Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

BELITUNG TIMUR, DNID.co.id – Tiga pemancing asal Kabupaten Belitung Timur, Rapli (19), Danil (19), dan Epan (31), sempat dilaporkan hilang kontak setelah kapal yang mereka tumpangi dihantam badai di Perairan Pulau Kandis, Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (3/11) malam. Mesin kapal mati, seluruh telepon genggam kehabisan baterai, dan kabut tebal menghambat perjalanan pulang. Ketiganya akhirnya ditemukan selamat saat kapal mereka merapat di Pelabuhan Pring Kampit, Rabu (4/11) pukul 15.50 WIB.

Insiden tersebut memicu pengerahan Tim SAR Gabungan setelah keluarga melakukan pencarian mandiri tanpa hasil. Kepala desa setempat kemudian melaporkan kejadian itu kepada Pos SAR Belitung untuk meminta bantuan pencarian terhadap ketiga pemancing yang tak kunjung kembali sesuai kebiasaan mereka.

Ketiga korban sebelumnya berangkat melaut menggunakan kapal KUB Nusamanuk dari Pelabuhan Pring Kampit pada Selasa pukul 16.00 WIB. Mereka menuju lokasi penangkapan ikan atau fishing ground di sekitar Perairan Pulau Kandis dan biasanya kembali ke daratan pada pagi hari berikutnya.

Namun, hingga Rabu siang, keberadaan mereka belum diketahui. Hilangnya kontak tersebut mendorong keluarga meminta bantuan petugas SAR untuk menelusuri kemungkinan lokasi kapal.

Mesin Mati, Navigasi Terputus di Tengah Laut

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Belitung menuju lokasi. Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Pring Kampit pada pukul 15.39 WIB dan mulai berkoordinasi dengan keluarga korban.

Situasi berubah sekitar 11 menit kemudian. Kapal berwarna merah putih yang membawa ketiga pemancing terlihat mendekati dermaga. Ketiganya berhasil kembali ke daratan dalam keadaan selamat sebelum upaya pencarian lebih lanjut diperlukan.

Keterangan para korban mengungkap rangkaian masalah yang membuat perjalanan pulang tertunda. Saat berada di lokasi penangkapan ikan pada malam hari, kapal mereka dihantam badai hingga mengalami kerusakan dan mesin mati.

Persoalan bertambah ketika seluruh telepon genggam mereka kehabisan baterai. Padahal, perangkat tersebut menjadi salah satu alat navigasi yang mereka andalkan untuk menentukan arah perjalanan.

Meski akhirnya berhasil menghidupkan kembali mesin kapal, ketiganya menghadapi kendala lain: kabut tebal yang membatasi jarak pandang di perairan. Dalam kondisi tersebut, mereka memilih tidak memaksakan perjalanan pulang dan menunggu hingga cuaca membaik.

Keputusan itu membuat mereka terlambat kembali, tetapi sekaligus menghindarkan mereka dari risiko memaksakan pelayaran ketika arah navigasi dan jarak pandang tidak mendukung. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Basarnas Ingatkan Risiko Melaut Tanpa Peralatan Cadangan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, S.E., menyampaikan rasa syukur atas keselamatan ketiga pemancing sekaligus mengingatkan masyarakat pesisir agar tidak mengabaikan persiapan sebelum melaut.

“Alhamdulillah, ketiga nelayan kita berhasil kembali ke daratan dengan selamat. Keputusan mereka untuk menunggu cuaca cerah saat kehilangan arah navigasi adalah langkah yang sangat tepat untuk menghindari risiko yang lebih fatal,” kata Mikel.

Ia menegaskan, keselamatan pelayaran tidak cukup hanya mengandalkan kondisi kapal dan pengalaman awak. Nelayan juga perlu memeriksa prakiraan cuaca serta memastikan peralatan keselamatan dan komunikasi berfungsi sebelum meninggalkan pelabuhan.

“Kami dari Basarnas terus mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket, serta membawa alat komunikasi dan navigasi cadangan, seperti powerbank atau kompas manual,” tegasnya.

Setelah memastikan kondisi Rapli, Danil, dan Epan sehat, Tim SAR Gabungan menyerahkan ketiganya kepada pihak keluarga. Operasi SAR kemudian resmi ditutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca buruk, kerusakan mesin, dan hilangnya perangkat navigasi dapat berubah menjadi keadaan darurat di laut. Kesiapan alat keselamatan, komunikasi cadangan, serta keputusan untuk tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi berbahaya menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 4 November 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Sumber Berita: HUMAS BASARNAS BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers
Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif
Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WITA

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WITA

Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WITA

Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WITA

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Berita Terbaru