Bupati Bone Buka Festival Seni Budaya, Ajak Warga “Patarompoi” dan Angkat Semua Potensi Daerah
Pembukaan Festival Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka jadi momentum persatuan, dorong UMKM dan tampilkan potensi seni, budaya, hingga pariwisata secara terbuka dan berdaya saing.
Bone, DNID.co.id — Pembukaan Festival Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka jadi momentum persatuan, dorong UMKM dan tampilkan potensi seni, budaya, hingga pariwisata secara terbuka dan berdaya saing.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, resmi membuka Festival Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696, Jumat malam di Lapangan Merdeka. Pembukaan ditandai dengan ajakan memperkuat persatuan melalui tema “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”.
Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi putra-putri daerah, mulai dari pelajar hingga mahasiswa, yang menampilkan beragam pertunjukan seni seperti tarian tradisional, lagu daerah, hingga kreasi seni lainnya di panggung utama.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival bukan sekadar hiburan, tetapi momentum strategis untuk mendorong ekonomi masyarakat.
“Momen seperti ini kita bisa membuka wadah untuk pelaku UMKM, dan juga momen ini yang paling tepat untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi serta melihat perputaran ekonomi dari kuliner yang ada di lokasi Lapangan Merdeka,” ujar Bupati.
Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengangkat potensi daerah melalui semangat patarompoi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk patarompoi Wanua Bone, artinya mengangkat, memunculkan apa yang ada di Bone seperti seni, ekonomi, budaya, pariwisata, pertanian, pembangunan, dan yang lain agar Bone terus menjadi lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Bupati memberi peringatan tegas kepada dewan juri agar menjaga integritas dalam penilaian lomba.
“Saya meminta juri lebih profesional dan terbuka, betul-betul menilai yang pantas jadi juara. Karena terkadang ada penampilan yang hebat tetapi masih ada hal yang tersimpan karena si A si B,” katanya.
Ia menekankan bahwa keadilan dalam penilaian penting untuk menjaga semangat kompetisi.
“Berikan kesempatan yang pantas berjuara agar lebih bersemangat untuk berlomba. Lebih menilai transparansi, lebih terbuka, profesional. Karena biasa ada kegiatan lomba yang juaranya itu-itu terus saja, hilangkan budaya itu. Kita mau berikan kesempatan kepada yang berjiwa prestasi dan layak menjadi juara,” pungkasnya.
Festival ini menjadi salah satu agenda utama perayaan Hari Jadi Bone ke-696 yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bupati Bone Buka Festival Seni Budaya, Ajak Warga “Patarompoi” dan Angkat Semua Potensi Daerah
SABTU, 4 APRIL 2026
Pembukaan Festival Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka jadi momentum persatuan, dorong UMKM dan tampilkan potensi seni, budaya, hingga pariwisata secara terbuka dan berdaya saing.
Bone, DNID.co.id — Pembukaan Festival Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka jadi momentum persatuan, dorong UMKM dan tampilkan potensi seni, budaya, hingga pariwisata secara terbuka dan berdaya saing.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, resmi membuka Festival Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696, Jumat malam di Lapangan Merdeka. Pembukaan ditandai dengan ajakan memperkuat persatuan melalui tema “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”.
Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi putra-putri daerah, mulai dari pelajar hingga mahasiswa, yang menampilkan beragam pertunjukan seni seperti tarian tradisional, lagu daerah, hingga kreasi seni lainnya di panggung utama.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival bukan sekadar hiburan, tetapi momentum strategis untuk mendorong ekonomi masyarakat.
“Momen seperti ini kita bisa membuka wadah untuk pelaku UMKM, dan juga momen ini yang paling tepat untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi serta melihat perputaran ekonomi dari kuliner yang ada di lokasi Lapangan Merdeka,” ujar Bupati.
Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengangkat potensi daerah melalui semangat patarompoi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk patarompoi Wanua Bone, artinya mengangkat, memunculkan apa yang ada di Bone seperti seni, ekonomi, budaya, pariwisata, pertanian, pembangunan, dan yang lain agar Bone terus menjadi lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Bupati memberi peringatan tegas kepada dewan juri agar menjaga integritas dalam penilaian lomba.
“Saya meminta juri lebih profesional dan terbuka, betul-betul menilai yang pantas jadi juara. Karena terkadang ada penampilan yang hebat tetapi masih ada hal yang tersimpan karena si A si B,” katanya.
Ia menekankan bahwa keadilan dalam penilaian penting untuk menjaga semangat kompetisi.
“Berikan kesempatan yang pantas berjuara agar lebih bersemangat untuk berlomba. Lebih menilai transparansi, lebih terbuka, profesional. Karena biasa ada kegiatan lomba yang juaranya itu-itu terus saja, hilangkan budaya itu. Kita mau berikan kesempatan kepada yang berjiwa prestasi dan layak menjadi juara,” pungkasnya.
Festival ini menjadi salah satu agenda utama perayaan Hari Jadi Bone ke-696 yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal