Diskusi PLTN Babel: Thorcon Ungkap Strategi Lisensi dan Inovasi Reaktor Modular

Pangkalpinang ,Dnid.Co.Id — Rencana pemanfaatan energi nuklir di Bangka Belitung kembali menjadi sorotan publik. Dalam Diskusi Publik bertajuk *“Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung; Diskusi Data dan Fakta”* yang digelar di Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center, Sabtu (7/2/2026), PT Thorcon Power Indonesia menegaskan bahwa fokus utama mereka bukanlah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial, melainkan melisensikan dan mengembangkan teknologi nuklir di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh *Andri Yanto, SH*, Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia, yang menjadi salah satu narasumber dalam forum diskusi publik tersebut.

Ia menekankan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara pembangunan PLTN untuk kepentingan komersial dengan proses lisensi teknologi nuklir sebagai bagian dari riset dan pengembangan industri.

“Thorcon tidak datang untuk langsung membangun PLTN komersial. Fokus utama kami adalah melisensikan teknologi reaktor kami di Indonesia,” ujar Andri di hadapan peserta diskusi yang terdiri dari akademisi, jurnalis, mahasiswa, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Menurut Andri, proses lisensi tersebut dilakukan melalui pembangunan *demonstration plant*, yakni fasilitas percontohan yang berfungsi untuk pengujian teknologi secara menyeluruh. Pengujian ini, kata dia, akan dilakukan dengan standar ketat sesuai regulasi *Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)* dan lembaga internasional *International Atomic Energy Agency (IAEA)*.

Ia menjelaskan bahwa lisensi teknologi nuklir merupakan aktivitas penelitian dan pengembangan (R&D), bukan kegiatan produksi listrik skala komersial.

Oleh karena itu, lokasi pembangunan demonstration plant direkomendasikan berada di wilayah yang tidak berpenghuni dan jauh dari permukiman penduduk.

“Karena ini penelitian, maka aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama. Secara prinsip, lokasi yang ideal adalah pulau tidak berpenghuni dan jauh dari aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Dalam paparannya, Andri juga memaparkan konsep teknologi yang dikembangkan Thorcon, yakni *pembangkit listrik tenaga nuklir modular* berbasis *reaktor garam cair* (*Molten Salt Reactor*).

Teknologi ini diklaim sebagai terobosan dalam industri nuklir modern karena menawarkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi dan efisiensi biaya yang lebih baik.

Thorcon merancang pembangkit listrik berkapasitas total *500 MW*, yang ditenagai oleh dua unit reaktor garam cair masing-masing berdaya *250 MWe*.

Salah satu keunggulan utama teknologi ini terletak pada sistem keamanannya yang bersifat *pasif*.

“Reaktor ini dirancang untuk menstabilkan dirinya sendiri secara otomatis. Artinya, jika terjadi kondisi abnormal, sistem akan menyesuaikan tanpa perlu intervensi langsung dari operator,” jelas Andri.

Ia menambahkan, sistem keamanan pasif tersebut menjadi pembeda penting dibandingkan reaktor konvensional, sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait risiko kecelakaan nuklir.

Keunggulan lain yang disoroti adalah metode konstruksi yang digunakan Thorcon. Berbeda dengan pembangunan PLTN konvensional yang dilakukan langsung di lokasi, Thorcon membangun unit reaktor di *galangan kapal*.

Metode ini memungkinkan proses konstruksi berlangsung *5 hingga 7 kali lebih cepat*, sekaligus menekan biaya pembangunan secara signifikan.

“Dengan dibangun di galangan kapal, kualitas konstruksi lebih terkontrol, waktu pembangunan lebih singkat, dan biaya bisa ditekan,” kata Andri.

Diskusi publik ini menjadi ruang penting untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat terkait isu nuklir di Bangka Belitung. Panitia berharap forum semacam ini dapat memperkaya perspektif publik, sekaligus memastikan bahwa setiap rencana strategis nasional dipahami secara utuh, berbasis data dan fakta, bukan sekadar asumsi atau kekhawatiran. (*)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 8 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rapimnas FSP PP SPSI Dukung Jumhur Hidayat Jadi Ketum KSPSI 2027-2032
Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Dikira Mau Ditilang, Pengendara di Bone Ini Malah Dikasih Hadiah Oleh Kapolres
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers
Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Hitungan Jam Pembukaan Porprov Sulsel XVIII, KONI Bone Pastikan Empat Venue Bermasalah Siap Digunakan
Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 01:54 WITA

Rapimnas FSP PP SPSI Dukung Jumhur Hidayat Jadi Ketum KSPSI 2027-2032

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 21:51 WITA

Dikira Mau Ditilang, Pengendara di Bone Ini Malah Dikasih Hadiah Oleh Kapolres

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WITA

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WITA

Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial

Kamis, 5 November 2026 - 18:13 WITA

Hitungan Jam Pembukaan Porprov Sulsel XVIII, KONI Bone Pastikan Empat Venue Bermasalah Siap Digunakan

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WITA

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WITA

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran

Berita Terbaru