Remaja di Bantaeng Berlumuran Darah Usai Dikeroyok OTK: Dibanting Hingga Tak Sadarkan Diri
Bantaeng, DNID.co.id – Kasus kekerasan kembali terjadi. Seorang remaja bernama Muh. Randy (22), warga Jalan Mawar, Kelurahan Palantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dilaporkan babak belur usai dikeroyok oleh puluhan orang tak dikenal (OTK).
Akibat insiden brutal tersebut, korban mengalami sejumlah luka, yakni robek pada alis sebelah kanan, pipi, telinga kiri, lutut kiri, hingga mengalami trauma mendalam.
Berdasarkan kronologi yang dibeberkan korban, peristiwa pengeroyok ini terjadi pada Minggu malam, (18/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Saat itu, korban di ajak oleh rekannya bernama Ancu dengan maksud pergi minum tuak di sebuah rumah yang berada di Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Bantaeng.
“Saya tidur di rumahnya teman ku (Ancu), terus saya diajak pergi minum-minum,” ujarnya kepada DNID.co.id.
Saat tiba di lokasi yang dimaksud, rupanya sepupu Ancu sedang membuat acara karena hendak berangkat ke Malaysia.
“Barusan ku tong ini na panggil sepupuku minum karena mau pergi ke Malaysia,” kata korban menirukan ucapan Ancu.
Di lokasi tersebut, ternyata terdapat perempuan disebut juga ikut minum miras. Wanita tersebut dilaporkan mabok dan korban pun dituduh mengajak perempuan tersebut minum oleh sejumlah OTK.
“Ujung-ujungnya disana kan ada perempuan ditemani minum, mabok itu perempuan saya na salahkan, na bilang gara-gara kau kasih minum ngi,” terangnya.
Tak lama kemudian, suasana disana pun dilaporkan memanas. Korban yang tidak tahu apa-apa langsung dianiaya oleh puluhan orang.
Baju putih yang dikenakan korban juga dalam kondisi robek hingga berlumuran darah.
“Dari belakang saya langsung dibanting baru dikeroyok,” tegasnya.
Dalam kondisi luka parah, korban berusaha mengumpulkan sisa tenaganya untuk menyelamatkan diri. Ia diselamatkan oleh salah seorang pria menggunakan sepeda motor menuju kota. Sementara pelaku masih mengejar korban dari belakang.
Saat ini, korban masih menjalani masa pemulihan di rumahnya dan belum bisa kembali bekerja akibat luka fisik dan dampak psikologi yang dialaminya.
Pihak keluarga korban tidak tinggal diam atas kejadian ini. Bersama sepupunya, korban telah resmi melaporkan kasus penganiayaan bersama-sama tersebut ke pihak Polres Bantaeng.
Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi kelompok OTK tersebut dan mengusut tuntas motif di balik pengeroyokan brutal ini. Keluarga berharap agar para pelaku bisa segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Remaja di Bantaeng Berlumuran Darah Usai Dikeroyok OTK: Dibanting Hingga Tak Sadarkan Diri
SENIN, 19 OKTOBER 2026
Bantaeng, DNID.co.id - Kasus kekerasan kembali terjadi. Seorang remaja bernama Muh. Randy (22), warga Jalan Mawar, Kelurahan Palantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dilaporkan babak belur usai dikeroyok oleh puluhan orang tak dikenal (OTK).
Akibat insiden brutal tersebut, korban mengalami sejumlah luka, yakni robek pada alis sebelah kanan, pipi, telinga kiri, lutut kiri, hingga mengalami trauma mendalam.
Berdasarkan kronologi yang dibeberkan korban, peristiwa pengeroyok ini terjadi pada Minggu malam, (18/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Saat itu, korban di ajak oleh rekannya bernama Ancu dengan maksud pergi minum tuak di sebuah rumah yang berada di Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Bantaeng.
"Saya tidur di rumahnya teman ku (Ancu), terus saya diajak pergi minum-minum," ujarnya kepada DNID.co.id.
Saat tiba di lokasi yang dimaksud, rupanya sepupu Ancu sedang membuat acara karena hendak berangkat ke Malaysia.
"Barusan ku tong ini na panggil sepupuku minum karena mau pergi ke Malaysia," kata korban menirukan ucapan Ancu.
Di lokasi tersebut, ternyata terdapat perempuan disebut juga ikut minum miras. Wanita tersebut dilaporkan mabok dan korban pun dituduh mengajak perempuan tersebut minum oleh sejumlah OTK.
"Ujung-ujungnya disana kan ada perempuan ditemani minum, mabok itu perempuan saya na salahkan, na bilang gara-gara kau kasih minum ngi," terangnya.
Tak lama kemudian, suasana disana pun dilaporkan memanas. Korban yang tidak tahu apa-apa langsung dianiaya oleh puluhan orang.
Baju putih yang dikenakan korban juga dalam kondisi robek hingga berlumuran darah.
"Dari belakang saya langsung dibanting baru dikeroyok," tegasnya.
Dalam kondisi luka parah, korban berusaha mengumpulkan sisa tenaganya untuk menyelamatkan diri. Ia diselamatkan oleh salah seorang pria menggunakan sepeda motor menuju kota. Sementara pelaku masih mengejar korban dari belakang.
Saat ini, korban masih menjalani masa pemulihan di rumahnya dan belum bisa kembali bekerja akibat luka fisik dan dampak psikologi yang dialaminya.
Pihak keluarga korban tidak tinggal diam atas kejadian ini. Bersama sepupunya, korban telah resmi melaporkan kasus penganiayaan bersama-sama tersebut ke pihak Polres Bantaeng.
Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi kelompok OTK tersebut dan mengusut tuntas motif di balik pengeroyokan brutal ini. Keluarga berharap agar para pelaku bisa segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.