Kurikulum Berbasis Cinta Hadir Di Bujung Tangaya,Tekankan Kemuliaan Guru
Pangkep,DNID.co.id – MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya menggelar Workshop Implementasi KurikulumBerbasis Cinta (KBC) tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mewujudkan pembelajaran yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kasih sayang.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya. Selain itu, kegiatan ini juga berlangsung selama 3 hari, 7-9 Juli 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pangkep,Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ketua Komite MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya, Kepala MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya beserta jajaran guru.
Kepala MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya, Ratnawati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek yang harus dididik dengan kasih sayang, keteladanan, dan penghargaan terhadap potensi yang dimiliki.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep beserta jajaran yang telah memberikan perhatian dan pembinaan kepada madrasah kami,” ujarnya
“Semoga melalui workshop ini seluruh guru semakin memahami implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, membangun karakter, dan memberikan dampak positif bagi peserta didik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pangkep dalam sambutannya, Abd. Hasir, mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut.
Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah dan Kementerian Agama terus terjalin dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah serta mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ramli Rasyid. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru merupakan profesi yang sangat mulia, baik di dunia maupun di akhirat.
Seorang guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan masa depan generasi bangsa.
“Profesi guru adalah profesi yang sangat istimewa. Kemuliaannya tidak hanya dirasakan ketika mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ilmu yang diajarkan memberikan manfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, marilah kita mengajar dengan penuh keikhlasan, keteladanan, dan cinta kepada peserta didik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep juga menyampaikan materi mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang diusung Kementerian Agama.
Menurutnya, implementasi KBC bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara melalui proses pembelajaran yang menghargai perbedaan, menumbuhkan empati, serta memperkuat pendidikan karakter.
Usai penyampaian materi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pangkep,
Dalam materinya, menjelaskan secara teknis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Pengawas mengajak seluruh guru untuk mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar berorientasi pada capaian akademik menjadi pembelajaran yang mengedepankan hubungan yang hangat antara guru dan peserta didik.
Ia juga memaparkan berbagai strategi penerapan KBC, mulai dari membangun komunikasi positif, menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan, memberikan penguatan karakter melalui keteladanan, hingga menjadikan cinta kasih sebagai budaya dalam kehidupan madrasah.
Menurutnya, keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta sangat ditentukan oleh komitmen guru sebagai teladan utama bagi peserta didik.
Oleh sebab itu, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat belajar peserta didik.
Workshop berlangsung dengan penuh antusias melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman serta berbagai tantangan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Melalui workshop ini diharapkan seluruh guru MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta memiliki karakter kasih sayang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan visi pendidikan Kementerian Agama.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kurikulum Berbasis Cinta Hadir Di Bujung Tangaya,Tekankan Kemuliaan Guru
SELASA, 7 JULI 2026
Pangkep,DNID.co.id - MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mewujudkan pembelajaran yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kasih sayang.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya. Selain itu, kegiatan ini juga berlangsung selama 3 hari, 7-9 Juli 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pangkep,Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ketua Komite MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya, Kepala MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya beserta jajaran guru.
Kepala MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya, Ratnawati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek yang harus dididik dengan kasih sayang, keteladanan, dan penghargaan terhadap potensi yang dimiliki.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep beserta jajaran yang telah memberikan perhatian dan pembinaan kepada madrasah kami,” ujarnya
"Semoga melalui workshop ini seluruh guru semakin memahami implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, membangun karakter, dan memberikan dampak positif bagi peserta didik," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pangkep dalam sambutannya, Abd. Hasir, mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut.
Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah dan Kementerian Agama terus terjalin dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah serta mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Ramli Rasyid. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru merupakan profesi yang sangat mulia, baik di dunia maupun di akhirat.
Seorang guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan masa depan generasi bangsa.
"Profesi guru adalah profesi yang sangat istimewa. Kemuliaannya tidak hanya dirasakan ketika mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ilmu yang diajarkan memberikan manfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, marilah kita mengajar dengan penuh keikhlasan, keteladanan, dan cinta kepada peserta didik," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep juga menyampaikan materi mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang diusung Kementerian Agama.
Menurutnya, implementasi KBC bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara melalui proses pembelajaran yang menghargai perbedaan, menumbuhkan empati, serta memperkuat pendidikan karakter.
Usai penyampaian materi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pangkep,
Dalam materinya, menjelaskan secara teknis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Pengawas mengajak seluruh guru untuk mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar berorientasi pada capaian akademik menjadi pembelajaran yang mengedepankan hubungan yang hangat antara guru dan peserta didik.
Ia juga memaparkan berbagai strategi penerapan KBC, mulai dari membangun komunikasi positif, menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan, memberikan penguatan karakter melalui keteladanan, hingga menjadikan cinta kasih sebagai budaya dalam kehidupan madrasah.
Menurutnya, keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta sangat ditentukan oleh komitmen guru sebagai teladan utama bagi peserta didik.
Oleh sebab itu, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat belajar peserta didik.
Workshop berlangsung dengan penuh antusias melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman serta berbagai tantangan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Melalui workshop ini diharapkan seluruh guru MIS Muhammadiyah Bujung Tangaya semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta memiliki karakter kasih sayang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan visi pendidikan Kementerian Agama.