Luwu, DNID.co.id – Keluhan mengenai pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali mencuat di media sosial. Salah satu pengisian BBM yang disorot adalah SPBU 7491903 Larompong, Jalan Poros Makassar-Palopo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sejumlah sopir truk dan pengendara kendaraan umum mengeluhkan tindakan oknum karyawan SPBU yang diduga kuat lebih mengutamakan pengisian bahan bakar menggunakan jerigen berkapasitas besar dibandingkan melayani kendaraan yang sudah mengantre panjang.
Fenomena ini memicu kekecewaan mendalam bagi para sopir truk yang mengejar waktu pengiriman barang. Berdasarkan rekaman video yang diterima DNID.co.id, antrean kendaraan khususnya truk berbahan bakar solar tampak mengular hingga ke bahu jalan raya.
Tak hanya itu, sejumlah jerigen berukuran besar terlihat berjejer di dalam kawasan SPBU. Menurut pengakuan salah seorang sopir truk, praktik mengutamakan jerigen ini sering kali dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
“Kami sudah antre berjam-jam dari tetapi pengisian jerigen didahulukan secara bergantian. Akibatnya stok BBM sering habis sebelum giliran kami tiba,” keluhannya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Muncul dugaan dari para pengendara bahwa oknum operator SPBU sengaja memprioritaskan para pembeli jerigen atau “pelansir”.
“Bisa saja ada indikasi kerjasama antara pelansir dengan operator SPBU, karena operator justru lebih mengutamakan pengisian jerigen ketimbang kendaraan,” tegasnya.
Olehnya itu, dirinya pun berharap agar praktik tersebut tidak lagi terulang. Ia juga meminta pihak manajemen SPBU agar segera menindak tegas karyawan yang “nakal”.
“Saya berharap supaya manajemen SPBU dapat bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kasihan kami sudah antre berjam-jam dan ujung-ujungnya tidak kebagian akibat pengisian jerigen tersebut,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan DNID.co.id masih berupaya untuk meminta konfirmasi pihak SPBU tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Luwu, DNID.co.id - Keluhan mengenai pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali mencuat di media sosial. Salah satu pengisian BBM yang disorot adalah SPBU 7491903 Larompong, Jalan Poros Makassar-Palopo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sejumlah sopir truk dan pengendara kendaraan umum mengeluhkan tindakan oknum karyawan SPBU yang diduga kuat lebih mengutamakan pengisian bahan bakar menggunakan jerigen berkapasitas besar dibandingkan melayani kendaraan yang sudah mengantre panjang.
Fenomena ini memicu kekecewaan mendalam bagi para sopir truk yang mengejar waktu pengiriman barang. Berdasarkan rekaman video yang diterima DNID.co.id, antrean kendaraan khususnya truk berbahan bakar solar tampak mengular hingga ke bahu jalan raya.
Tak hanya itu, sejumlah jerigen berukuran besar terlihat berjejer di dalam kawasan SPBU. Menurut pengakuan salah seorang sopir truk, praktik mengutamakan jerigen ini sering kali dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
"Kami sudah antre berjam-jam dari tetapi pengisian jerigen didahulukan secara bergantian. Akibatnya stok BBM sering habis sebelum giliran kami tiba," keluhannya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Muncul dugaan dari para pengendara bahwa oknum operator SPBU sengaja memprioritaskan para pembeli jerigen atau "pelansir".
"Bisa saja ada indikasi kerjasama antara pelansir dengan operator SPBU, karena operator justru lebih mengutamakan pengisian jerigen ketimbang kendaraan," tegasnya.
Olehnya itu, dirinya pun berharap agar praktik tersebut tidak lagi terulang. Ia juga meminta pihak manajemen SPBU agar segera menindak tegas karyawan yang "nakal".
"Saya berharap supaya manajemen SPBU dapat bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kasihan kami sudah antre berjam-jam dan ujung-ujungnya tidak kebagian akibat pengisian jerigen tersebut," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan DNID.co.id masih berupaya untuk meminta konfirmasi pihak SPBU tersebut.