Pura-pura Diculik Minta Tebusan Rp5 Juta, Remaja 16 Tahun di Makassar Ternyata Bersembunyi di Wisma
Makassar,DNID.co.id – Seorang Remaja berinisial LR (16) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ternyata merekayasa aksi Penculikan dan Penyekapan terhadap dirinya sendiri. Kebohongan ini terbongkar setelah aparat menemukan dirinya bersembunyi di sebuah wisma, Senin (1/7/2026).
Awalnya keluarga LR panik setelah LR tidak pulang ke rumah di Kecamatan Manggala,Tak lama kemudian, keluarga LR menerima pesan beserta rekaman suara tangisan, seolah-olah LR sedang disekap dan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.
Aparat gabungan dari Polsek Manggala dibantu Tim Resmob Polda Sulsel segera bergerak melakukan pencarian, mengarah ke Jalan Topaz, Kecamatan Pannakukang, di mana LR ditemukan aman di dalam salah satu kamar wisma.
“Benar ada Rekayasa penculikan. Korban membuat skenario seolah diculik lalu disekap,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, LR pun mengaku melakukan hal itu karena sering dimarahi keluarga dan ingin bertemu saudara kandungnya yang sudah lama berpisah sejak orang tuanya meninggal dunia.
“Betul ada permintaan uang tebusan Rp5 juta dan rencananya akan dipakai untuk melarikan diri ke tempat lain,” tambah Kapolsek.
Saat ini LR telah diserahkan ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Perempuan (PPA dan PPP) Polda Sulsel untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pura-pura Diculik Minta Tebusan Rp5 Juta, Remaja 16 Tahun di Makassar Ternyata Bersembunyi di Wisma
KAMIS, 2 JULI 2026
Makassar,DNID.co.id – Seorang remaja berinisial LR (16) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ternyata merekayasa aksi penculikan dan penyekapan terhadap dirinya sendiri. Kebohongan ini terbongkar setelah aparat menemukan dirinya bersembunyi di sebuah wisma, Senin (1/7/2026).
Awalnya keluarga LR panik setelah LR tidak pulang ke rumah di Kecamatan Manggala,Tak lama kemudian, keluarga LR menerima pesan beserta rekaman suara tangisan, seolah-olah LR sedang disekap dan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.
Aparat gabungan dari Polsek Manggala dibantu Tim Resmob Polda Sulsel segera bergerak melakukan pencarian, mengarah ke Jalan Topaz, Kecamatan Pannakukang, di mana LR ditemukan aman di dalam salah satu kamar wisma.
Saat dimintai keterangan, LR mengaku tidak pernah diculik atau disekap. Ia sengaja membuat skenario cerita palsu tersebut.
Sebelum LR meninggalkan rumah, ia menitipkan kunci kepada tantenya di kecamatan Manggala, lantaran tak kunjung pulang, pihak keluarga pun cemas.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Manggala,Kompol Semuel To'longan, membenarkan kejadian ini.
"Benar ada rekayasa penculikan. Korban membuat skenario seolah diculik lalu disekap," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, LR pun mengaku melakukan hal itu karena sering dimarahi keluarga dan ingin bertemu saudara kandungnya yang sudah lama berpisah sejak orang tuanya meninggal dunia.
"Betul ada permintaan uang tebusan Rp5 juta dan rencananya akan dipakai untuk melarikan diri ke tempat lain," tambah Kapolsek.
Saat ini LR telah diserahkan ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Perempuan (PPA dan PPP) Polda Sulsel untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.