Gerakan Hijau dari Pesantren: 3.000 Santri Wajo Selamatkan Lingkungan
Wajo,DNID.co.id — Sekitar 3.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Wajo menanam pohon secara serentak, Senin (19/10/2026), sebagai langkah nyata menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat gerakan Ekopesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren As’adiyah Macanang ini terhubung melalui Zoom dengan lokasi penanaman lainnya.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi upaya Kementerian Agama Kabupaten Wajo untuk mendorong pesantren mengambil peran langsung dalam menjaga kelestarian alam.
Komitmen itu diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama ekopesantren oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Wajo. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan bibit pohon secara simbolis sebagai penanda dimulainya gerakan penghijauan yang melibatkan ribuan santri.
Melalui gerakan ini, pesantren didorong tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Santri diharapkan memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan sekitar 3.000 santri dalam penanaman serentak menjadi modal penting untuk memperluas gerakan penghijauan di lingkungan pendidikan keagamaan. Jika dirawat secara berkelanjutan, pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, mulai dari menambah ruang hijau hingga membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi risiko erosi di lokasi yang rentan.
Kemenag Wajo melalui penguatan program ekopesantren mendorong agar komitmen yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen formal. Pelaksanaannya perlu diteruskan melalui pemeliharaan tanaman, pembiasaan perilaku ramah lingkungan, serta keterlibatan seluruh warga pesantren.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam merawat bumi. (*)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Gerakan Hijau dari Pesantren: 3.000 Santri Wajo Selamatkan Lingkungan
SELASA, 20 OKTOBER 2026
Wajo,DNID.co.id — Sekitar 3.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Wajo menanam pohon secara serentak, Senin (19/10/2026), sebagai langkah nyata menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat gerakan ekopesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren As'adiyah Macanang ini terhubung melalui Zoom dengan lokasi penanaman lainnya.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi upaya Kementerian Agama Kabupaten Wajo untuk mendorong pesantren mengambil peran langsung dalam menjaga kelestarian alam.
Komitmen itu diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama ekopesantren oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Wajo. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan bibit pohon secara simbolis sebagai penanda dimulainya gerakan penghijauan yang melibatkan ribuan santri.
Melalui gerakan ini, pesantren didorong tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Santri diharapkan memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan sekitar 3.000 santri dalam penanaman serentak menjadi modal penting untuk memperluas gerakan penghijauan di lingkungan pendidikan keagamaan. Jika dirawat secara berkelanjutan, pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, mulai dari menambah ruang hijau hingga membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi risiko erosi di lokasi yang rentan.
Kemenag Wajo melalui penguatan program ekopesantren mendorong agar komitmen yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen formal. Pelaksanaannya perlu diteruskan melalui pemeliharaan tanaman, pembiasaan perilaku ramah lingkungan, serta keterlibatan seluruh warga pesantren.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam merawat bumi. (*)