Bantaeng, DNID.co.id – 328 calon Jemaah Haji asal Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci pada 2026. Jumlah ini naik dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu pegawai Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kemenag Bantaeng, Irwanto Bakri, mengatakan kenaikan terjadi akibat penyesuaian kuota haji di setiap daerah.
“Yang berbeda tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah perubahan system pembagian kuota, dari kuota kabupaten menjadi kuota propinsi,” ujarnya kepada DNID.co.id, Selasa (14/4/2026).
Adanya sistem baru ini, kata dia, berdampak positif terutama Bantaeng, yang sebelumnya antrean 50 tahun, kini turun menjadi 30 tahun.
“Untuk tahun ini, insya allah Bantaeng akan memberangkatkan 328 jemaah. Jadi se-Indonesia sudah sama masa tunggunya,” katanya.
Irwanto menuturkan bahwa persiapan keberangkatan sudah dilakukan melalui sejumlah tahapan termasuk manasik haji.
“Iya manasik sudah dilakukan,” tuturnya.
Ia menjelaskan manasik tingkat kecamatan telah digelar pada 6-7-8 dan 11 Februari 2026 di tiga lokasi gabungan kecamatan. Lalu dilanjutkan manasik tingkat kota pada 4 April 2026.
“Bantaeng dan Eremerasa, Bissappu, Sinoa, dan Uluere, Pajukukang, Gantarangkeke dan Tompobulu,” sebutnya.
Selain itu, para jemaah haji juga disebut telah menjalani vaksinasi polio dan meningitis pada 12 Februari 2026.
Rencananya, jemaah akan diberangkatkan pada 19 Mei 2026, masuk gelombang kedua dalam Kloter 42. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Luwu, Bone, Makassar, dan Maros.
“Insyaallah masuk asrama haji tanggal 19 Mei 2026,” ungkapnya.
Irwanto mengungkapkan, para calon jemaah haji yang berangkat tahun ini rata-rata telah menunggu antrean selama 15 tahun. Jemaah tertua berusia 86 tahun, sementara yang termuda berusia 18 tahun.
“Saya kurang hafal nama lengkapnya,” pintanya.
Selain itu, enam petugas turut diberangkatkan mendampingi jemaah, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, perawat, serta dua tenaga PHD.
“Kesehatan jemaah jadi perhatian utama selama di sana,” ucapnya.
Irwanto juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat cuaca di Arab Saudi diprediksi lebih panas.
“Menjaga kesehatan fisik, beraktivitas tidak berlebihan, dan memperbanyak dzikir dan berdoa,” cetusnya.
Ia juga memastikan seluruh persiapan keberangkatan jemaah saat ini sudah rampung. Pihaknya kini hanya menunggu distribusi koper dari Kanwil Kemenhaj Provinsi Sulsel.
“Visa sudah terbit dan sudah diselipkan pada masing-masing paspor jemaah,” tandasnya.
























