Kemenag Makassar Perkuat Kompetensi Penyuluh Lewat Pembinaan PAI Award 2026
Makassar,DNID.co.id — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Makassar menggelar kegiatan Pembinaan PAI Award 2026 di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi dan inovasi para penyuluh agama Islam dalam menghadapi ajang PAI Award tingkat nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Kasi Bimas Islam H. Ambo Sakka Ambo, Ketua IPARI Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua IPARI Kota Makassar, para peserta PAI Award, serta tim pendamping masing-masing kategori.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam H. Ambo Sakka Ambo menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti PAI Award akan mendapatkan pendampingan intensif dari tim pembina agar seluruh program dan inovasi yang diusung dapat tersusun secara maksimal.
“Peserta PAI Award tidak bekerja sendiri, tetapi didampingi oleh tim agar seluruh program yang dipersiapkan lebih matang, terarah, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan terdapat sembilan kategori yang menjadi fokus pembinaan dalam PAI Award 2026, yakni peningkatan generasi Al-Qur’an, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, penegakan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, serta gerakan anti korupsi.
Sementara itu, Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad menegaskan bahwa ajang PAI Award merupakan wadah untuk mengembangkan potensi, kompetensi, dan inovasi para penyuluh agama agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“PAI Award hadir untuk membangun kompetensi dan menghadirkan penyuluh agama yang inovatif, adaptif, serta mampu menjaga suasana masyarakat yang kondusif,” tegas H. Muhammad.
Ia juga mendorong seluruh peserta agar tidak ragu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut“Kalau kita memiliki kompetensi tetapi tidak mau tampil, berarti kita sedang meninggalkan potensi diri sendiri.
“Jangan mengingkari kemampuan yang ada dalam diri kita, karena itu bisa membuat kita tertinggal dan hanya menjadi penonton,” ujarnya memberi motivasi.
Menurutnya, keberhasilan dalam PAI Award tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekuatan kerja tim, diskusi, serta kesiapan dalam menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Susun semuanya dengan baik, perbanyak diskusi dengan tim pendamping agar terlihat mana yang sudah kuat dan mana yang perlu dilengkapi. Tetap semangat berinovasi dan tunjukkan bahwa penyuluh agama Kota Makassar mampu bersaing,” tambahnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Makassar berharap para peserta mampu menghadirkan program penyuluhan yang kreatif, solutif, dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan pembinaan umat di era modern.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kemenag Makassar Perkuat Kompetensi Penyuluh Lewat Pembinaan PAI Award 2026
KAMIS, 21 MEI 2026
Makassar,DNID.co.id — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Makassar menggelar kegiatan Pembinaan PAI Award 2026 di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi dan inovasi para penyuluh agama Islam dalam menghadapi ajang PAI Award tingkat nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, Kasi Bimas Islam H. Ambo Sakka Ambo, Ketua IPARI Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua IPARI Kota Makassar, para peserta PAI Award, serta tim pendamping masing-masing kategori.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam H. Ambo Sakka Ambo menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti PAI Award akan mendapatkan pendampingan intensif dari tim pembina agar seluruh program dan inovasi yang diusung dapat tersusun secara maksimal.
“Peserta PAI Award tidak bekerja sendiri, tetapi didampingi oleh tim agar seluruh program yang dipersiapkan lebih matang, terarah, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan terdapat sembilan kategori yang menjadi fokus pembinaan dalam PAI Award 2026, yakni peningkatan generasi Al-Qur’an, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, penegakan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, serta gerakan anti korupsi.
Sementara itu, Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad menegaskan bahwa ajang PAI Award merupakan wadah untuk mengembangkan potensi, kompetensi, dan inovasi para penyuluh agama agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“PAI Award hadir untuk membangun kompetensi dan menghadirkan penyuluh agama yang inovatif, adaptif, serta mampu menjaga suasana masyarakat yang kondusif,” tegas H. Muhammad.
Ia juga mendorong seluruh peserta agar tidak ragu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut“Kalau kita memiliki kompetensi tetapi tidak mau tampil, berarti kita sedang meninggalkan potensi diri sendiri.
"Jangan mengingkari kemampuan yang ada dalam diri kita, karena itu bisa membuat kita tertinggal dan hanya menjadi penonton,” ujarnya memberi motivasi.
Menurutnya, keberhasilan dalam PAI Award tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekuatan kerja tim, diskusi, serta kesiapan dalam menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Susun semuanya dengan baik, perbanyak diskusi dengan tim pendamping agar terlihat mana yang sudah kuat dan mana yang perlu dilengkapi. Tetap semangat berinovasi dan tunjukkan bahwa penyuluh agama Kota Makassar mampu bersaing,” tambahnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Makassar berharap para peserta mampu menghadirkan program penyuluhan yang kreatif, solutif, dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan pembinaan umat di era modern.