Makassar, DNID.co.id – Kasus campak di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan signifikan hingga ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di tujuh daerah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Wilayah yang terdampak meliputi Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, menjelaskan penetapan KLB dilakukan seiring penyebaran kasus yang tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga secara nasional.
“Kemudian ditetapkanlah tujuh daerah KLB campak, meski sebenarnya status KLB ini ditetapkan kabupaten/kota masing-masing, tapi kasusnya telah menyebar secara nasional,” kata Yusri seperti dilansir dari ANTARA, Minggu (12/4/2026).
Menurut Dinkes Sulsel, kasus awal campak mulai terdeteksi pada Desember 2025 di tiga kabupaten dalam status suspek. Namun hasil pemeriksaan laboratorium kemudian memastikan kasus tersebut positif campak. Tren peningkatan terus terjadi sejak Januari hingga Maret 2026.
“Desember 2025 itu baru tersebar di tiga kabupaten, itu pun baru diagnosis dalam bentuk suspek. Nanti pada saat uji klinik, diperiksa di lab dinyatakan positif tapi semenjak ada diagnosis suspek, kita melakukan upaya pencegahan,” ujarnya.
Hingga 8 April 2026, tercatat sebanyak 169 anak dinyatakan positif campak berdasarkan hasil uji laboratorium.
Untuk menekan penyebaran, Dinas Kesehatan Sulsel telah mengeluarkan surat kewaspadaan dini kepada seluruh pemerintah daerah. Langkah ini mencakup penguatan layanan kesehatan serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.
“Di dalamnya itu menjaga stabilitas layanan, bagaimana pola hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan dan sebagainya,” kata Yusri.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi darurat bagi anak usia 9 hingga 59 bulan, terutama bagi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Dinkes juga mengingatkan bahwa mayoritas kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi, sehingga kekebalan kelompok belum terbentuk secara optimal.
“Tidak adanya kekebalan tubuh secara menyeluruh, sehingga yang terkena bisa yang sudah imunisasi dan yang belum kalau virus ini menyebar, artinya semua bisa kena,” tutup Yusri.
Kabupaten Sinjai menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan. Dinas Kesehatan Sulsel mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan setempat guna mendapatkan imunisasi, baik untuk melengkapi maupun memulai vaksinasi campak.
























