Empat Hari Hilang, Jejak Kamaludin Belum Terungkap,Pencarian Diperluas
BANGKA BARAT, Dnid.Co.Id — Misteri hilangnya Kamaludin (60), warga Desa Tugang, Kabupaten Bangka Barat, masih belum terpecahkan. Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Minggu (7/6/2026), tim SAR gabungan kembali memperluas area penyisiran setelah seluruh upaya pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil.
Korban dilaporkan hilang sejak Kamis lalu saat berada di kawasan kebun yang berbatasan dengan hutan dan aliran sungai. Hingga pukul 16.00 WIB, tim SAR yang menyisir sejumlah titik strategis belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan secara intensif menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESAR) di kawasan hutan seluas sekitar 6 kilometer persegi. Sementara itu, tim lainnya menyusuri aliran sungai sepanjang area pencarian sekitar 8 kilometer persegi menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel, mengakui operasi di lapangan menghadapi berbagai kendala yang membuat proses pencarian tidak berjalan mudah.
“Meskipun sudah dilakukan penyisiran yang lebih luas, hingga pukul 16.00 WIB hasil pencarian masih nihil. Kami terus menghadapi tantangan di lapangan, terutama jalur penyisiran yang terbatas dan ancaman hewan buas di sekitar lokasi sungai,” ujar Mikel.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena area pencarian didominasi vegetasi rapat, jalur berlumpur, serta akses yang cukup sulit dijangkau. Selain menguras tenaga personel, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan utama dalam setiap pergerakan tim di lapangan.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan dari Kantor SAR Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, TNI, Polri, perangkat desa, serta sedikitnya 25 warga yang secara sukarela ikut membantu pencarian. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan besarnya perhatian terhadap keselamatan korban sekaligus upaya maksimal untuk menemukan Kamaludin.
Pada sore hari, seluruh unsur yang terlibat menggelar debriefing guna mengevaluasi hasil pencarian dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama operasi berlangsung. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi baru untuk pencarian hari kelima yang akan dilanjutkan pada Senin (8/6/2026).
Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencarian secara maksimal hingga keberadaan korban dapat dipastikan. Namun demikian, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama mengingat medan operasi yang dinilai cukup ekstrem dan berisiko.
Di tengah belum adanya perkembangan signifikan, masyarakat sekitar diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda, barang milik korban, maupun informasi lain yang dapat membantu proses pencarian.
Empat hari telah berlalu sejak Kamaludin dilaporkan hilang. Namun hingga kini, keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar yang terus menyita perhatian warga dan tim penyelamat di Bangka Barat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Empat Hari Hilang, Jejak Kamaludin Belum Terungkap,Pencarian Diperluas
MINGGU, 7 JUNI 2026
BANGKA BARAT, Dnid.Co.Id — Misteri hilangnya Kamaludin (60), warga Desa Tugang, Kabupaten Bangka Barat, masih belum terpecahkan. Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Minggu (7/6/2026), tim SAR gabungan kembali memperluas area penyisiran setelah seluruh upaya pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil.
Korban dilaporkan hilang sejak Kamis lalu saat berada di kawasan kebun yang berbatasan dengan hutan dan aliran sungai. Hingga pukul 16.00 WIB, tim SAR yang menyisir sejumlah titik strategis belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan secara intensif menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESAR) di kawasan hutan seluas sekitar 6 kilometer persegi. Sementara itu, tim lainnya menyusuri aliran sungai sepanjang area pencarian sekitar 8 kilometer persegi menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel, mengakui operasi di lapangan menghadapi berbagai kendala yang membuat proses pencarian tidak berjalan mudah.
"Meskipun sudah dilakukan penyisiran yang lebih luas, hingga pukul 16.00 WIB hasil pencarian masih nihil. Kami terus menghadapi tantangan di lapangan, terutama jalur penyisiran yang terbatas dan ancaman hewan buas di sekitar lokasi sungai," ujar Mikel.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena area pencarian didominasi vegetasi rapat, jalur berlumpur, serta akses yang cukup sulit dijangkau. Selain menguras tenaga personel, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan utama dalam setiap pergerakan tim di lapangan.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan dari Kantor SAR Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, TNI, Polri, perangkat desa, serta sedikitnya 25 warga yang secara sukarela ikut membantu pencarian. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan besarnya perhatian terhadap keselamatan korban sekaligus upaya maksimal untuk menemukan Kamaludin.
Pada sore hari, seluruh unsur yang terlibat menggelar debriefing guna mengevaluasi hasil pencarian dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama operasi berlangsung. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi baru untuk pencarian hari kelima yang akan dilanjutkan pada Senin (8/6/2026).
Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencarian secara maksimal hingga keberadaan korban dapat dipastikan. Namun demikian, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama mengingat medan operasi yang dinilai cukup ekstrem dan berisiko.
Di tengah belum adanya perkembangan signifikan, masyarakat sekitar diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda, barang milik korban, maupun informasi lain yang dapat membantu proses pencarian.
Empat hari telah berlalu sejak Kamaludin dilaporkan hilang. Namun hingga kini, keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar yang terus menyita perhatian warga dan tim penyelamat di Bangka Barat.