Dominasi ASN berseragam di tribun stadion memicu pertanyaan publik, kegiatan olahraga atau mobilisasi aparatur?
Bone, DNID.co.id — Pembukaan turnamen sepak bola Beramal Cup di Kabupaten Bone kembali menuai sorotan. Setelah seremoni pembukaan berlangsung meriah di Stadion Lapatau, perhatian publik kini tertuju pada tribun stadion yang dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan pakaian dinas, Senin (4/5/2026).
Pantauan di lokasi, ratusan ASN terlihat memadati podium penonton dan tribun utama stadion saat seremoni pembukaan berlangsung.
Kehadiran ASN dengan atribut kedinasan itu memunculkan pertanyaan publik terkait aktivitas pelayanan pemerintahan pada jam kerja.
Sorotan muncul karena sebagian besar ASN terlihat datang secara berkelompok dengan pakaian dinas lengkap, memunculkan dugaan adanya koordinasi atau mobilisasi untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala BKPSDM Bone yang juga Ketua Panitia Beramal Cup, Edy Saputra Syam, mengakui memang terdapat undangan resmi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Memang ada undangan yang kami buat ditandatangani oleh Sekda. Di surat tersebut kami mengundang untuk mengikutsertakan masing-masing 10 ASN untuk hadir,” ujar Edy saat dikonfirmasi Dnid.co.id
Menurutnya, mekanisme itu sama seperti kegiatan pemerintahan lainnya yang melibatkan kehadiran ASN.
“Samaji halnya kalau kita mengikuti kegiatan upacara, untuk mengundang personil upacara tentu kepala OPD buatkan surat tugas. Harus ada dasar untuk berangkat sebagai pengganti jam ceklok sore,” katanya.
Edy menegaskan ASN yang hadir merupakan pegawai yang mendapat penugasan resmi dari kepala OPD masing-masing.
“Mereka berseragam ataupun tidak, mereka ditugaskan oleh yang menugaskan. Misalnya kepala OPD menentukan siapa-siapa yang ditugaskan, lalu ditandatangani surat tugas untuk memeriahkan,” jelasnya.
Meski demikian, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebab, publik sebelumnya mempertanyakan apakah kegiatan olahraga tersebut masuk kategori agenda kedinasan sehingga ASN dapat ditugaskan secara resmi untuk hadir.
“Kalau memang sampai dibuatkan surat tugas dan menggantikan jam ceklok sore, berarti ini bukan sekadar hadir sukarela,” ujar Darwis warga.
Sorotan juga mengarah pada penggunaan pakaian dinas dalam kegiatan olahraga nonkedinasan. Sejumlah warga menilai atribut kedinasan seharusnya digunakan untuk pelayanan pemerintahan, bukan menghadiri seremoni olahraga.
Di media sosial, foto dan video tribun stadion yang dipenuhi ASN berseragam terus menjadi perbincangan.
Sebagian mempertanyakan profesionalisme birokrasi, sementara lainnya menilai pemerintah daerah terlalu jauh melibatkan aparatur dalam kegiatan seremonial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bone terkait dasar kebijakan penugasan ASN menghadiri pembukaan Beramal Cup.
























