Korban Pengeroyokan Sebut ‘Percuma Lapor Polisi’, Para Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

Ahmad Irgi, korban pengeroyokan mengaku kecewa lambannya kinerja penyidik Polrestabes Makassar. (dok.Arief)

Ahmad Irgi, korban pengeroyokan mengaku kecewa lambannya kinerja penyidik Polrestabes Makassar. (dok.Arief)

Makassar, DNID.co.id – Seorang mahasiswa asal Kota Kendari menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di sekitar Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, pada 4 Mei 2026 lalu. Meski kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polrestabes Makassar, korban menilai proses penanganannya berjalan lamban.

Laporan polisi tersebut tercatat dengan nomor: LP/B/1038/V/2026/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR tertanggal 4 Mei 2026.

Korban bernama Ahmad Irgi mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada perkembangan signifikan dari penyidik Sat Reskrim Polrestabes Makassar. Ia menyebut para pelaku masih bebas berkeliaran dan dirinya belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Belum ada SP2HP diberikan oleh penyidik dan pelaku belumpi ada yang diamankan sampai sekarang,” ujar Ahmad kepada DNID, Senin (18/5/2026).

Ahmad berharap aparat kepolisian segera bergerak cepat untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

“Harapan saya semoga bisa ditindaklanjuti secepatnya, tangkap semua pelaku, karena kalau tidak saya akan melapor ke Propam Polda Sulsel,” tegasnya.

Korban pengeroyokan, Ahmad Irgi, mengaku kecewa lambannya kinerja penyidik Polrestabes Makassar. (dok.Arief)

Ia kemudian menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Menurut Ahmad, insiden itu terjadi saat dirinya dalam perjalanan pulang ke rumah sekitar pukul 05.00 WITA. Tiba-tiba ia dipepet oleh beberapa mobil yang berisi sejumlah orang.

“Kasus pengeroyokan di Jalan Alauddin, sekitar jam 5 pagi, saya dihadang oleh sekitar 10 orang lebih, yang saya ketahui lelaki berinisial L,” ungkap Ahmad.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ahmad mengalami luka lebam di bagian wajah dekat mata serta memar di sejumlah bagian tubuh. Tidak hanya itu, kaca depan mobil miliknya juga pecah dirusak para pelaku.

“Mobil saya pecah kacanya, mata saya lebam dan bengkak, tidak ada persoalan tiba-tiba saya dicegat,” tambahnya.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan aksi kriminalitas jalanan di Kota Makassar. Lambannya penanganan perkara juga memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan aparat dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kini perhatian publik tertuju pada Polrestabes Makassar untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada penyidik Polrestabes Makassar yang menangani kasus pengeroyokan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 18 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Masyarakat Boyong, Kampoa, dan Tamanroya Tolak Rencana Tambang Pasir CV ABM di Muara Sungai Boyong
Mulai Lembaran Baru, 17 Warga Binaan Lapas Makassar Dibebaskan Bersyarat
Muak Warga Ngamuk, Mafia Solar Lintas Kabupaten Bebas Kuras BBM Tiap Hari di Bone 
Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP
Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros
Pupuk Subsidi dari Bone Dibawa Kabur ke Pasangkayu untuk Sawit, 4 Truk 800 Sak Diciduk, Pengiriman Pertama Lolos
Perang Kelompok dan TPPO Terungkap, Polda Sulsel Rilis Hasil Penindakan
Polda Sulsel Ungkap Kasus Perang Kelompok di Kota Makassar
Berita ini 456 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:41 WITA

Masyarakat Boyong, Kampoa, dan Tamanroya Tolak Rencana Tambang Pasir CV ABM di Muara Sungai Boyong

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Mulai Lembaran Baru, 17 Warga Binaan Lapas Makassar Dibebaskan Bersyarat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:55 WITA

Muak Warga Ngamuk, Mafia Solar Lintas Kabupaten Bebas Kuras BBM Tiap Hari di Bone 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:41 WITA

Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Pupuk Subsidi dari Bone Dibawa Kabur ke Pasangkayu untuk Sawit, 4 Truk 800 Sak Diciduk, Pengiriman Pertama Lolos

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Perang Kelompok dan TPPO Terungkap, Polda Sulsel Rilis Hasil Penindakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Polda Sulsel Ungkap Kasus Perang Kelompok di Kota Makassar

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Mulai Lembaran Baru, 17 Warga Binaan Lapas Makassar Dibebaskan Bersyarat

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:40 WITA