Sidang Hak Angket Gowa: Dugaan Kaitan Peristiwa Karaoke dalam Kasus Pencabutan Beasiswa S3 Mengemuka

Gowa, dnid.co.id — Risqila Amran, penerima beasiswa doktoral Pemerintah Kabupaten Gowa yang pencabutan beasiswanya kini menjadi bagian dari pembahasan hak angket DPRD Gowa, mengungkap dugaan adanya faktor kecemburuan pribadi di balik keputusan tersebut.

Dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Risqila menceritakan peristiwa ketika salah satu teman perempuannya menghadiri acara karaoke bersama Basri Kajang, sosok yang dalam berbagai pembahasan politik lokal kerap dikaitkan dengan isu kedekatannya dengan Bupati Gowa. Menurut Risqila, peristiwa itu menjadi awal memburuknya hubungannya dengan bupati.

Keterangan tersebut disampaikan Risqila saat menjawab pertanyaan anggota Pansus dari Fraksi Gerindra, Dian Purnamasari, terkait alasan lain selain persoalan administrasi yang menyebabkan beasiswanya dicabut.

Dalam keterangannya, Risqila mengaku merupakan bagian dari tim konsultan politik yang ikut memperjuangkan Husniah hingga terpilih sebagai Bupati Gowa. Ia kemudian menceritakan bahwa suatu ketika dirinya bermain tenis di Rumah Jabatan Bupati Gowa dan membawa seorang teman perempuan yang menurutnya memiliki paras cantik.

Di sela kegiatan tersebut, salah satu staf rumah jabatan bupati bernama Yusran menghampiri teman perempuannya. Menurut Risqila, keduanya kemudian bertukar nomor ponsel dan setelah itu intens berkomunikasi. Ia mengaku sempat memperingatkan temannya agar berhati-hati karena Yusran telah memiliki seorang istri.

“Kemudian, saya tidak tahu kalau ternyata mereka intens berkomunikasi. Pernah dia diajak untuk pergi karaoke bareng. Tetapi, waktu itu ketika dia pergi karaoke bareng, saya tidak ada ditempat,” ujarnya.

Setelah mengetahui adanya kegiatan karaoke tersebut, Risqila mengaku bertanya kepada temannya dan juga kepada Yusran mengenai siapa saja yang hadir.

“Katanya, ada ombas atau Basri kajang,” ungkapnya.

Menurut Risqila, kegiatan karaoke tersebut dihadiri empat orang, yakni teman perempuannya bersama seorang teman perempuan lainnya, serta Yusran dan Basri Kajang.

Risqila kemudian menjelaskan bahwa setelah peristiwa tersebut, informasi mengenai kehadiran kerabat perempuannya dalam kegiatan karaoke bersama Basri Kajang sampai ke telinga Bupati Gowa. Ia mengaku memperoleh informasi dari istri Yusran bahwa bupati marah kepadanya.

“Yang menyampaikan itu kepada saya itu ibu desa, istri dari pak Yusran. Bahwa marah ke kau (bupati). Sejak saat itu, ibu bupati membenci saya, katanya sangat benci kepada saya.”

Hal ini kemudian dipertegas kembali melalui pertanyaan Wakil Ketua Pansus, Asrul Makkaraus dari Fraksi PPP. Asrul mempertanyakan apakah ada hubungan antara peristiwa karaoke tersebut dengan pencabutan beasiswa.

Risqila menjawab singkat bahwa terdapat hubungan dengan kerabat perempuannya. Saat dipertegas kembali oleh Asrul mengenai alasan Bupati marah kepada teman perempuannya, Risqila mengaitkannya dengan isu yang beredar di publik terkait dugaan hubungan pribadi Basri Kajang dengan Bupati Gowa.

Risqila kemudian menyatakan kemungkinan adanya kecemburuan terkait kehadiran Basri Kajang dalam kegiatan karaoke tersebut bersama temannya.

“Mungkin saja ada kecemburuan, pimpinan. Cemburu dengan teman saya, dengan hadirnya teman saya dan karaoke bersama dengan ombas atau Muhammad Basri,” ujarnya.

Risqila menilai kecemburuan tersebut berkaitan dengan dugaan hubungan antara Bupati Gowa dan Basri Kajang.

Menutup sesi pertanyaan, Asrul Makkaraus menekankan bahwa penting untuk mewaspadai dampak yang lebih luas apabila kebijakan pencabutan beasiswa didasari oleh persoalan pribadi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 22 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito/Renaldy Pratama

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Sidang Hak Angket DPRD Gowa

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel
Berita ini 341 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA