bosku karena saya sudah terapkan yang begitu,” katanya.
Ia juga membantah BSN mendapatkan jatah hingga 5 ton BBM per hari.
“Info dari mana itu pak sampai sejumlah begitu. Terus minyak dari mana dia ambil sebanyak begitu, sedangkan di SPBU saya hanya sekitar 6 ton laku per hari,” terangnya.
Di akhir keterangannya, Wahab mengaku sedang dalam perjalanan untuk melaporkan insiden kecelakaan lalu lintas.
“Maaf bosku saya di jalan mau laka lantas dulu untuk laporan tabrakan,” tutupnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polisi Telusuri Dugaan Mafia Solar di SPBU Tarowang Jeneponto
RABU, 11 MARET 2026
Jeneponto, DNID.co.id - Kepolisian mulai merespons kabar viral terkait dugaan praktik mafia BBM jenis solar yang disebut bebas melakukan pengisian jerigen di SPBU Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jeneponto, Ipda Abdul Rachman, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi yang beredar tersebut.
“Kami akan telusuri siapa yang dimaksud dalam berita itu,” ujar Abdul Rachman saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/3/2026).
Ia menyebutkan, pihak kepolisian akan mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan praktik pengisian BBM menggunakan jerigen oleh oknum yang disebut sebagai mafia solar.
Penelusuran ini dilakukan menyusul beredarnya foto yang memperlihatkan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen oleh oknum diduga mafia solar viral di media sosial, WhatsApp.
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Tarowang berkode 74.923.07, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/3/2025).
Dalam foto tersebut, terlihat seorang pria mengenakan topi hitam, sweater berwarna gelap dan celana pendek hitam sedang mengisi jerigen di salah satu nosel.
Sementara seorang operator perempuan tampak berdiri tanpa melakukan tindakan.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut jika pria tersebut berinisial BSN yang diduga mafia solar di wilayah Tarowang.
“Khusus nosel 4 (SPBU Tarowang) dikuasai BSN seorang mafia solar, tidak ada yang campuri,” ujarnya kepada DNID.co.id via telepon, Selasa (10/3/2026).
Ia juga mengklaim jika praktik itu diduga atas perintah manager SPBU Tarowang bernama Wahab. Bahkan menurutnya, Wahab juga diduga terlibat sebagai pengepul.
“Dia (BSN) sudah lama jadi mafia, Wahab baru sekitar satu tahunan,” ucapnya.
Ia menyampaikan, BSN bahkan mendapatkan jatah BBM dalam jumlah besar setiap hari.
“150 jerigen per hari, berarti sekitar 5 ton, sisanya sekitar 3 ton,” ungkapnya.
Sementara itu, Wahab saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membantah adanya perlakuan khusus terhadap BSN di SPBU yang dikelolanya.
“Tidak ada khusus di sini bosku, yang diisi (oleh BSN dalam foto yang beredar) itu milik jerigen nelayan,” jelas Wahab.
Terkait operator SPBU yang terlihat tidak menegur saat pengisian jerigen berlangsung, Wahab mengaku telah mengambil tindakan tegas.
“Sudah saya lakukan pemecatan bosku karena saya sudah terapkan yang begitu,” katanya.
Ia juga membantah BSN mendapatkan jatah hingga 5 ton BBM per hari.
“Info dari mana itu pak sampai sejumlah begitu. Terus minyak dari mana dia ambil sebanyak begitu, sedangkan di SPBU saya hanya sekitar 6 ton laku per hari,” terangnya.
Di akhir keterangannya, Wahab mengaku sedang dalam perjalanan untuk melaporkan insiden kecelakaan lalu lintas.
“Maaf bosku saya di jalan mau laka lantas dulu untuk laporan tabrakan,” tutupnya.