Silaturahmi Sesepuh dan Kader Menguatkan Konsolidasi Menghadapi Agenda Politik Mendatang
BELITUNG TIMUR ,Dnid.Co.Id –Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur mulai memanaskan mesin politik lebih awal. Melalui Forum Silaturahmi Sesepuh Partai Golkar yang digelar di Sekretariat DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Senin (1/6/2026), jajaran pengurus, kader aktif, hingga tokoh senior partai berkumpul untuk memperkuat konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.
Forum yang dihadiri Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur Nadiarsyah, Bendahara DPD II sekaligus Anggota DPRD Beltim Zulchaidir, Wakil Ketua DPRD Beltim Dwi Nanda Putra, Anggota DPRD Beltim Aprialdi Simbolon, serta kader dari berbagai kecamatan itu menjadi ajang menyatukan kembali kekuatan partai setelah kontestasi politik sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, perhatian tertuju pada kehadiran sesepuh Golkar, Haji Muhammad Muas. Mantan Anggota DPR RI itu dinilai sebagai salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun dan membesarkan Golkar di Belitung maupun Belitung Timur.
Ketua DPD II Partai Golkar Beltim, Nadiarsyah, menegaskan bahwa konsolidasi hingga tingkat desa menjadi langkah strategis yang tengah dijalankan partainya. Menurutnya, soliditas kader menjadi kunci utama untuk menjaga eksistensi sekaligus meningkatkan kekuatan politik Golkar pada agenda demokrasi mendatang.
“Kami ingin seluruh kader tetap kompak dan solid dalam memperjuangkan kemenangan Golkar pada agenda politik mendatang. Kehadiran tokoh senior seperti Haji Muhammad Muas menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat konsolidasi partai,” kata Nadiarsyah.
Tak hanya berbicara soal kekuatan organisasi, Nadiarsyah juga menegaskan komitmen partai dalam memenuhi keterwakilan perempuan di struktur kepengurusan dan aktivitas politik Golkar sebagai bagian dari penguatan organisasi yang lebih inklusif.
Sementara itu, Muhammad Muas menyampaikan pesan keras kepada seluruh kader agar Golkar tidak kehilangan jati diri sebagai partai yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak akan bertahan jika hanya dikuasai kepentingan kelompok tertentu.
“Golkar harus menjadi milik masyarakat. Partai ini harus tumbuh bersama rakyat dan hadir untuk memperjuangkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat luas,” tegas Muhammad Muas di hadapan kader.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan yang dibangun atas dasar pengabdian, bukan sekadar mengejar jabatan atau kepentingan pribadi. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah organisasi, mulai dari pengambilan keputusan hingga perjuangan politik di tengah masyarakat.
Muhammad Muas turut mendorong agar tokoh-tokoh senior dan kader lama yang pernah berkontribusi membesarkan Golkar tetap dirangkul. Pengalaman mereka, menurutnya, merupakan aset penting yang dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi kader muda.
Forum silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun di balik nuansa kekeluargaan itu, tersimpan pesan politik yang jelas: Golkar Belitung Timur mulai merapatkan barisan, menyatukan generasi senior dan kader muda, serta membangun kekuatan sejak dini untuk menghadapi pertarungan politik pada 2029 dan 2031.
Dengan konsolidasi yang terus diperkuat hingga akar rumput, Golkar Belitung Timur berharap mampu meningkatkan capaian politiknya sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat pada pemilu mendatang.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Silaturahmi Sesepuh dan Kader Menguatkan Konsolidasi Menghadapi Agenda Politik Mendatang
SENIN, 1 JUNI 2026
BELITUNG TIMUR ,Dnid.Co.Id –Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur mulai memanaskan mesin politik lebih awal. Melalui Forum Silaturahmi Sesepuh Partai Golkar yang digelar di Sekretariat DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Senin (1/6/2026), jajaran pengurus, kader aktif, hingga tokoh senior partai berkumpul untuk memperkuat konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.
Forum yang dihadiri Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur Nadiarsyah, Bendahara DPD II sekaligus Anggota DPRD Beltim Zulchaidir, Wakil Ketua DPRD Beltim Dwi Nanda Putra, Anggota DPRD Beltim Aprialdi Simbolon, serta kader dari berbagai kecamatan itu menjadi ajang menyatukan kembali kekuatan partai setelah kontestasi politik sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, perhatian tertuju pada kehadiran sesepuh Golkar, Haji Muhammad Muas. Mantan Anggota DPR RI itu dinilai sebagai salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun dan membesarkan Golkar di Belitung maupun Belitung Timur.
Ketua DPD II Partai Golkar Beltim, Nadiarsyah, menegaskan bahwa konsolidasi hingga tingkat desa menjadi langkah strategis yang tengah dijalankan partainya. Menurutnya, soliditas kader menjadi kunci utama untuk menjaga eksistensi sekaligus meningkatkan kekuatan politik Golkar pada agenda demokrasi mendatang.
“Kami ingin seluruh kader tetap kompak dan solid dalam memperjuangkan kemenangan Golkar pada agenda politik mendatang. Kehadiran tokoh senior seperti Haji Muhammad Muas menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat konsolidasi partai,” kata Nadiarsyah.
Tak hanya berbicara soal kekuatan organisasi, Nadiarsyah juga menegaskan komitmen partai dalam memenuhi keterwakilan perempuan di struktur kepengurusan dan aktivitas politik Golkar sebagai bagian dari penguatan organisasi yang lebih inklusif.
Sementara itu, Muhammad Muas menyampaikan pesan keras kepada seluruh kader agar Golkar tidak kehilangan jati diri sebagai partai yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak akan bertahan jika hanya dikuasai kepentingan kelompok tertentu.
“Golkar harus menjadi milik masyarakat. Partai ini harus tumbuh bersama rakyat dan hadir untuk memperjuangkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat luas,” tegas Muhammad Muas di hadapan kader.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan yang dibangun atas dasar pengabdian, bukan sekadar mengejar jabatan atau kepentingan pribadi. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah organisasi, mulai dari pengambilan keputusan hingga perjuangan politik di tengah masyarakat.
Muhammad Muas turut mendorong agar tokoh-tokoh senior dan kader lama yang pernah berkontribusi membesarkan Golkar tetap dirangkul. Pengalaman mereka, menurutnya, merupakan aset penting yang dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi kader muda.
Forum silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun di balik nuansa kekeluargaan itu, tersimpan pesan politik yang jelas: Golkar Belitung Timur mulai merapatkan barisan, menyatukan generasi senior dan kader muda, serta membangun kekuatan sejak dini untuk menghadapi pertarungan politik pada 2029 dan 2031.
Dengan konsolidasi yang terus diperkuat hingga akar rumput, Golkar Belitung Timur berharap mampu meningkatkan capaian politiknya sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat pada pemilu mendatang.