“Berapa harganya ini daganganta,” tanya Mentan.
“Rp10 ribu puang,” jawab ibu tersebut.
Mentan lalu menawar, “Kalau saya beli Rp5 ribu, mauki?”
“Iye bisa puang,” jawabnya singkat.
Respons itu langsung mendapat perhatian. Mentan memuji kejujuran sang penjual.
“Kamu penjual jujur, berapa semua harga daganganta ini, saya mau borong,” lanjutnya.
“Rp200 ribu puang,” jawab si ibu.
Tanpa ragu, Mentan langsung membayar seluruh dagangan tersebut. Namun kejutan tidak berhenti.
Di hadapan ribuan warga, ia menambahkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta.
“Oke, ini saya kasihki uang Rp20 juta untuk modal usaha,” ucap Mentan sambil menyerahkan uang tersebut.
Penjual kerupuk itu langsung syukur. Dia mengaku tidak menyangka akan menerima bantuan sebesar itu. Selama ini, ia menggantungkan hidup dari jualan kerupuk dengan penghasilan tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan tujuh anaknya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk kami. Semoga usaha kami bisa lebih berkembang dan puang Mentan selalu dimurahkan rejekinya,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Mentan juga menyoroti sikap sang ibu sebagai gambaran karakter masyarakat Bone.
“Inilah contoh orang Bone. Walaupun dalam kondisi sederhana, masih mau berbagi dengan menurunkan harga jualannya,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.
Mentan Andi Amran menegaskan bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi penerima.
“Saya berharap, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi titik awal perubahan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima,” tegasnya.
Momen tersebut turut disaksikan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, jajaran Pemprov Sulsel, serta ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka.
Aksi spontan Mentan itu langsung memicu sorak haru dan tepuk tangan panjang.
Di tengah kemeriahan jalan sehat “Anti Mager” dalam rangka peringatan Hari Jadi Bone ke-696, peristiwa tersebut menjadi sorotan utama menunjukkan dampak langsung bantuan pemerintah kepada masyarakat kecil.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mentan Borong Dagangan Penjual Kerupuk, Beri Modal Rp20 Juta di Bone
MINGGU, 5 APRIL 2026
Aksi spontan Andi Amran Sulaiman di panggung “Anti Mager” berujung bantuan besar, penjual kerupuk sujud syukur di hadapan ribuan warga
Bone, DNID.co.id — Aksi spontan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyita perhatian ribuan warga di Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone.
Seorang penjual kerupuk dengan tujuh anak mendadak mendapat bantuan modal usaha Rp20 juta di tengah acara jalan sehat “Anti Mager”.
Peristiwa itu terjadi usai pengundian doorprize. Mentan awalnya menyiapkan hadiah berupa motor listrik dan bantuan tunai.
Namun, situasi berubah ketika ia melihat seorang ibu penjual kerupuk di sekitar lokasi dan memintanya naik ke atas panggung.
“Berapa harganya ini daganganta,” tanya Mentan.
“Rp10 ribu puang,” jawab ibu tersebut.
Mentan lalu menawar, “Kalau saya beli Rp5 ribu, mauki?”
“Iye bisa puang,” jawabnya singkat.
Respons itu langsung mendapat perhatian. Mentan memuji kejujuran sang penjual.
“Kamu penjual jujur, berapa semua harga daganganta ini, saya mau borong,” lanjutnya.
“Rp200 ribu puang,” jawab si ibu.
Tanpa ragu, Mentan langsung membayar seluruh dagangan tersebut. Namun kejutan tidak berhenti.
Di hadapan ribuan warga, ia menambahkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta.
“Oke, ini saya kasihki uang Rp20 juta untuk modal usaha,” ucap Mentan sambil menyerahkan uang tersebut.
Penjual kerupuk itu langsung syukur. Dia mengaku tidak menyangka akan menerima bantuan sebesar itu. Selama ini, ia menggantungkan hidup dari jualan kerupuk dengan penghasilan tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan tujuh anaknya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk kami. Semoga usaha kami bisa lebih berkembang dan puang Mentan selalu dimurahkan rejekinya,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Mentan juga menyoroti sikap sang ibu sebagai gambaran karakter masyarakat Bone.
“Inilah contoh orang Bone. Walaupun dalam kondisi sederhana, masih mau berbagi dengan menurunkan harga jualannya,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.
Mentan Andi Amran menegaskan bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi penerima.
“Saya berharap, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi titik awal perubahan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima,” tegasnya.
Momen tersebut turut disaksikan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, jajaran Pemprov Sulsel, serta ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka.
Aksi spontan Mentan itu langsung memicu sorak haru dan tepuk tangan panjang.
Di tengah kemeriahan jalan sehat “Anti Mager” dalam rangka peringatan Hari Jadi Bone ke-696, peristiwa tersebut menjadi sorotan utama menunjukkan dampak langsung bantuan pemerintah kepada masyarakat kecil.