Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros

Maros,DNID.co.id – Berdasarkan Data AQI terkait tren kualitas udara tahunan, Kualitas Udara Maros tahun 2026 merupakan yang paling tercemar dalam tiga tahun terakhir (2024, 2025 dan 2026). Pada tahun 2024 tingkat ketercemaran udara Maros berada di angka 63, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2025 nilai AQI 56, lalu naik lagi menjadi 70 pada tahun 2026.
Pada tahun 2024 tingkat ketercemaran terparah terjadi di bulan September dengan nilai AQI 79, tahun 2025 terjadi pada bulan Oktober dengan nilai AQI 69, dan di tahun 2026 ketercemaran terparah terjadi pada bulan Oktober dengan nilai AQI 140.
Puncak kualitas udara terburuk Maros di bulan Oktober 2026 terjadi pada tanggal 15 dengan nilai AQI 207 (kategori sangat tidak sehat). Keadaan ini menjadikannya yang terburuk di Sulawesi Selatan (Sulsel) bahkan di Pulau Sulawesi.

Memburuknya kualitas udara Maros di bulan Oktober 2026, disebabkan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hal ini disampaikan Bupati Maros Chaidir Syam, saat turun langsung membagikan masker ke sekolah-sekolah dan pengendara yang melintas di jalan Poros Makassar-Maros.

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah para siswa dan masyarakat umum terpapar udara PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain membagikan masker secara langsung, Chaidir Syam juga mengeluarkan imbauan kewajiban menggunakan masker saat berkativias di luar rumah, serta mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar terhindar dari paparan udara PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Bupati Maros Chaidir Syam membagikan masker secara langsung kepada siswa sekolah di wilayah Kecamatan Turikale, Kota Maros, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pembagian masker dilakukan di tiga sekolah, yakni UPTD SDN 30, UPTD SDN 3, dan SMPN 1 Maros. Pembagian masker di sekolah ini merupakan langkah preventif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk melindungi siswa dari paparan udara PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan kondisi udara Maros akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk kategori sangat tidak sehat, sehingga pihaknya menginstruksikan kewajiban menggunakan masker di seluruh instansi pemerintahan, termasuk sekolah.

“Kondisi udara kita dalam beberapa hari terakhir ini sangat buruk, masuk kategori sangat tidak sehat menurut data BMKG. Bahkan kondisi udara kita merupakan yang terburuk di Sulawesi Selatan (Sulsel),” kata Chaidir Syam.
Membagikan masker di sekolah, Chaidir Syam juga mengedukasi langsung para siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan memakai masker agar terhindar dari paparan udara PM2.5.

“Anak-anakku sekalian kondisi udara kita saat ini sangat buruk karena kebakaran hutan dimana-damana. Ini sangat tidak baik untuk kesehatan, jadi gunakan masker saat berangkat sekolah, kalau perlu ingatkan orang tua untuk membeli masker,” ujarnya di hadapan siswa.

Selain itu, Chaidir Syam juga mengimbau kepada para siswa untuk mengurangi aktivitas di luar ruang kelas.

“Anak-anakku sekalian kalau perlu di dalam kelas saja aktivitasnya, jangan terlalu banyak di luar ruangan agar terhindar dari paparan udara tidak sehat,” imbaunya.

Puncak tertinggi udara terburuk di Maros terjadi pada Rabu, 15 Oktober kemarin, dengan nilai AQI 207, tertinggi di Sulsel. Namun demikian, Bupati Maros dalam penjelasannya saat membagikan masker di sekolah mengungkapkan perlahan kondisi tersebut mulai menurun.

“Kemarin kualitas udara kita masuk kategori sangat tidak baik dengan nilai AQI di atas 200. Alhamdulillah, hari ini, Kamis, 15 Oktober, kondisinya sedikit menurut dengan nilai AQI di bawah 200. Tapi ini masih masuk kategori sangat tidak baik, dan semoga terus menurun,” pungkasnya. (*)

​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 22 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pemkab Maros

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Polda Babel Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, 45 Anak Butuh Rp8 Juta per Bulan
Polda Babel Gelar Strong Point Pagi, Wakapolda Pantau Keselamatan Pelajar di Pangkalpinang
Patroli Polisi Amankan Pria dengan Dugaan Sabu 7,76 Gram di Mentok
Kejari Bangka Tengah Bongkar Dugaan Korupsi Dana KONI
Truk Pasir Parkir di Badan Jalan, Diduga Picu Kecelakaan Maut di Poros Pallangga Gowa
Tertimpa Kontainer di Takalar, Dua Mahasiswi Jalani Amputasi Kaki di RS Siloam Makassar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:41 WITA

Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WITA

Polda Babel Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, 45 Anak Butuh Rp8 Juta per Bulan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:57 WITA

Polda Babel Gelar Strong Point Pagi, Wakapolda Pantau Keselamatan Pelajar di Pangkalpinang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WITA

Patroli Polisi Amankan Pria dengan Dugaan Sabu 7,76 Gram di Mentok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Kejari Bangka Tengah Bongkar Dugaan Korupsi Dana KONI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:13 WITA

Truk Pasir Parkir di Badan Jalan, Diduga Picu Kecelakaan Maut di Poros Pallangga Gowa

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Mulai Lembaran Baru, 17 Warga Binaan Lapas Makassar Dibebaskan Bersyarat

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:40 WITA