Dari Alam Menjadi Karya: Mahasiswa KKN Kenalkan Ecoprint kepada Siswa Sekolah Dasar di Sampang

Proses Pembuatan Ecoprint

Proses Pembuatan Ecoprint

DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Malaka UIN Walisongo Semarang mengajak 16 siswa kelas VI SD Negeri Sampang 02, Kabupaten Demak, belajar membuat kerajinan ecoprint, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang digelar pukul 09.30 WIB tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal pemanfaatan bahan alam sebagai sumber inspirasi karya seni.

Kegiatan yang diinisiasi Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN Malaka itu diawali dengan pemaparan mengenai ecoprint. Mahasiswa menjelaskan konsep dasar serta proses mencetak bentuk dan warna alami tumbuhan ke permukaan kain menggunakan bahan seperti daun dan bunga.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak mengikuti demonstrasi pembuatan ecoprint dengan teknik pounding. Teknik tersebut dilakukan dengan memukul bagian atas daun atau bunga yang telah disusun di atas kain menggunakan palu sehingga bentuk dan pigmen alami tumbuhan berpindah ke permukaan kain.

Untuk praktik, mahasiswa menyediakan sejumlah perlengkapan, antara lain totebag kain, plastik, palu, tawas, dan soda. Sementara daun dan bunga dikumpulkan sendiri oleh siswa dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, setiap siswa dapat menentukan sendiri bahan dan komposisi motif sesuai kreativitas masing-masing.

Proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan totebag menggunakan larutan tawas dan soda. Setelah kain dikeringkan, siswa menyusun daun dan bunga di atas permukaan totebag sesuai motif yang diinginkan. Susunan tersebut kemudian ditutup plastik dan dipukul secara perlahan menggunakan palu.

Setelah proses pencetakan selesai, totebag kembali melalui proses perendaman menggunakan larutan tawas dan soda sebelum dikeringkan. Hasil akhirnya berupa totebag dengan motif alami yang berbeda pada setiap karya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif memilih daun dan bunga, menyusun motif, hingga mencoba sendiri teknik pounding. Meski sebagian siswa belum familiar dengan ecoprint, mereka mampu mengikuti arahan mahasiswa dan bereksperimen menghasilkan motif sesuai imajinasi.

Mahasiswa KKN Malaka menilai kegiatan tersebut tidak sekadar mengajarkan keterampilan membuat kerajinan. Ecoprint juga menjadi media untuk melatih kreativitas, koordinasi motorik, serta kemampuan siswa dalam menuangkan ide ke dalam sebuah karya.

Selain itu, penggunaan daun dan bunga dari lingkungan sekitar memberikan pengalaman kepada siswa bahwa bahan alam dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika. Pendekatan tersebut sekaligus mengenalkan pentingnya memanfaatkan lingkungan secara bijak dalam kegiatan kreatif.

Kegiatan ecoprint mendapat sambutan baik dari pihak SD Negeri Sampang 02. Sekolah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program yang ditujukan bagi siswa kelas VI tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Malaka berharap siswa semakin berani berkreasi dan mengembangkan ide tanpa terpaku pada satu bentuk atau pola. Mereka juga diharapkan mampu melihat lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi yang dapat diolah menjadi karya kreatif.

Bagi mahasiswa KKN, pengalaman membuat ecoprint bersama siswa menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran kreatif yang menggabungkan keterampilan, seni, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih dari sekadar menghasilkan totebag, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar, bereksperimen, dan menciptakan karya dengan tangan mereka sendiri. Mahasiswa KKN Malaka berharap semangat berkarya dan belajar yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 28 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru