Makassar – Dnid.co.id Diduga anggota Polri yang bertugas di Sorong melakukan pengrusakan kamera pengawas (CCTV) milik warga bernama Andi Sunardi di Barombong, Sulawesi Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh H. Andi Sunardi. Dimana oknum polisi tampak sengaja melakukan pengerusakan CCTV seusai pesta miras dengan terduga pelaku pelemparan rumah ponakan istri dari Andi Sunardi.
Kasus ini disebut masih berkaitan dengan laporan dugaan pelemparan rumah yang sebelumnya dialami keponakan istri H. Andi Sunardi di wilayah Barombong.
Menurut H. Andi Sunardi, sebelum dugaan pengrusakan CCTV terjadi, di depan rumahnya sempat berlangsung aktivitas pesta minuman keras yang dilakukan oleh beberapa orang termasuk anggota Polri tersebut. Tidak lama berselang, datang anggota polisi yang disebut bertugas di Sorong melakukan pengrusakan
Pelapor menduga anggota tersebut merupakan teman dari pihak yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pelemparan rumah keponakan istrinya.
“Saya tidak pernah punya persoalan dengan anggota polisi tersebut. Saya juga tidak pernah cekcok ataupun bermasalah dengannya. Karena itu saya heran mengapa sampai datang ke rumah saya,” ungkap H. Andi Sunardi.
Ia menduga kamera CCTV miliknya sengaja dirusak sehingga rekaman yang ada tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan karena CCTV merupakan salah satu alat yang dapat membantu mengungkap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar rumah.
Lebih jauh, H. Andi Sunardi mengaku merasa terancam karena berdasarkan rekaman yang sempat dilihat keluarganya, oknum anggota polisi tersebut diduga membawa senjata api saat berada di lokasi.
“Saya merasa terancam karena dalam rekaman CCTV terlihat yang bersangkutan membawa pistol. Padahal saya tidak memiliki persoalan apa pun dengan dia. Karena itu saya berharap Propam turun tangan menyelidiki dugaan ini,” katanya.
Ia menyebut oknum anggota yang dimaksud diduga merupakan personel Polri yang bertugas di Sorong dan datang bersama seseorang bernama Moang. Namun demikian, seluruh dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari pelapor dan belum mendapatkan pembenaran dari pihak yang disebutkan.
H. Andi Sunardi berharap Propam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan pengrusakan CCTV maupun dugaan intimidasi yang dialaminya. Menurutnya, proses pemeriksaan yang transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Saya berharap Propam memeriksa semua pihak yang terkait. Kalau memang tidak terbukti tentu nama baik yang bersangkutan akan pulih. Tetapi kalau terbukti, kami berharap ada tindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, pihak propam polresta gowa, belum berkomentar saat di konfirmasi.
Disebut dalam laporan aduan warga belum memberikan tanggapan maupun disampaikan pelapor. pengrusakan CCTV maupun dugaan intimidasi tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Makassar - Dnid.co.id Diduga anggota Polri yang bertugas di Sorong melakukan pengrusakan kamera pengawas (CCTV) milik warga bernama Andi Sunardi di Barombong, Sulawesi Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh H. Andi Sunardi. Dimana oknum polisi tampak sengaja melakukan pengerusakan CCTV seusai pesta miras dengan terduga pelaku pelemparan rumah ponakan istri dari Andi Sunardi.
Kasus ini disebut masih berkaitan dengan laporan dugaan pelemparan rumah yang sebelumnya dialami keponakan istri H. Andi Sunardi di wilayah Barombong.
Menurut H. Andi Sunardi, sebelum dugaan pengrusakan CCTV terjadi, di depan rumahnya sempat berlangsung aktivitas pesta minuman keras yang dilakukan oleh beberapa orang termasuk anggota Polri tersebut. Tidak lama berselang, datang anggota polisi yang disebut bertugas di Sorong melakukan pengrusakan
Pelapor menduga anggota tersebut merupakan teman dari pihak yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pelemparan rumah keponakan istrinya.
"Saya tidak pernah punya persoalan dengan anggota polisi tersebut. Saya juga tidak pernah cekcok ataupun bermasalah dengannya. Karena itu saya heran mengapa sampai datang ke rumah saya," ungkap H. Andi Sunardi.
Ia menduga kamera CCTV miliknya sengaja dirusak sehingga rekaman yang ada tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan karena CCTV merupakan salah satu alat yang dapat membantu mengungkap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar rumah.
Lebih jauh, H. Andi Sunardi mengaku merasa terancam karena berdasarkan rekaman yang sempat dilihat keluarganya, oknum anggota polisi tersebut diduga membawa senjata api saat berada di lokasi.
"Saya merasa terancam karena dalam rekaman CCTV terlihat yang bersangkutan membawa pistol. Padahal saya tidak memiliki persoalan apa pun dengan dia. Karena itu saya berharap Propam turun tangan menyelidiki dugaan ini," katanya.
Ia menyebut oknum anggota yang dimaksud diduga merupakan personel Polri yang bertugas di Sorong dan datang bersama seseorang bernama Moang. Namun demikian, seluruh dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari pelapor dan belum mendapatkan pembenaran dari pihak yang disebutkan.
H. Andi Sunardi berharap Propam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan pengrusakan CCTV maupun dugaan intimidasi yang dialaminya. Menurutnya, proses pemeriksaan yang transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
"Saya berharap Propam memeriksa semua pihak yang terkait. Kalau memang tidak terbukti tentu nama baik yang bersangkutan akan pulih. Tetapi kalau terbukti, kami berharap ada tindakan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, pihak propam polresta gowa, belum berkomentar saat di konfirmasi.
Disebut dalam laporan aduan warga belum memberikan tanggapan maupun disampaikan pelapor. pengrusakan CCTV maupun dugaan intimidasi tersebut.