BANGKA BARAT ,Dnid.Co.Id — Kecelakaan lalu lintas keras melibatkan dua sepeda motor terjadi di tikungan Jalan Raya Pantai Baru, Kampung Mentok Asin, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Sabtu (2/5/2026). Insiden ini melibatkan seorang pelajar dan buruh harian lepas, dengan satu korban mengalami luka berat. Polisi bergerak cepat ke lokasi usai menerima laporan warga, mengamankan situasi, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Peristiwa bermula sekitar siang hari saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai pelajar berinisial M.I. (16), warga Kelurahan Tanjung, melaju dari arah Kampung Sawah menuju Pantai Baru. Saat memasuki tikungan yang dikenal rawan, kendaraan diduga hilang kendali dan melebar ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai Sukirman (54), buruh harian lepas. Tabrakan tak terhindarkan. Benturan terjadi cukup keras hingga kedua pengendara terjatuh di badan jalan.
“Anggota langsung mendatangi TKP begitu menerima laporan masyarakat. Kami amankan lokasi, mendata para pihak, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polres Bangka Barat, Ipda Yos Sudarso, mewakili Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha.
Akibat kecelakaan tersebut, M.I. mengalami luka berat berupa patah tulang paha kiri dan kini menjalani perawatan intensif di RSBT Mentok. Sementara Sukirman hanya mengalami luka ringan berupa lebam di bagian dada, namun sempat mengalami sesak napas pasca benturan.
Menariknya, satu penumpang Yamaha Mio, Nurzana (44), ibu rumah tangga yang ikut dalam kendaraan tersebut, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Hal ini menambah kontras dalam insiden yang nyaris berujung fatal tersebut.
Polisi juga langsung mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil awal, dugaan kuat mengarah pada faktor kelalaian pengendara yang kehilangan kendali di tikungan sempit.
“Tikungan di lokasi tersebut memang cukup berisiko, apalagi jika pengendara tidak mengurangi kecepatan. Ini masih kami dalami,” tambah Ipda Yos.
Secara investigatif, lokasi kejadian dikenal warga sebagai titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang kurang familiar dengan kondisi jalan. Minimnya rambu peringatan dan kondisi tikungan yang tajam diduga turut memperbesar potensi kecelakaan.
Polres Bangka Barat menegaskan, penanganan cepat ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepolisian dalam merespons kejadian darurat di masyarakat. Namun, aparat juga menekankan pentingnya kesadaran pengendara dalam menjaga keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, khususnya saat melintasi jalur tikungan. Kurangi kecepatan dan tetap fokus agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
























