Maros, DNID.co.id — Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan Eksplorasi Gua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam rentang waktu 22 Juli–3 Agustus 2026. Tim berhasil mencapai dasar Gua Leang Panning di kedalaman 110 meter dan menemukan sejumlah temuan menarik, termasuk aliran air serta fauna langka.
Gua Leang Panning yang terletak di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros ini, berhasil ditaklukkan tim pada 26 Juli 2026, setelah lima hari penelusuran.
Berada di puncak musim kemarau, tim justru menemukan aliran air di kedalaman tertentu yang menambah tantangan teknis setiap jalur penurunan.
“Gua vertikal ini terbagi menjadi tiga tingkatan atau pitch dengan kedalaman berbeda. Saat menyusuri kedalaman gua, tim masih menemukan sedikit aliran air di pitch 2 hingga pitch 3. Keberadaan air menambah tantangan teknis yang harus diantisipasi di setiap jalur turun,” ujar Haniya, Koordinator Tim Mapagama.
Setelah menuntaskan Gua Leang Panning, tim melanjutkan eksplorasi ke Gua Bidadari. Pemetaan gua horizontal yang memiliki lorong utama sepanjang 246 meter tersebut selesai pada 30 Juli 2026. Gua ini juga memiliki beberapa aula dan tiga percabangan, dengan ornamen gua yang didominasi lapisan berkilau putih yang memukau.
Di dalam Gua Bidadari, tim juga menemukan fauna langka, yakni cecak jari lengkung bermotif batik (Cyrtodactylus batik) dan kalacemeti (Phrynus longipes).
“Tantangan terbesar adalah keterbatasan jumlah personel di tengah dimensi lorong gua yang sangat bervariasi. Lebar dan tinggi gua tidak menentu, sehingga memperlama waktu penyelesaian pemetaan,” kata Rafa, Koordinator Lapangan.
Tim eksplorasi yang bernama Siruleang beranggotakan Saida A. Haniya (Fakultas Farmasi, 2025), Muhammad Rafa R. (Fakultas Teknik, 2025), Bagus Dwiputra W. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 2023), Ilyas Omar O. (Fakultas Filsafat, 2024), dan Saphira Dhiyaa A. (Fakultas Geografi, 2022). Kegiatan ini juga menjalin kerja sama dengan Mapala Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) serta Mahacitaka Makassar.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Maros, DNID.co.id — Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan eksplorasi gua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam rentang waktu 22 Juli–3 Agustus 2026. Tim berhasil mencapai dasar Gua Leang Panning di kedalaman 110 meter dan menemukan sejumlah temuan menarik, termasuk aliran air serta fauna langka.
Gua Leang Panning yang terletak di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros ini, berhasil ditaklukkan tim pada 26 Juli 2026, setelah lima hari penelusuran.
Berada di puncak musim kemarau, tim justru menemukan aliran air di kedalaman tertentu yang menambah tantangan teknis setiap jalur penurunan.
"Gua vertikal ini terbagi menjadi tiga tingkatan atau pitch dengan kedalaman berbeda. Saat menyusuri kedalaman gua, tim masih menemukan sedikit aliran air di pitch 2 hingga pitch 3. Keberadaan air menambah tantangan teknis yang harus diantisipasi di setiap jalur turun," ujar Haniya, Koordinator Tim Mapagama.
Setelah menuntaskan Gua Leang Panning, tim melanjutkan eksplorasi ke Gua Bidadari. Pemetaan gua horizontal yang memiliki lorong utama sepanjang 246 meter tersebut selesai pada 30 Juli 2026. Gua ini juga memiliki beberapa aula dan tiga percabangan, dengan ornamen gua yang didominasi lapisan berkilau putih yang memukau.
Di dalam Gua Bidadari, tim juga menemukan fauna langka, yakni cecak jari lengkung bermotif batik (Cyrtodactylus batik) dan kalacemeti (Phrynus longipes).
"Tantangan terbesar adalah keterbatasan jumlah personel di tengah dimensi lorong gua yang sangat bervariasi. Lebar dan tinggi gua tidak menentu, sehingga memperlama waktu penyelesaian pemetaan," kata Rafa, Koordinator Lapangan.
Tim eksplorasi yang bernama Siruleang beranggotakan Saida A. Haniya (Fakultas Farmasi, 2025), Muhammad Rafa R. (Fakultas Teknik, 2025), Bagus Dwiputra W. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 2023), Ilyas Omar O. (Fakultas Filsafat, 2024), dan Saphira Dhiyaa A. (Fakultas Geografi, 2022). Kegiatan ini juga menjalin kerja sama dengan Mapala Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) serta Mahacitaka Makassar.