Merajut Damai di Tallo: Saat Mantan Pelaku Perang Kelompok Duduk Bersama dalam Doa
Makassar,DNID.co.id – Suasana di Mapolsek Tallo terasa begitu hangat dan menyejukkan. Jauh dari bayangan ketegangan yang biasa timbul akibat aksi tawuran, puluhan remaja justru duduk bersimpuh berdampingan dalam sebuah kegiatan pengajian bersama.
Mereka bukan remaja biasa; mereka adalah pemuda-pemuda yang sebelumnya pernah terlibat dalam pusaran konflik kelompok dan geng motor dari berbagai titik rawan, mulai dari Lembo, Layang, Kandea, Sapiria, hingga Borta.
Kapolsek Tallo, AKP Asfada, menginisiasi langkah humanis ini untuk merangkul dan menyatukan kembali para remaja tersebut.
Di hadapan para Ketua RT dan RW yang mendampingi, sekat-sekat permusuhan antarkelompok lebur begitu saja. Para remaja ini dikumpulkan menjadi satu, saling bersalaman, bercengkerama, dan berbaur akrab bersama anak-anak panti asuhan.
Rangkaian acara yang dihadiri oleh kurang lebih 40 orang peserta ini diisi dengan pembacaan surat Yasin bersama.
Suasana semakin khidmat ketika Ustadz yang hadir menyampaikan siraman rohani dan tausiyah.
Dalam ceramahnya, diselipkan pesan-pesan mendalam agar para remaja senantiasa menjaga kerukunan yang telah terjalin, merawat kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi oleh hasutan untuk kembali melakukan perang kelompok di wilayah hukum Porsetalo maupun Kota Makassar secara umum.
Sebagai wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat, AKP Asfada turut membagikan bantuan beras kepada para remaja dan warga yang hadir.
Malam kebersamaan tersebut akhirnya ditutup dengan jamuan makan bersama, menyimbolkan bahwa persaudaraan dan kebersamaan adalah obat paling mujarab untuk menghentikan lingkaran kekerasan
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Merajut Damai di Tallo: Saat Mantan Pelaku Perang Kelompok Duduk Bersama dalam Doa
JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026
Makassar,DNID.co.id - Suasana di Mapolsek Tallo terasa begitu hangat dan menyejukkan. Jauh dari bayangan ketegangan yang biasa timbul akibat aksi tawuran, puluhan remaja justru duduk bersimpuh berdampingan dalam sebuah kegiatan pengajian bersama.
Mereka bukan remaja biasa; mereka adalah pemuda-pemuda yang sebelumnya pernah terlibat dalam pusaran konflik kelompok dan geng motor dari berbagai titik rawan, mulai dari Lembo, Layang, Kandea, Sapiria, hingga Borta.
Kapolsek Tallo, AKP Asfada, menginisiasi langkah humanis ini untuk merangkul dan menyatukan kembali para remaja tersebut.
Di hadapan para Ketua RT dan RW yang mendampingi, sekat-sekat permusuhan antarkelompok lebur begitu saja. Para remaja ini dikumpulkan menjadi satu, saling bersalaman, bercengkerama, dan berbaur akrab bersama anak-anak panti asuhan.
Rangkaian acara yang dihadiri oleh kurang lebih 40 orang peserta ini diisi dengan pembacaan surat Yasin bersama.
Suasana semakin khidmat ketika Ustadz yang hadir menyampaikan siraman rohani dan tausiyah.
Dalam ceramahnya, diselipkan pesan-pesan mendalam agar para remaja senantiasa menjaga kerukunan yang telah terjalin, merawat kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi oleh hasutan untuk kembali melakukan perang kelompok di wilayah hukum Porsetalo maupun Kota Makassar secara umum.
Sebagai wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat, AKP Asfada turut membagikan bantuan beras kepada para remaja dan warga yang hadir.
Malam kebersamaan tersebut akhirnya ditutup dengan jamuan makan bersama, menyimbolkan bahwa persaudaraan dan kebersamaan adalah obat paling mujarab untuk menghentikan lingkaran kekerasan