KSPSI Siap Kawal Carut-Marut HGU Sawit: Lindungi Puluhan Ribu Buruh dari Ancaman Kehilangan Pekerjaan

JAKARTA,DNID.co.id – Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Moh. Jumhur Hidayat, memberikan perhatian serius terhadap laporan mengenai Carut-marut Hak Guna Usaha (HGU) di sektor perkebunan sawit. Masalah ini dinilai mengancam stabilitas ekonomi dan nasib puluhan ribu buruh perkebunan di seluruh Indonesia.

Banyak laporan yang diterima DPP KSPSI menunjukkan adanya ketidakpastian status lahan, di mana HGU yang telah habis masa berlakunya tidak segera diperpanjang atau justru dialihkan tanpa mitigasi yang jelas. Kondisi ini memicu konflik agraria di mana masyarakat mulai merangsek masuk ke area perkebunan, yang pada akhirnya mengancam keberlangsungan tempat kerja para buruh.

“Ini harus dimitigasi dengan baik. Kita bicara soal nasib puluhan ribu buruh yang bisa terserabut dari tempat kerjanya jika masalah ini terus dibiarkan. Kami tidak ingin ada keributan di lapangan yang ujung-ujungnya merugikan pekerja,” tegas Jumhur dalam Rakernas ke-IV di Lagoon Garden Hall,Hotel Sultan Jakarta.Jum’at (13/02/2026)

Menanggapi situasi yang kian mendesak, DPP KSPSI berencana melakukan silaturahim sekaligus audiensi dengan berbagai otoritas yang menguasai tata kelola lahan dan perkebunan. Fokus utama dari gerakan ini adalah memastikan bahwa setiap langkah penataan ulang lahan atau pencabutan HGU tetap mengedepankan hak-hak pekerja.

Terkait arah kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Jumhur menyatakan optimismenya terhadap karakter kepemimpinan Presiden yang dikenal berani dan tidak ingin tersandera oleh kebiasaan-kebiasaan buruk masa lalu.

“Pak Prabowo ini berani. Beliau tidak mau tersandera oleh kebiasaan yang dianggap lumrah padahal salah. Hal-hal seperti itu harus dibongkar. Namun, kami mengingatkan bahwa setelah dibongkar, cara menatanya harus mantap dan profesional,” tambah Jumhur.

KSPSI menekankan bahwa perubahan tata kelola lahan di Indonesia saat ini membutuhkan persiapan yang matang agar tidak menimbulkan kekacauan (crowd) atau keributan di tingkat akar rumput.

“Kami setuju adanya pembongkaran terhadap praktik-praktik yang salah dalam pengelolaan HGU, namun kami ingin membantu agar proses menatanya kembali dilakukan dengan lebih baik, profesional, dan tetap menjamin keamanan kerja bagi buruh sawit kita,” tutupnya.

Simpan Gambar:

Jumat, 13 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nur

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga
Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang
​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat
​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta
Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda
Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:23 WITA

Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WITA

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang

Senin, 13 April 2026 - 20:18 WITA

​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat

Senin, 13 April 2026 - 19:48 WITA

​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta

Senin, 13 April 2026 - 16:34 WITA

Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda

Minggu, 12 April 2026 - 15:14 WITA

Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Minggu, 12 April 2026 - 13:32 WITA

Pelantikan Dewan Hakim MTQ ke-34 Sulsel di Maros, Ali Yafid Tekankan Integritas Tanpa Intervensi

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA