Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Makassar,DNID.co.id – Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) mendorong dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan perbankan syariah menuju pangsa pasar 20%.

Dukungan tersebut difokuskan pada tiga agenda utama, yakni Keberpihakan Kebijakan, Penguatan Skala Industri, serta pengembangan keunikan produk dan kapabilitas bisnis.

Ketiga agenda tersebut menjadi aspirasi ASBISINDO dalam Sarasehan Perbankan Syariah 2026 di Makassar. Industri menilai potensi besar ekonomi halal nasional perlu semakin terhubung dengan layanan perbankan syariah agar dapat mendorong penghimpunan dana, pembiayaan sektor riil, dan pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum ASBISINDO sekaligus Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan ruang pertumbuhan perbankan syariah masih terbuka lebar. Namun, akselerasinya membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara regulator, pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Untuk menuju pangsa pasar 20%, perbankan syariah membutuhkan keberpihakan kebijakan yang semakin kuat, skala usaha yang memadai, serta keunikan produk dan kapabilitas bisnis yang semakin luas. Karena itu, kami mendorong sinergi yang lebih erat dengan OJK, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ekonomi syariah dapat semakin optimal dikonversi menjadi pertumbuhan industri,” ujar Anggoro, Selasa (3/11/2026).

Dari sisi kebijakan, ASBISINDO mendorong penguatan keterhubungan ekosistem halal dengan perbankan syariah. Salah satu aspirasinya adalah mendorong pelaku industri halal, termasuk emiten dan institusi yang masuk dalam indeks saham syariah, mengalokasikan setidaknya 20% transaksi perbankannya melalui bank syariah.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat kapasitas penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan. Dukungan kebijakan juga diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui perbankan syariah guna memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat.

ASBISINDO turut mengusulkan penyelarasan perpajakan dan regulasi bagi inovasi produk, termasuk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Sharia Restricted Investment Account (SRIA), agar karakteristik akad dan struktur transaksi syariah tidak mengurangi daya saing produk. Kepastian regulasi juga dibutuhkan untuk memperluas ekosistem bisnis emas dan bullion.

“Keberpihakan kebijakan bukan berarti memberikan perlakuan istimewa tanpa dasar. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang mampu menjawab karakteristik industri syariah, menciptakan kesetaraan ruang tumbuh, dan menghubungkan potensi ekonomi halal dengan lembaga keuangan syariah. Dengan fondasi tersebut, industri akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk tumbuh dan memberikan kontribusi kepada perekonomian nasional,” ujar Anggoro.

Pada agenda penguatan skala, ASBISINDO mendorong kejelasan arah konsolidasi, termasuk implementasi Kelompok Usaha Bank (KUB) dan penguatan permodalan. Skala usaha yang memadai diperlukan untuk meningkatkan investasi teknologi, transformasi digital, ketahanan siber, dan efisiensi layanan.

Penguatan tersebut juga mencakup pengembangan talenta melalui ASBISINDO Institute, antara lain lewat sertifikasi kompetensi khusus perbankan syariah dan program pengembangan calon pemimpin industri.

Sementara itu, diferensiasi produk diarahkan untuk memperkuat manfaat dan daya tarik perbankan syariah bagi masyarakat serta dunia usaha. Ruang pengembangannya mencakup ekosistem haji, emas, ZISWAF, dan perluasan kapabilitas bisnis melalui universal banking.

Dalam ekosistem haji, industri membutuhkan kepastian kebijakan terkait pembiayaan atau dana talangan haji yang sesuai ketentuan dan prinsip kehati-hatian. ASBISINDO juga mendorong kejelasan implementasi akad Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), termasuk aspek pencatatan akuntansi dan status pembiayaan, dengan mengedepankan substansi transaksi atau substance over form.

ASBISINDO menegaskan pencapaian pangsa pasar 20% perlu didorong secara bersamaan dari sisi permintaan dan penawaran. Keterhubungan ekosistem halal harus diimbangi dengan penguatan modal, teknologi, talenta, dan inovasi agar pertumbuhan industri semakin berkontribusi terhadap sektor riil serta perluasan akses keuangan.

“Kami optimistis perbankan syariah memiliki ruang untuk tumbuh jauh lebih besar. Kuncinya adalah sinergi. Dengan dukungan OJK dan pemerintah, keberpihakan kebijakan yang tepat, penguatan skala industri, serta inovasi yang berkelanjutan, perbankan syariah dapat mengambil peran yang semakin besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Anggoro.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 3 November 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis BSI

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar
Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran
Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming
Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WITA

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Selasa, 3 November 2026 - 13:46 WITA

Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WITA

Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:44 WITA

Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming

Berita Terbaru