Pengembangan Kasus Beruntun Ungkap Jaringan Kecil Sabu di Pangkalpinang Secara Cepat

PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Operasi senyap Satresnarkoba Polresta Pangkalpinang membongkar peredaran sabu dalam penggerebekan beruntun, Sabtu (2/5/2026) dini hari. Dua pria, Andre Octa Pratama alias Andre Mumun (27) dan Dhifa Al Fajar (23), diringkus di lokasi berbeda setelah polisi menelusuri jejak transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Gabek hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pangkalpinang.

Pengungkapan kasus ini bermula sekitar pukul 00.20 WIB, saat aparat menggerebek sebuah rumah di Jalan Raya Selindung, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek. Di lokasi pertama, polisi langsung mengamankan Andre yang diduga kuat sebagai pengedar. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, petugas menemukan puluhan paket sabu siap edar.

“Sebanyak 23 paket kecil sabu berhasil diamankan dari tangan tersangka, lengkap dengan alat pendukung seperti timbangan digital dan plastik kemasan,” ungkap Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners.

Tak berhenti di situ, polisi langsung melakukan pengembangan ke lokasi kedua yang masih berada di kawasan Selindung. Di rumah lain yang diduga terkait, petugas kembali menemukan tambahan sabu beserta perlengkapan penyimpanan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas peredaran dilakukan secara terorganisir, meski dalam skala kecil.

“Dari hasil interogasi awal, kami mendapatkan petunjuk adanya keterlibatan pihak lain. Tim kemudian bergerak cepat melakukan pengembangan,” lanjut Max.

Jejak itu membawa polisi ke kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangkalpinang di Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan Dhifa Al Fajar yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran sabu tersebut. Dari tangan Dhifa, polisi menyita satu unit ponsel yang kini tengah dianalisis untuk mengungkap pola komunikasi dan jaringan distribusi.

Secara keseluruhan, barang bukti sabu yang berhasil diamankan memiliki berat bruto 13,80 gram. Meski jumlahnya tidak sebesar kasus lain, pola peredaran yang terungkap menunjukkan adanya sistem distribusi yang aktif dan berpotensi berkembang lebih luas.

“Peran masing-masing tersangka masih kami dalami. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain di atasnya,” tegas Max.

Selain narkotika, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran, termasuk dua unit ponsel milik Andre, alat hisap sederhana, serta perlengkapan pengemasan. Semua barang bukti kini diamankan di Mapolresta Pangkalpinang untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat. Penyidik juga tengah melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, mulai dari uji laboratorium barang bukti hingga pelacakan jaringan komunikasi.

Kasus ini menjadi sinyal keras bahwa peredaran narkoba di Pangkalpinang masih terus bergerak secara diam-diam. Aparat memastikan akan terus memburu pelaku hingga ke akar jaringan.

“Kami akan terus kembangkan kasus ini. Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di wilayah hukum kami,” pungkas Max.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 4 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRESTA PANGKALPINANG

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 07:40 WITA

Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 01:26 WITA

Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Berita Terbaru