Jelang HUT ke-81, 200 Personel Brimob Sulsel Geruduk Pasar Pabaeng-Baeng Hingga Kanal
Makassar, DNID.co.id – Kalau biasanya personel Brimob identik dengan laras panjang dan tameng anti huru-hara, pemandangan berbeda justru tersaji di kawasan Pasar Pabaeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (30/10/2026) pagi.
Sejak pukul 07.00 Wita, sekitar 200 personel Satbrimob Polda Sulsel sudah bersiaga. Namun bukan untuk pengamanan unjuk rasa. Mereka datang dengan sarung tangan, sapu lidi, cangkul, dan karung sampah.
Mereka turun gunung untuk membersihkan pasar, masjid, hingga kanal yang selama ini dipenuhi sampah.
Aksi ini merupakan rangkaian bakti sosial dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Korps Brimob Polri yang jatuh pada 14 November 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan di Mako Satbrimob Polda Sulsel. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si.
Selesai apel, tepat pukul 07.10 Wita, ratusan personel bergerak menggunakan truk menuju lokasi sasaran. Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 07.20 Wita, kerja bakti langsung dimulai.
Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., yang baru tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 Wita langsung memimpin dan membaur bersama anggotanya.
Di lapangan, kekuatan personel dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir tiga titik yang sudah ditentukan. Titik pertama adalah Masjid Nurul Yaqien Pabaeng-Baeng yang halamannya dipenuhi daun dan sampah. Titik kedua adalah lapak-lapak dalam Pasar Pabaeng-Baeng. Dan titik ketiga adalah kanal di sekitar pasar yang alirannya tersumbat.
Terlihat personel bahu-membahu mengangkat sampah, mencabut rumput liar, hingga mengeruk lumpur di kanal. Pedagang dan warga sekitar pun ikut membantu.
Suasana gotong royong begitu terasa. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua berbaur dengan tujuan yang sama, membuat lingkungan lebih bersih.
Terkait tujuan dari kegiatan tersebut, Dansat Brimob Polda Sulsel memberikan penjelasan.
Kombes Ridwan mengatakan aksi bersih-bersih ini adalah bentuk nyata pengabdian Korps Brimob kepada masyarakat, bukan hanya dalam tugas menjaga keamanan saja.
“Program ini merupakan semangat Bapak Kapolri bahwa Polisi Bersama Masyarakat,” tutur Kombes Pol. Muhammad Ridwan.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan HUT Brimob tahun ini dimaknai lebih dalam sebagai momentum untuk merajut kedekatan emosional dengan rakyat.
“Momentum hari jadi Korps Brimob tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.
Menurut perwira tiga melati itu, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Makassar saja. Seluruh jajaran Batalyon A, Batalyon B, Batalyon C, dan Batalyon D juga melaksanakan aksi yang sama secara serentak di wilayah masing-masing.
Sementara itu, aksi kepedulian Brimob tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan setempat.
Lurah Pa’baeng-Baeng, Ibardarmadi, S.IP., yang turut hadir di lokasi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel Brimob.
Ia menilai kehadiran ratusan personel Brimob menjadi contoh nyata bahwa menjaga kebersihan adalah tugas bersama.
“Ini sangat berarti bagi masyarakat. Kebersihan pasar dan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen,” ungkap Ibardarmadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danden Gegana Kompol Mansur, S.H., M.H., Danyon A Pelopor Kompol Mursalim M, S.E., M.M., Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H., serta para pejabat utama Satbrimob lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.00 Wita dengan kondisi pasar, masjid, dan kanal yang jauh lebih bersih dan rapi dari sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, Brimob ingin membuktikan bahwa arti pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya tugas pengamanan.
Kadang pengabdian justru hadir dari hal sederhana. Seperti menyapu sampah pasar, membersihkan tempat ibadah, dan memastikan kanal tetap mengalir. Dari hal kecil itulah manfaat besar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Jelang HUT ke-81, 200 Personel Brimob Sulsel Geruduk Pasar Pabaeng-Baeng Hingga Kanal
SABTU, 31 OKTOBER 2026
Makassar, DNID.co.id – Kalau biasanya personel Brimob identik dengan laras panjang dan tameng anti huru-hara, pemandangan berbeda justru tersaji di kawasan Pasar Pabaeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (30/10/2026) pagi.
Sejak pukul 07.00 Wita, sekitar 200 personel Satbrimob Polda Sulsel sudah bersiaga. Namun bukan untuk pengamanan unjuk rasa. Mereka datang dengan sarung tangan, sapu lidi, cangkul, dan karung sampah.
Mereka turun gunung untuk membersihkan pasar, masjid, hingga kanal yang selama ini dipenuhi sampah.
Aksi ini merupakan rangkaian bakti sosial dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Korps Brimob Polri yang jatuh pada 14 November 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan di Mako Satbrimob Polda Sulsel. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si.
Selesai apel, tepat pukul 07.10 Wita, ratusan personel bergerak menggunakan truk menuju lokasi sasaran. Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 07.20 Wita, kerja bakti langsung dimulai.
Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., yang baru tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 Wita langsung memimpin dan membaur bersama anggotanya.
Di lapangan, kekuatan personel dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir tiga titik yang sudah ditentukan. Titik pertama adalah Masjid Nurul Yaqien Pabaeng-Baeng yang halamannya dipenuhi daun dan sampah. Titik kedua adalah lapak-lapak dalam Pasar Pabaeng-Baeng. Dan titik ketiga adalah kanal di sekitar pasar yang alirannya tersumbat.
Terlihat personel bahu-membahu mengangkat sampah, mencabut rumput liar, hingga mengeruk lumpur di kanal. Pedagang dan warga sekitar pun ikut membantu.
Suasana gotong royong begitu terasa. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua berbaur dengan tujuan yang sama, membuat lingkungan lebih bersih.
Terkait tujuan dari kegiatan tersebut, Dansat Brimob Polda Sulsel memberikan penjelasan.
Kombes Ridwan mengatakan aksi bersih-bersih ini adalah bentuk nyata pengabdian Korps Brimob kepada masyarakat, bukan hanya dalam tugas menjaga keamanan saja.
“Program ini merupakan semangat Bapak Kapolri bahwa Polisi Bersama Masyarakat,” tutur Kombes Pol. Muhammad Ridwan.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan HUT Brimob tahun ini dimaknai lebih dalam sebagai momentum untuk merajut kedekatan emosional dengan rakyat.
“Momentum hari jadi Korps Brimob tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.
Menurut perwira tiga melati itu, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Makassar saja. Seluruh jajaran Batalyon A, Batalyon B, Batalyon C, dan Batalyon D juga melaksanakan aksi yang sama secara serentak di wilayah masing-masing.
Sementara itu, aksi kepedulian Brimob tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan setempat.
Lurah Pa’baeng-Baeng, Ibardarmadi, S.IP., yang turut hadir di lokasi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel Brimob.
Ia menilai kehadiran ratusan personel Brimob menjadi contoh nyata bahwa menjaga kebersihan adalah tugas bersama.
“Ini sangat berarti bagi masyarakat. Kebersihan pasar dan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen,” ungkap Ibardarmadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danden Gegana Kompol Mansur, S.H., M.H., Danyon A Pelopor Kompol Mursalim M, S.E., M.M., Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H., serta para pejabat utama Satbrimob lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.00 Wita dengan kondisi pasar, masjid, dan kanal yang jauh lebih bersih dan rapi dari sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, Brimob ingin membuktikan bahwa arti pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya tugas pengamanan.
Kadang pengabdian justru hadir dari hal sederhana. Seperti menyapu sampah pasar, membersihkan tempat ibadah, dan memastikan kanal tetap mengalir. Dari hal kecil itulah manfaat besar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.