Breaking News

Radio Player

Loading...

Kebutuhan Listrik Industri Data Center Terus Melonjak, Energi Nuklir Mulai Dilirik

Sabtu, 24 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis : Sri Rezeki, S.Kom

Industri data center yang menjadi tulang punggung ekonomi digital kini dilirik sebagai salah satu alasan mengapa energi nuklir kembali mendapatkan perhatian serius dari sektor swasta. Operator global Equinix baru-baru ini mendanai sebuah studi tentang teknologi energi nuklir di Singapura, termasuk potensi floating nuclear plants dan small modular reactors (SMR), untuk mengeksplorasi cara memenuhi kebutuhan listrik yang semakin besar dengan emisi rendah, dilansir dari The Business Times.

Studi yang didukung Equinix itu dilakukan oleh Centre for Strategic Energy and Resources (CSER), yang akan menilai tidak hanya kelayakan penerapan teknologi nuklir canggih, tetapi juga implikasi industrinya terhadap keamanan energi dan daya saing industri digital. “Data center termasuk di antara sektor-sektor yang paling intensif energi dan bernilai tinggi,” kata CSER, menegaskan bahwa permintaan listrik yang terus meningkat dari sektor ini merupakan tantangan signifikan bagi kebijakan energi masa depan.

ads

Menurut Equinix, akses ke energi yang andal dan rendah karbon kini menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan digital jangka panjang. Permintaan untuk kapasitas data center terus bertambah seiring dengan pertumbuhan layanan cloud, kecerdasan buatan, serta aplikasi digital yang tidak mengenal jam operasi. Dengan demikian, kebutuhan listrik 24 jam 24/7 menjadi kunci bagi operasional spesifik industri ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Studi ini juga melihat potensi teknologi floating nuclear plants, yang bisa ditempatkan di perairan lepas untuk menyediakan listrik tanpa mengambil lahan darat yang terbatas, serta SMR yang cocok untuk wilayah kota padat atau negara kecil seperti Singapura. Pendekatan ini dianggap sesuai dengan karakteristik Singapura yang land-scarce tapi sangat bergantung pada infrastruktur digital.

Tren pendanaan dari sektor digital terhadap riset energi nuklir seperti ini mencerminkan tren global yang lebih luas. Laporan energi internasional juga menunjukkan bahwa kebutuhan listrik global diperkirakan tumbuh pesat dalam dekade mendatang, terutama dari industri yang energy intensive seperti data center, dan nuklir dipandang sebagai sumber listrik rendah emisi yang dapat menyediakan base load stabil.

Hal ini memberi konteks penting bagi Indonesia. Ketika negara-negara seperti Singapura mulai mengeksplorasi peran nuklir dalam mendukung infrastruktur digital mereka, Indonesia yang juga sedang menggulung strategi ketahanan energi terutama untuk mendukung ekonomi digital, bisa melihat peluang serupa. Permintaan listrik untuk data centre di Indonesia diproyeksikan meningkat seiring ekonomi digital, cloud adoption, dan investasi teknologi yang berkembang.

Di Indonesia sendiri, pendekatan yang tengah dijajaki adalah teknologi reaktor baru melalui PT Thorcon, yang mengusulkan pembangunan PLTN di Pulau Kelasa, Bangka Belitung dengan teknologi molten salt reactor. Model modular dan aman ini dinilai dapat menyediakan sumber energi rendah karbon yang andal untuk industri intensif energi, termasuk data center, bila direalisasikan secara bertahap dan dikombinasikan dengan pilihan energi terbarukan lain.

Keterlibatan sektor swasta dalam mengevaluasi potensi nuklir bagi kebutuhan seperti data center mempertegas bahwa pembicaraan tentang energi nuklir bukan hanya tentang listrik rumah tangga atau industri berat, tetapi juga tentang infrastruktur digital yang menjadi jantung ekonomi modern.

Simpan Gambar:

Berita Terkait

JALAN PINTAS DEMOKRASI: OLIGARKI DIANGKAT, DEMOKRASI HILANG DAULAT
Mengapa Dunia Kembali Memilih Nuklir?
Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik
PLTN Pertama Indonesia: Antara Bangka, Kalbar, dan Jalan Menuju Listrik Murah Nasional
Kekuatan yang Pernah Ditakuti, Kini Menjadi Harapan Dunia
Ketika Dunia Berinvestasi di Nuklir, Haruskah Indonesia Terus Takut pada Masa Depan
MENJAGA HUTAN DIUJUNG TAHUN: REFLEKSI KEHUTANAN DAN TANGGUNGJAWAB BERSAMA
Rehabilitasi dan Penghijauan Hutan Gowa: Kepemimpinan Hijau dan Tanggung Jawab Kolektif Pemuda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:27 WITA

Kebutuhan Listrik Industri Data Center Terus Melonjak, Energi Nuklir Mulai Dilirik

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:53 WITA

JALAN PINTAS DEMOKRASI: OLIGARKI DIANGKAT, DEMOKRASI HILANG DAULAT

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:20 WITA

Mengapa Dunia Kembali Memilih Nuklir?

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:08 WITA

Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:43 WITA

PLTN Pertama Indonesia: Antara Bangka, Kalbar, dan Jalan Menuju Listrik Murah Nasional

Senin, 5 Januari 2026 - 16:42 WITA

Kekuatan yang Pernah Ditakuti, Kini Menjadi Harapan Dunia

Senin, 5 Januari 2026 - 11:44 WITA

Ketika Dunia Berinvestasi di Nuklir, Haruskah Indonesia Terus Takut pada Masa Depan

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:47 WITA

MENJAGA HUTAN DIUJUNG TAHUN: REFLEKSI KEHUTANAN DAN TANGGUNGJAWAB BERSAMA

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:05 WITA