Janji Sewa Tiga Bulan Berubah Jadi Pusaran Penggelapan Berantai

Pangkalpinang, DNID.Co.Id — Janji uang sewa Rp2,85 juta per bulan berubah menjadi petaka. Satu unit Yamaha NMax warna perak milik pemuda 23 tahun di Pangkalpinang digadai, lalu dijual, tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selasa (3/3/2026), Satreskrim Polresta Pangkalpinang melalui Unit Opsnal Buser Naga mengungkap rangkaian penggelapan yang terjadi sejak September 2025 itu.

Kasus ini bermula pada Kamis, 4 September 2025 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Tuatunu, Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Korban, Rahxxl Bahxx xxAdaxx (23), mengaku ditawari skema rental oleh Haki Fizuanto (25), warga Kelurahan Rejosari.

Pelaku menyebut ada pihak yang hendak menyewa motor korban selama tiga bulan. Iming-imingnya jelas: Rp2.850.000 per bulan. Korban tergiur. Motor Yamaha NMax bernopol BN 3260 AC dengan nilai kerugian mencapai Rp33.450.000 diserahkan.

Namun sehari setelah motor berada di tangan pelaku, arah cerita berubah. Pada Jumat, 5 September 2025, karena alasan kebutuhan ekonomi, Haki justru menggadaikan motor itu kepada Sovia Afrianti (32), ibu rumah tangga di Kelurahan Lontong Pancur, Pangkalbalam, sebesar Rp8.100.000 tanpa batas waktu.

Tak berhenti di situ. Motor yang sudah berpindah tangan itu kemudian dijual lagi oleh Sovia kepada Sandot (28), petani asal Desa Ranggas, Kabupaten Bangka Selatan, dengan harga Rp13.000.000.

Korban baru mengetahui motornya digadai pada 27 Oktober 2025. “Saya dapat kabar motor saya sudah digadai. Waktu saya tanya ke istri pelaku, dia mengakui memang benar digadai,” ujar korban kepada penyidik.

Merasa dirugikan puluhan juta rupiah, korban melapor ke Polresta Pangkalpinang. Proses penyelidikan berjalan senyap selama berbulan-bulan.

Kepala Unit Opsnal Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang menjelaskan, pengungkapan bermula dari pengembangan kasus lain. Haki sebelumnya telah diamankan dan ditahan dalam perkara berbeda.

“Pada Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, kami melakukan pengembangan terhadap tersangka Haki yang sudah lebih dulu kami amankan. Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar penyidik.

Menurut polisi, pola kejahatan ini memanfaatkan kepercayaan dan kebutuhan ekonomi korban. “Modusnya klasik, menawarkan rental dengan imbalan tinggi agar korban percaya. Setelah barang di tangan, langsung digadai,” katanya.

Tim kemudian bergerak cepat menelusuri alur motor hingga ke tangan pembeli terakhir. Sovia dan Sandot diamankan bersama barang bukti dan dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Satu unit Yamaha NMax warna perak dengan nomor rangka MH3SG567NJ140484 dan nomor mesin G3L8E0936850 kini telah diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini menelanjangi rantai penggelapan yang kerap berkelindan dengan himpitan ekonomi dan lemahnya verifikasi transaksi informal. Dalam pusaran itu, korban bukan hanya kehilangan kendaraan, tetapi juga kepercayaan.

“Kerugian korban mencapai Rp33.450.000. Para pelaku dijerat Pasal Penggelapan sebagaimana diatur dalam KUHP dan terancam hukuman penjara,” tegas penyidik.

Di balik angka-angka dan pasal hukum, tersisa satu ironi: sebuah motor yang awalnya dijanjikan menjadi sumber penghasilan, justru menjelma beban kerugian. Di Jalan Raya Tuatunu, siang itu, transaksi sederhana berubah menjadi jejak kejahatan berantai yang akhirnya terkuak enam bulan kemudian.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 3 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: DNID BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRESTA PANGKALPINANG

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan
MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan
Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:32 WITA

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sabtu, 7 November 2026 - 13:45 WITA

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 08:13 WITA

Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan

Sabtu, 7 November 2026 - 07:40 WITA

Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Berita Terbaru