KKN MIT Posko 25 Ajak Siswa SDN Lemahireng 05 Gemar Menabung
BAWEN, SEMARANG — Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 mengajak siswa kelas V SDN Lemahireng 05, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui sosialisasi literasi keuangan yang dikemas secara kreatif, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas V tersebut diikuti para siswa dengan antusias. Sosialisasi diawali dengan pembukaan dan sambutan Wali Kelas V SDN Lemahireng 05, Nia, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KKN mengenai pentingnya menabung dan manfaat menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang.
Dengan menggunakan bahasa sederhana dan metode interaktif, mahasiswa mengajak siswa mengenali kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, tetapi dapat dilakukan dari jumlah kecil secara konsisten.
Wali Kelas V SDN Lemahireng 05, Nia, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kebiasaan menabung sejak sekolah dasar dapat membantu siswa belajar disiplin sekaligus bertanggung jawab dalam menggunakan uang.
“Menabung itu penting dikenalkan sejak dini supaya anak-anak terbiasa menyisihkan uang dan belajar membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kegiatan seperti ini juga bagus karena anak-anak mendapatkan pemahaman dengan cara yang menyenangkan,” ujar Nia.
Belajar Menabung Lewat Kreativitas
Agar pembelajaran tidak berlangsung satu arah, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan aktivitas menggambar dan mewarnai celengan. Kegiatan tersebut menjadi media bagi siswa untuk mengingat kembali pesan tentang pentingnya menabung sekaligus menyalurkan kreativitas.
Para siswa terlihat antusias menggambar dan mewarnai celengan masing-masing. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan uang, mereka mendapatkan pengalaman belajar yang memadukan edukasi dengan aktivitas kreatif.
Deni, anggota Divisi Pendidikan Agama (Pendag) KKN MIT UIN Walisongo Posko 25, mengatakan tema gemar menabung dipilih karena kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak usia sekolah.
“Kami memilih tema gemar menabung karena kebiasaan ini sederhana, tetapi penting untuk dikenalkan sejak anak-anak. Kami ingin mereka memahami bahwa menabung tidak harus dalam jumlah besar. Yang paling penting adalah membiasakan diri menyisihkan sebagian uang secara rutin,” jelas Deni.
Menurutnya, aktivitas menggambar celengan sengaja dipadukan dengan sosialisasi agar siswa lebih mudah menerima dan mengingat materi.
“Harapannya setelah kegiatan ini anak-anak tidak hanya tahu apa itu menabung, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan menggambar celengan, kami ingin membuat pembelajaran lebih menyenangkan sehingga pesan yang disampaikan bisa lebih mudah diingat,” tambahnya.
Salah seorang siswa kelas V, Selvi, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat menggambar celengan bersama teman-temannya.
“Aku senang ikut kegiatannya, apalagi waktu menggambar celengan. Dari kegiatan ini aku jadi tahu kalau menabung itu penting dan bisa dilakukan sedikit demi sedikit,” ungkap Selvi.
Ia juga mengatakan ingin mulai lebih rutin menyisihkan uang untuk kebutuhan yang dianggap penting.
“Setelah ini aku ingin mencoba lebih rajin menabung dan menyisihkan uang supaya bisa digunakan untuk keperluan yang penting,” lanjutnya.
Kegiatan ditutup setelah seluruh rangkaian sosialisasi dan aktivitas kreatif selesai. Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 25 berharap edukasi tersebut dapat mendorong siswa menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga menjadi sarana melatih kedisiplinan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar bertanggung jawab dalam mengelola uang sejak usia sekolah.
Kegiatan di SDN Lemahireng 05 tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN MIT Posko 25 dalam menghadirkan edukasi yang informatif sekaligus menyenangkan bagi siswa melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN MIT Posko 25 Ajak Siswa SDN Lemahireng 05 Gemar Menabung
JUMAT, 28 AGUSTUS 2026
BAWEN, SEMARANG — Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 mengajak siswa kelas V SDN Lemahireng 05, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui sosialisasi literasi keuangan yang dikemas secara kreatif, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas V tersebut diikuti para siswa dengan antusias. Sosialisasi diawali dengan pembukaan dan sambutan Wali Kelas V SDN Lemahireng 05, Nia, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KKN mengenai pentingnya menabung dan manfaat menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang.
Dengan menggunakan bahasa sederhana dan metode interaktif, mahasiswa mengajak siswa mengenali kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, tetapi dapat dilakukan dari jumlah kecil secara konsisten.
Wali Kelas V SDN Lemahireng 05, Nia, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kebiasaan menabung sejak sekolah dasar dapat membantu siswa belajar disiplin sekaligus bertanggung jawab dalam menggunakan uang.
“Menabung itu penting dikenalkan sejak dini supaya anak-anak terbiasa menyisihkan uang dan belajar membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kegiatan seperti ini juga bagus karena anak-anak mendapatkan pemahaman dengan cara yang menyenangkan,” ujar Nia.
Belajar Menabung Lewat Kreativitas
Agar pembelajaran tidak berlangsung satu arah, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan aktivitas menggambar dan mewarnai celengan. Kegiatan tersebut menjadi media bagi siswa untuk mengingat kembali pesan tentang pentingnya menabung sekaligus menyalurkan kreativitas.
Para siswa terlihat antusias menggambar dan mewarnai celengan masing-masing. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan uang, mereka mendapatkan pengalaman belajar yang memadukan edukasi dengan aktivitas kreatif.
Deni, anggota Divisi Pendidikan Agama (Pendag) KKN MIT UIN Walisongo Posko 25, mengatakan tema gemar menabung dipilih karena kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak usia sekolah.
“Kami memilih tema gemar menabung karena kebiasaan ini sederhana, tetapi penting untuk dikenalkan sejak anak-anak. Kami ingin mereka memahami bahwa menabung tidak harus dalam jumlah besar. Yang paling penting adalah membiasakan diri menyisihkan sebagian uang secara rutin,” jelas Deni.
Menurutnya, aktivitas menggambar celengan sengaja dipadukan dengan sosialisasi agar siswa lebih mudah menerima dan mengingat materi.
“Harapannya setelah kegiatan ini anak-anak tidak hanya tahu apa itu menabung, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan menggambar celengan, kami ingin membuat pembelajaran lebih menyenangkan sehingga pesan yang disampaikan bisa lebih mudah diingat,” tambahnya.
Salah seorang siswa kelas V, Selvi, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat menggambar celengan bersama teman-temannya.
“Aku senang ikut kegiatannya, apalagi waktu menggambar celengan. Dari kegiatan ini aku jadi tahu kalau menabung itu penting dan bisa dilakukan sedikit demi sedikit,” ungkap Selvi.
Ia juga mengatakan ingin mulai lebih rutin menyisihkan uang untuk kebutuhan yang dianggap penting.
“Setelah ini aku ingin mencoba lebih rajin menabung dan menyisihkan uang supaya bisa digunakan untuk keperluan yang penting,” lanjutnya.
Kegiatan ditutup setelah seluruh rangkaian sosialisasi dan aktivitas kreatif selesai. Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 25 berharap edukasi tersebut dapat mendorong siswa menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga menjadi sarana melatih kedisiplinan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar bertanggung jawab dalam mengelola uang sejak usia sekolah.
Kegiatan di SDN Lemahireng 05 tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN MIT Posko 25 dalam menghadirkan edukasi yang informatif sekaligus menyenangkan bagi siswa melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.